World History

Imperialisme Komunis di Negara-negara Muslim

Share the knowledge!
Share on Facebook0Share on Google+0Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn0Pin on Pinterest0Email this to someoneShare on Tumblr0Share on Reddit0

Pada masa kekuasaan Dinasti Romanov di Rusia, negara-negara jajahan Rusia di Asia Tengah mengalami berbagai penindasan. Penindasan tidak hanya dalam bentuk kekerasan fisik, melainkan juga dalam bentuk pemaksaan untuk mememeluk agama tertentu (Kristen). Kondisi ini menyebabkan umat Islam di Asia Tengah mencoba untuk memberontak. Para golongan Bolshevik memanfaatkan kondisi itu untuk menarik simpati muslim. Muslim diharapkan dapat membantu mereka dalam usaha menggulingkan pemerintahan Tsar. Mereka menjanjikan janji-janji manis tentang kebebasan. Akan tetapi setelah tujuan mereka terwujud, justru hal yang berbeda diterima umat Islam Asia Tengah. Imperialisme jenis baru diterapkan di Asia Tengah, imperialisme ini lah yang sering disebut sebagai imperialisme komunis.

Latar belakang imperialisme Komunis di negara muslim

Pada abad ke-19, Rusia menaklukan beberapa negara yang mayoritas penduduknya muslim. yaitu Kazakh pada tahun 1854, tiga negara Uzbek di Turkestan 1876, dan seluruh Turkmenia 1880. Perang dunia pertama (1914-1918) tidak saja dimanfaatkan Lenin untuk melaksanakan Revolusi Bolshevik, tetapi kaum Muslim di negara-negara jajahan Soviet juga bangkit memperjuangkan keadilan dan kebenaran menuntut kemerdekaan.

Dalam perlawanan terhadap Tsar, kaum Bolshevik memperalat kaum muslim dengan maksud  menjadikan mereka kawan dalam usaha menggulingkan dinasti Romanov. Kaum muslimin pada masa Tsar II berkuasa mengalami pemaksaan untuk berpindah dari agama Islam ke Agama Kristen Ortodok. Pemaksaan tersebut menggunakan jalan kekerasan . Lenin memanfaatkan kesempatan tersebut, untuk merangkul orang Islam sebagai kawan, dengan menjanjikan kembalinya hak mereka.

Pada masa itu Kaum komunis yakin bahwa kemenangan mereka tergantung dari bantuan kaum Muslim, yang merupakan potensi dahsyat ditinjau dari kualitas dan kuantitas. Demikian pula ketakutan mereka terhadap intervensi Eropa tidak mungkin dihadapi tanpa bantuan kaum Muslimin apalagi dengan memusuhinya.

Janji kaum komunis pada bulan Desember hanyalah suatu taktik licik mereka dan pemenuhan janji-janji itupun tergantung dari kondisi dan situasi.Kondisi Soviet yang masih lemah memaksa mereka mengembalikan beberapa hak kaum Muslim yang dirampok Tsar. Untuk mencegah pemberontakan,pemerintah Soviet mendirikan Kommisarit Urusan Islam. Tempat suci yang dirampas Tsar dikembalikan.

Namun masa harmonis yang didapatkan Muslim setelah revolusi Bolshevik hanya sesaat, karena setelah pemerintahan Lenin mulai menguat, justru pemerintahan berbalik menindas kaum Muslim, mari kita lanjutkan pembahasan kita ke babak baru kehidupan muslim.

imperialisme komunis
Bolshevik

Penindasan terhadap kaum Muslimin dan agama Islam.

Akan tetapi hubungan baik Soviet dan kaum Muslimin tidak berlangsung lama. Karena pada selanjutnya, Komunis berbalik menyerang umat Islam, penyeangan dilakukan berupa penyerangan ideologis dan penindasan. Dan terbukalah topeng Komunis dalam memperalat umat Islam selama ini.

