World History

Dinamika Minoritas Muslim di Amerika Serikat

Share the knowledge!
Share on Facebook0Share on Google+0Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn0Pin on Pinterest0Email this to someoneShare on Tumblr0Share on Reddit0
Minoritas muslim di Amerika Serikat
Muslim Amerika Serikat

Minoritas muslim merupakan salah satu isu hangat yang muncul pada masa kontemporer. Terdapat banyak negara minoritas muslim di dunia, dengan berbagai permasalahan yang dihadapi umat Islam di negara tersebut. Salah satu negara minoritas muslim adalah Amerika Serikat. Amerika Serikat dikenal sebagai negara adidaya dan dikenal dengan ideologi liberal, meskipun demikian bukan berarti perlakuan mereka terhadap warga minoritas dapat dijadikan contoh bagi negara-negara lain. Terdapat berbagai problem yang dihadapi muslim di Amerika Serikat, untuk itu pada pembahasan kali ini akan membahas lebih jauh mengenai dinamika minoritas muslim di Amerika Serikat.

Masuknya Gelombang Muslim ke Benua Amerika

Beberapa ahli sejarah berpendapat bahwa pelaut-pelaut muslim adalah orang-orang pertama yang melintasi lautan Atlantik, dan mencapai pantai-pantai Amerika.  Salah satu penulis yang berpandangan demikian adalah Al-Sharif Al-Idrisi di abad ke-12, dalam pendapatnya ia mengemukakan bahwa muslim Andalusia merupakan yang pertama mengunjungi Amerika. Penulis-penulis lain berpendapat bahwa Christoper Colombus dipandu oleh navigator-navigator muslim dari Andalusia, yang disewa olehnya. Bagaimanapun, pada point ini tidak akan membahas mengenai perdebatan siapa yang pertama menemukan ke benua Amerika.

Apabila penemu pertama benua Amerika masih diperdebatkan, maka adanya pemukiman muslim di Amerika Utara pada abad ke-16 sampai ke-18 merupakan suatu fakta sejarah. Untuk membahas mengenai proses migrasi muslim ke benua Amerika, kita dapat membaginya menjadi tiga gelombag. Gelombang pertama migrasi muslim dimulai dengan jatuhnya Andalusia ke tangan Eropa pada akhir abad ke-15, yang merupakan musibah untuk umat Islam di sana. Beberapa tahun kemudian, Kardinal Cisneros, Kepala Gereja Katolik Spanyol, memaksa  jutaan muslim di spanyol untuk memeluk agama Katolik.

Mereka yang tidak meninggalkan tanah air tetap memeluk agama Islam secara sembunyi-sembunyi. Di saat yang bersamaan, Ribuan orang muslim yang disebut Morisco, beremigrasi ke benua Amerika pada abad ke-16. Morisco ini merupakan muslim yang dipindahkan Spanyol ke Dunia Baru. Di dunia baru tersebut muslim mulai berani menyatakan keIslamannya secara terbuka, bahkan mereka berusaha melakukan dakwah terhadap penduduk-penduduk Indian Barat.

Meskipun begitu, gelombang pertama muslim di Amerika ini harus berakhir tragis. Inkuisisi Katolik mengikuti mereka, dan ribuan muslim dibakar di atas tiang pembakaran karena murtad. Di antara orang Morisco yang menjadi korban kekejaman Gereja Katolik Spanyol saat itu adalah Rodrigo de Lope, teman Colombus, dan Estevanico de Azemor, Jenderal Spanyol yang menaklukkan Arizona.

Pasca pembantaian gelombang pertama musim, gelombang migrasi kedua dimulai. Gelombang kedua ini datang dari benua Afrika, dan dalam kondisi yang sama menyedihkannya dengan muslim Andalusia. Orang-orang Eropa setelah berhasil memusnahkan peradaban awal muslim di benua Amerika, mulai melakukan perbudakan terhadap orang-orang Afrika untuk mengisi kekurangan tenaga kerja di koloni-koloni Dunia Baru.

