Pemberontakan Mutiny 1857-1858

Share the knowledge!
Share on Facebook3Share on Google+0Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn0Pin on Pinterest0Email this to someoneShare on Tumblr0Share on Reddit0

pemberontakan Mutiny
Ilustrasi pemberontakan Mutiny

Memasuki abad ke-19, Inggris mulai mengambil alih wilayah-wilayah imperium Mughal yang sedang mengalami keruntuhan. India kemudian berada di dalam genggaman pemerintahan Inggris dengan serikat dagangnya East Indian Company. Sebagai respon awal muslim terhadap penjajahan pemerintah Inggris ditandai dengan upaya para reformer agama untuk menyatukan reformasi keagamaan, militansi politik, dan menggalang warga petani dan kesukuan untuk mempertahankan kepentingan mereka. Pada pertengahan abad-19, muncul perlawanan terhadap pemerintahan Inggris. Perlawanan ini dikenal dengan nama pemberontakan Mutiny, ini merupakan perlawanan terbesar yang terjadi di India pada abad ke-19.

Awal Pemberontakan Mutiny

Pada tahun 1857 terdapat suatu resimen  khusus bentukan Inggris yang beranggotakan orang-orang muslim dan Hindu, pasukan ini bernama Sepoy. Pasukan Sepoy sebelum peristiwa Mutiny berjumlah 300.000 sedangkan pasukan Inggris hanya berjumlah 50.000. Peristiwa ini sendiri diawali dengan isu penggunaan lemak sapi dan lemak babi di peluru Enfield P-53 . Perwira Inggris telah memerintahkan pasukan khusus tersebut untuk melumuri peluru mereka dengan campuran lemak sapi dan lemak babi, namun perintah tersebut mendapat penolakan dari pasukan tersebut.

Mayoritas Sepoy adalah Hindu dan muslim. Bagi Hindu, sapi merupakan hewan suci sehingga mengolesi peluru dengan lemak sapi terasa seperti penghinaan. Bagi muslim, babi adalah binatang najis, dan mengoles peluru dengan lemak babi adalah hal yang menjijikan. Ketika pasukan tersebut menolak penggunaan peluru Enfield P-53, petugas yang bertanggung jawab mengambil tindakan tegas dengan mengurung semua pasukan tersebut di penjara.

Pengurungan tersebut justru meletuskan kerusuhan di seluruh penjuru kota. Pemberontakan yang sudah direncakan sejak lama, seakan mendapat momentum yang tepat untuk dilaksanakan. Inggris tidak berpikir bahwa mengeluarkan peluru semacam itu akan memicu suatu pemberontakan.

Pada dasarnya, Pemberontakan Mutiny merupakan sebuah perlawanan yang sudah terpendam lama. Perlawanan diakibatkan penindasan dan penghinaan yang dilakukan pemerintahan Inggris. Pemberontakan Mutiny sebenarnya bukan hanya dilatar belakangi isu peluru yang menggunakan minyak babi dan sapi. Tapi lebih jauh dari itu, masyarakat India khususnya muslim dan Hindu memang sudah tidak senang dengan sikap Inggris terhadap mereka.

Sejak awal masuknya Inggris ke India pihak muslim dan Hindu merupakan pihak yang paling dirugikan. Inggris yang teruss menerus mencaplok wilayah penting di India, dan mengancam aristokrasi lama India, Hindu dan Muslim, yang digantikan dengan pejabat-pejabat Inggris. Kolonialisme Inggris juga mengancam nilai-nilai kultural dan sosial India. Inggris memperkenalkan bahasa Inggris dan pendidikan Barat. Pandangan Inggris terhadap poligami, perbudakan, dan kebebasan wanita. Perlawanan Inggris terhadap sistemkasta, dan beberapa praktek agama Islam dan Hindu. Ditambah semakin gencarnya upaya Kristenisasi yang dilakukan para missioanri, merupakan suatu ancaman yang nyata terhadap masyarakat India.

Dengan keadaan yang sedemikan rupa, muncul gerakan-gerakan underground yang mulai melakukankonsolidasi untuk melakukan perlawanan terhadap Inggris.Kemerosotan ekonomi dan inferioritas budaya politik yang melanda impirium Mughal India, membuat isu minyak babi dan sapi hanya untuk memicu sebuah pemberontakan muslim dan Hindu yang lebih besar terhadap pemerintahan Inggris.

Jalannya Pemberontakan Mutiny

pemberontakan Mutiny
Map pemberontakan Mutiny

Pada tanggal 10 Mei 1857, satu pasukan Sepoy di Meerus suatu kota yang terletak kira-kira 60km di sebelah utara Delhi, mulai melakukan perlawanan. Setelah membunuh perwira-perwira Inggris yang memimpin pasukan itu, mereka keluar ke jalanan lengkap  dengan senjata dan berbaris menuju Delhi. Delhi berhasil dikuasai dan Bahadur Syah diangkat sebagai raja India. Kemenangan di Delhi diikuti pemberontakan lain. Pemberontakan Sepoy meluas menjadi pemberontakan Besar India (Great Indian Mutiny) 1857-1858.