Di dalam kongres partai komunis Soviet ke-10 diumumkan bahwa 800.0000 kaum Muslimin di Turkestan lenyap, pada saat penyerbuan Soviet. Ribuan ulama dibunuh, masjid-masjid dimusnahkan dan Perpustakaan Muslim Changhatai di Bukhara dibakar habis oleh tentara merah. Kaum komunis mendesak Muslimin untuk memilih satu dari dua pilihan, menjadi komunis dan meninggalkan agama, atau menjadi Muslim dan ditembak mati. Dengan demikian pemerintahan Lenin, tidak ada bedanya dengan pemerintahan Tsar.

Pemberantasan Muslim Setelah Revolusi Boshevik

Setelah komunis menyadari bahwa Islam merupakan suatu kesatuan yang kukuh, yang tidak dapat dilumpuhkan hanya dengan cara membunuh alim ulama dan menghancurkan Masjid. Maka Soviet membuat rencana jangka panjang untuk menjagal Islam. Ada empat cara yang mereka gunakan : 1. cara administrasi, 2. dominasi kebudayaan, 3. Ekonomi, 4. Anti Agama.

  1. Divide et impera

Untuk mencegah adanya suatu kesatuan kaum Muslimin, pemerintah Rusia memecah belah kaum Muslimin dalam otonomi-otonomi. Pemecah belahan umat Islam kedalam negara-negara yang otonom sebenarnya bukan untuk memberi kesempatan membentuk kesatua-kesatuan politik tetapi untuk menghalangi persatuan umat Muslim dan memudahkan indoktrinasi secara paksa ideologi komunis

  1. Dominasi Kebudayaan

Penindasan kebudayaan ini sesungguhnya dilakukan dengan dua tujuan yaitu menghancurkan kebudayaan Muslim, dan membangun kebudayaan komunis yang anti agama. Soviet berusaha memecah kaum Muslimin dengan memaksakan satu bahasa daerah dalam satu republik, dan menggunakan bahasa Rusia sebagai bahasa kesatuan. Dengan demikian enam republik ini mempunyai bahasa yang berbeda-beda dan bahasa antara Muslim (Turki Jagatai) dihilangkan.

  1. Ekonomi

Penyatuan politik komunis dan sistem ekonominya adalah suatu imperialisme gaya baru dalam negara multi-nasional. Pada masa itu perkembangan ekonomi daerah Muslim sangat berkembang. Akan tetapi kekayaan disedot oleh pemerintahan pusatnya, dan tidak dirasakan masyarakat Muslimim di daerah tersebut.

  1. Penyerangan Terhadap Agama

Pernyataan terhadap agama berdasarkan pernyataan Marx bahwa agama adalah candu masyarakat, dan ucapan Lenin bahwa semua agama dan organisasi agama sebagai alat  borjuis untuk menindas kelas buruh. Dalam prakteknya terdapat perlakuan yang agak berbeda antara Umat Islam dan Kristen ortodok. Gereja Ortodok masih diperbolehkan berdiri bahkan sebagai lambang perdamaian dan kebangsaan, akan tetapi masjid-masjid Islam banyak ditutup dan bahkan dicaci maki sebagai sarang burung hantu dan rumah tidak berguna.

BIBLIOGRAFI

Hanafi, A. 1994. Islam Setelah Komunis. Jakarta: Gema Insani Press.

Imperialisme Komunis di Asia Tengah

Kolarz, Walter. 1994. Komunisme dan Kolonialisme. Surabaya: Usaha Nasional.

Share the knowledge!
Share on Facebook0Share on Google+0Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn0Pin on Pinterest0Email this to someoneShare on Tumblr0Share on Reddit0

1 Comment

  • urat-ku

    Lagi-lagi Muslim menjadi korban kecurangan. Tunduk tertindas atau bangkit melawan???

    Sekarang siapa yang lebih pantas untuk disebut teroris dunia?

    Syukron bung Admin, artikelnya informatif banget dan sangat penting…

    Reply

Leave a Reply