Pengiriman budak-budak Afrika ke benua Amerika dimulai pada tahun 1619, dan berlangsung sampai abad ke-19. Pada tahun 1619, kapal perang kecil Belanda menangkap kapal Spanyol di laut Karibia, kapal Spanyol ini membawa orang-orang hitam dari Afrika. Orang-orang Afrika tersebut lantas dikirimkan ke koloni Inggris di Jamestown, Virginia, untuk dipekerjakan sebagai buruh paksa. Mayoritas dari para budak yang dikirim ini adalah muslim.

Para budak tersebut berusaha memelihara keyakinan mereka engan segala cara, termasuk kadang-kadang dengan perjuangan bersenjata. Di antara pemberontakan muslim yang terkenal adalah pemberontakan Makndal (1758) di Haiti. Pemimpin muslim ini dibakar hidup-hidup oleh pasukan kolonial Prancis setelah kekalahannya.

Dari pemaparan diatas, dapat diketahui bahwa masuknya Islam ke Benua Amerika, bukanlah dari sebuah ekpedisi yang secara politis sengaja dikirim dalam rangka pengembangan wilayah. Bukan juga dibawa oleh pedagang muslim yang membawa misi dakwah layaknya di Indonesia. Namun, masuknya Islam di benua Amerika bermula dari para budak yang teguh memegang kepercayaannya.

Perkembangan Islam di Amerika Serikat

Memasuki abad ke-19, perdagangan budak dihentikan, terutama setelah  Presiden Abraham Lincoln mengeluarkan Emancipation Proclamation (proklamasi kemerdekaan) tanggal 1 Januari 1863, yang menyatakan bahwa budak-budak yang berada di negara bagian Amerika Serikat yang merdeka. Setelah proklamasi tersebut, gelombang arus imigran muslim yang berasal dari Timur tengah, Afrika, dan Eropa mulai secara bertahap berdatangan. Tercatat tidak kurang dari lima gelombang migrasi muslim ke Amerika, pasca proklamasi tersebut.

Umat Islam di Amerika Serikat terdiri dari tiga kelompok. Kelompok pertama adalah orang-orang Amerika asli (dalam artian sudah menetap lama di Amerika Serikat). Kelompok kedua adalah para muslim imigran/muhajir, yaitu orang-orang muslim yang hijrah/migrasi dari negerinya untuk menetap di Amerika Serikat, sebagian besar dari Timur Tengah. Kelompok ketiga adalah muslim hitam yang sekarang menamakan dirinya sebagai Bilali. Muslim hitam ini datang bersama-sama dengan kedatangan budak dari Afrika.

Perpindahan agama, merupakan salah satu ciri pertumbuhan demografi muslim di Amerika Serikat. Mayoritas yang berpindah agama merupakan orang-orang Afro-Amerika, yang dalam kasus sebenarnya kembali ke agama asal mereka. Selain itu, terdapat pula mualaf yang berasal dari dari Eropa, Meksiko, Puerto Rico, bahkan ada juga yang berasal dari Yahudi.

Selanjutnya, Islam berkembang sejalan dengan perkembangan muslim di kawasan ini. Mulai bertambahnya sarana peribadatan, dan pusat kegiatan keagamaan Islam di beberapa kota Amerika. Pada tahun 2000 tercatat  1,209 masjid di Amerika yang tersebar di berbagai negara bagian. Jumlah masjid di Amerika mengalami peningkatan bersamaan dengan peningkatan jumlah muslim di sana, tercatat pada akhir tahun 2011 terdapat 2.106 masjid di Amerika Serikat.

minoritas muslim di Amerika Serikat
Masjid Dearborn, masjid terbesar di AS

Selain itu berdiri berbagai organisasi yang menjadi sarana dakwah muslim, salah satunya Moslem Brotherhood. Selain organisasi, juga bermunculan sekolah-sekolah Islam di Amerika. Di Chicago, berdiri perguruan tinggi American Islam College, di North California berdiri American Moslem School, di samping banyak universitas-universitas yang menyelenggarakan program Islamic Studies.

Dengan bermunculannya studi-studi dengan fokus Islam tersebut, pemahaman bangsa Amerika terhadap Islam semakin baik. Di Amerika Serikat tidak ada sensus agama, dan sejak tahun 1936 diadakan statistik pemeluk agama dengan perantaraan badan-badan agama, tetapi sayangnya tidak memasukkan jumlah umat Islam sehingga tidak ada statistik resmi dari pemerintah yang menerangkan jumlah muslim di Amerika Serikat.

Meskipun demikian, terdapat beberapa lembaga penelitian, dan ilmuwan yang mencoba untuk mengestimasi jumlah penduduk muslim di Amerika Serikat. Pertama, The Islamic Centre in Washington DC, dan The Federation of Islamic Association (FIA) in The US and Canada, pusat studi ini mencatat terdapat dua juta muslim di Amerika Serikat. Kedua, ilmuwan  Y. Vone Y. Haddad, dia memperkirakan terdapat satu juta muslim pada tahun 1987.

Data-data statistik di atas merupakan data lama, sehingga belum dapat mengetahui jumlah muslim pada abad ke-21. Untuk itu, agar pembahasan ini aktual, penulis mencantumkan penelitan terbaru dari Pew Research Center. Pew Research Center pada 6 Januari 2016 merilis estimasi jumlah muslim di Amerika Serikat, yang sekarang kurang lebih berjumlah 3.3 juta juta muslim. Jumlah tersebut merupakan 1%  dari total penduduk Amerika Serikat.

minoritas muslim di Amerika Serikat
Estimasi pertumbuhan muslim

Jika kita membandingkan data-data statistik tersebut, dapat disimpulkan bahwa populasi muslim di Amerika Serikat terus mengalami peningkatan. Masih berdasarkan penelitian Pew, angka prosentase tersebut diperkirakan akan menjadi dua kali lipat pada tahun 2050, yakni 8.1 juta atau 2.1% dari total penduduk muslim.

Terdapat beberapa faktor pertumbuhan muslim tersebut, antara lain imigrasi, dan kelahiran. Tercatat dalam waktu 20 tahun terakhir, muncul fenomena peningkatan angka dari imigran muslim yang datang ke Amerika Serikat. Angka dari imigran muslim sendiri tercatat sekitar 10%, dari keseluruhan imigran yang datang secara legal. Faktor lain adalah kelahiran, muslim Amerika cenderung mempuyai anak lebih banyak dari penganut agama lain. Jika melihat dari realita yang terjadi tidak mengherankan jika Pew Research Center berani merilis perkiraan pertumbuhan muslim pada tahun 2050.

Tokoh-Tokoh Muslim di Amerika Serikat

Sama halnya dengan negara-negara lain, di Amerika Serikat juga mempunyai tokoh-tokoh muslim yang berperan besar dalam penyebaran dakwah Islam di Amerika Serikat.

  1. Mohammed Alexander Russell Webb

minoritas muslim di Amerika serikat
Mohammed Alexander Russell Webb

Gerak dan laju perkembangan Islam di Amerika tidak dapat kita lepaskan dari perjuangan seorang muslim Amerika bernama Mohammed Alexander Russel Webb. Lahir pada 9 November 1846, merupakan seorang Afro-Amerika, yang mengenal Islam ketika dia bertugas sebagai konsul jenderal Amerika Serikat di Filipina pada tahun 1887. Ketika di Filipina, dia terinspirasi mengenal Islam dari Miza Ghulam Ahmad, pendiri dari gerakan Ahmadiyah. Akhirnya, pada tahun 1888 dia menjadi mualaf.

Ketika dia telah menjadi mualaf, dia dikenal dengan usaha-usahanya mengajak orang-orang Amerika Serikat untuk memeluk Islam. Untuk merealisasikan tujuan dakwahnya, pada tahun 1893 dia mendirikan organisasi muslim pertama di Amerika Serikat yaitu American Islamic Propagation Movement, dan penerbitan The Moslem World serta memberikan kuliah di beberapa kota.

Mohammed Alexander Russel, dikenal dengan sikap kritis terhadap gereja-gereja Kristen, dan semangatnya dalam membela sesama muslim. Dia menghasilkan tiga buah karya buku, termasuk buku pedoman sholat bergambar. Menjelang kematiannya pada tahun 1916, dia telah berhasil mendirikan tujuh cabang Moslem Brotherhood di berbgai kota pantai Timur, dan kota-kota pedalaman Barat Amerika.

  1. Noble Drew Ali

minoritas muslim di Amerika serikat
Noble Drew Ali

Noble Drew Ali lahir pada tahun 1866, dan diberi nama Kristen, Timothy. Ketika dia mulai mengenal Islam dia mengganti namanya menjadi Noble Drew Ali, nama yang menunjukkan warisan Moor. Drew Ali bukan seorang yang berpendidikan tinggi, tetapi dia mempuyai sedikit pengetahuan tentang Islam yang dapat dianggap sebagai kunci terhadap apa yang lima puluh tahun kemudian dinamakan Black Liberation.

Para pengikutnya tidak mengenalnya sebagai orang negro tetapi sebagai AMerika Moor. Misi utamanya adalah membangkitkan kesadaran orang Amerika-Afrika tentang Isllam. Untuk mewujudkannya, dia mendirikan Mourish Science Temple di Newark, New Jersey pada tahun 1913. Gerakannya meluas sampai ke Pitsburg, Detroid, Chicago, dan beberapa kota di daerah Selatan.

Gerakan yang dilancarkan Drew memakai simbol-simbol Islam, Seperti kitab suci al-Qur’an, memakai peci, menggunakan nama-nama muslim, dan penolakan terhadap paham tertentu dari agama Kristen. Pada dasarnya gerakan ini merupakan campuran dari nasionalisme hitam, dan kebangkitan agama. Setelah munculnya perpecahan dalam administrasi Mourish Science Temple Movement, Drew meninggal dunia secara misterius pada tahun 1929. Setelah itu, gerak organisasi tersebut menjadi mundur.

  1. Elijah Muhammad

minoritas muslim di Amerika serikat
Elijah Muhammad

Elijah Muhammad dilahirkan dengan nama Elijah Poole di Sadersville, Georgia, pada 7 Oktober 1897. Dia merupakan salah satu tokoh muslim yang paling menonjol pada abad ke-20. Diantara jasa-jasanya yang diakui adalah sumbangannya yang luar biasa terhadap tumbuhnya rasa hormat, dan harga diri dari kasta yang paling rendah, yaitu orang-orang kulit hitam di Amerika.

Elijah Muhammad belajar tentang Islam dari seorang mubaligh yang mempunyai banyak inisial nama, tetapi biasa dikenal dengan Wali Farad atau Wallace Fad. Fard mengatakan bahwa dia datang dari tanah suci, dengan tugas menyelamatkan, dan mengangkat derajat orang-orang hitam Amerika Serikat. Pokok ajarannya adalah bahwa kehinaan yang menimpa pada orang-orang hitam selama berabad-abad karena mereka terpisah dari pengetahuan tentang Allah, dan tidak mengenali diri mereka sendiri.

Elijah Muhammad berusaha memperkenalkan kembali Islam secara sungguh-sungguh pada publik  Amerika Serikat. Selain dia aktif memberikan ceramah-ceramah di berbagai tempat, dia juga sempat menulis beberapa buku antara lain, Message to The Blackman in America dan How to Eat to Live.

Jamaahnya pada awalnya merpakan penduduk daerah-daerah miskin, dan pemukiman-pemukiman kumuh orang hitam dari kota-kota industri. Para jamaahnya mayoritas merupakan orang hitam yang tertindas secara rasial, dan terdiskriminasi dari masyarakat. Dia menemui orang-orang hitam di mana saja, dan mengajar mereka sedapatnya. Dalam melakukan dakwah dia berpedoman pada al-Qur’an.

Pada akhir perjuangan dakwah Elijah Muhammad, bangsa Islam tidak lagi hanya terbatas pada masyarakat miskin, orang-orang tersingkir, dan orang-orang declasse. Dengan Malcolm X sebagai wakilnya, Islam telah menarik banyak perhatian dari kalangan intelektual-intelektual Amerika. Hal tersebut terus berkembang hingga saat ini.

Tantangan yang Dihadapi Minoritas Muslim Pasca Tragedi 9/11

Kendati kaum muslim membuat kemajuan signifikan di Amerika, sejak tragedi 9/11 banyak di antara mereka yang merasakan pengawasan ketat berupa pengamatan perilaku, dan interogasi di bandara, penyadapan, sampai pengawasan terhadap masjid dan rumah. Berdasarkan survei dari Pew Research Center sebagian dari responden mengatakan bahwa keadaan lebih sulit bagi muslim sejak peristiwa itu. Mereka percaya bahwa pemerintah secara khusus menetapkan pengawasan ekstra bagi mereka.

Sejumlah indikator perasaan muslim mencerminkan rasa ketidaknyamanan. Sebuauh kelompok muslim Amerika melaporkan merasa kurang aman, dan kurang dihormati dibandingkan dengan sebagian besar anggota kelompok keagamaan lain. Mereka cenderung kurang merasakan kepuasan, dan mengalami kecemasan dibandingkan dengan responden dari kelompok lainnya.

Dapat dimengerti, banyak sikap negatif dipengaruhi serangan 9/11 dan isu terorisme global. Akan tetapi, banyak warga Amerika non-Islam yang tidak mengetahui apa-apa mengenai Islam, dan muslim. Celah kosong tersebut, justru diisi oleh informasi sepihak, dan berlebihan dari media, yang membuat Amerika non-Islam takut, dan memboikot orang-orang Islam.

Media massa Amerika bukan dikendalikan oleh berita-berita yang informatif dan sesuai dengan fakta, melainkan oleh berita-berita yang akan melejitkan penjualan, dan keuntungan. Pendekatan mereka mengistimewakan peristiwa berita utama yang eksplosif serta menekankan kekerasan, terlebih jika kekerasan tersebut diduga dilakukan oleh muslim, maka akan terjadi blow up yang luar biasa dari media-media tersebut. Salah satu contohnya adalah pemboman Boston, Belgia dan Prancis.

Berbeda halnya jika teror tersebut memakan korban orang-orang Islam, sebagai contoh di Palestina, dan daerah timur tengah lainnya. Seakan media-media yang sebelumnya gencar memberitakan terorisme, menjadi bungkam tanpa suara.

Media menjadi salah satu faktor utama penyebab semakin terpojoknya posisi muslim di Amerika Serikat. Berdasarkan survei, seperampat penduduk Amerika menyatakan mereka tidak berminat bertetangga dengan seorang muslim. Melihat dari realitas yang demikian, muslim harus siap menghadapi tantangan yang muncul di abad ke-21 ini, muslim Amerika harus dapat menunjukkan bahwa al-Qur’an tidak pernah mengajarkan terorisme, seperti yang selama ini dituduhkan media-media di sana.

BIBLIOGRAFI

Ali, Mukti. 1990. Muslim Bilali, dan Muslim Muhajir di Amerika Serikat. Jakarta:: Masagung.

Esposito, John L. 2010. Masa Depan Islam: Antara Tantangan Kemajemukan, dan Benturan dengan Barat. Bandung: Mizan.

Kettani, M. Ali. 2005. Minoritas Muslim di Dunia Dewasa Ini. Jakarta: RajaGrafindo Persada.

Rasyid, Soraya. 2013. Sejarah Islam Abad Modern. Yogyakarta: Ombak.

www.pewresearch.org/fact-tank/2016/01/06/a-new-estimate-of-the-u-s-muslim-population/

Share the knowledge!
Share on Facebook0Share on Google+0Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn0Pin on Pinterest0Email this to someoneShare on Tumblr0Share on Reddit0

No Comments Found

Leave a Reply