Dalam pemberontakan Mutiny muslim dan Hindu saling bekerjasama menyerang pemukiman Inggris di seluruh India. Pemberontakan ini dipimpin oleh Bakht Khan dan Nana Sahib. Selain itu, Gerakan Mujahidin juga turut ikut serta dalam pemberontakan ini. Pejuang muslim menyebut pemberontakan ini sebagai jihad, dan serangan-serangan mereka yang efektif membuktikan pemberontakan ini telah terorganisir dengan baik. Pasukan Sepoy akhirnya berhasil menguasai beberapa daerah Inggris.

pemberontakan Mutiny
Eksekusi tahanan Pribumi

Meskipun telah melakukan persiapan yang cukup lama, namun pemberontakan ini pada akhirnya berkahir dengan kegagalan. Akhir 1857, Inggris mulai bangkit untuk mendapatkan wilayahnya kembali. Pada 1858, Inggris berhasil menghancurkan perlawanan itu dan akhirnya melakukan penindasan yang lebih brutal kepada rakyat India. Mereka menjarah kota di India selama sekitar satu bulan, menyeret penduduk setempat yang ketakutan keluar rumah, dan membantai mereka di jalanan. Salah satu kasus, mereka menjejerkan tahanan pribumi di sepanjang sebuah lubang dan menembaki mereka dalam satu kelompok, sehingga ketika ketika mereka meninggal mereka akan langsung jatuh ke dalam lubang kuburan mereka.

Dampak Pemberontakan Mutiny

Setelah pemberontakan berhasil dipadamkan dengan cara yang kejam. Pihak inggris kemudian mengorganisir pemerintahan India. Mereka secara resmi menghapuskan imperium Mughal dengan membuang Sultan Mughal terkahir Bahadur Syah, menjadikan East Indian Company dirubah menjadi perusahaan swasta, dan Inggris berhasil mengkonsolidasikan rezim India mereka dengan pengawasan yang lebih ketat.

Pihak Inggris juga menyempurnakan pemberlakuan beberapa kitab hukum, seperti Kitab Hukum Pidana tahun 1860, Undang-Undang Pidana dan Prosedur Sipil tahun 1961, dan mereorganisir sistem administrasi peradilan. Antara tahun 1871 dan 1882 mereka menciptakan suatu sistem finansial baru, memberntuk beberapa provinsi yang mempertanggungjawabkan pendapatan dan pengeluaran mereka. Pasukan militer diorganisir kembali dengan proporsi bangsa Inggris dengan tentara India dari 1:5 menjadi 1:2.

Dalam setengah abad pasca pemberontakan Mutiny, pihak Inggris membentuk sebuah birikrasi imperial terbesar sepanjang sejarah bangsa India. Pada periode yang sama, mereka juga melancarkan modernisasi ekonomi India, produksi pertanian meningkat, hibingan perdagangan diperluas di bawah hukum perdagangan bebeas yang diberlakukan antara 1882 dan 1894, dan kegiatan industri mulai dikembangkan beriringan dengna revolusi Industri yang sedang gencar dilaksanakan di negara asalnya.

Reaksi Muslim Pasca Pemberontakan Mutiny

Reaksi muslim terhadap Pemberontakan Mutiny, juga sama-sama mengandung resiko. Pada saat itu elite keagamaan dan elitie politik qasbah tidak memikirkan diri mereka sebagai sebuah badan politik yang tunggal, melainkan masing-masing mereka mengakui bahwa jihad yang mereka lakukan menemui kegagalan karena kolonialisme pemerintahan Inggris masih berlangsung.

Mereka sepakat kepentingan terbesar mereka terletak pada pengembangan urusan keagamaan, pendidikan, dan kulural dan bersandar pada penguatan internal komunitas muslim. Meskipun sepakat dalam pertimbangan yang bersifat umum, mereka berselisih dalam berbagai urusan praktikal. Dalam hal praktikal ini Muslim terpecah menjadi tiga golongan. Pertama, beberapa kalangan yang berpendapat mereka harus melibatkan diri dalam rezim baru dengan mengharapkan pembentukan sebuah pemerintahan bersama Inggris-Muslim untuk memerintah India. Kedua, sebagian laiannya tetap bersikukuh dengan sikap diam namun dengan sentimen anti Inggris dan sentimen Pan-Islamisme yang sangat kuat. Ketiga, golongan yang sama sekali tidak menaruh kepedulian terhadap masalah politik.

Respon kedua di kalangan muslim adalah kebangkitan reformis di India utara dan Bengal. Di India utara program reformasi agama pra-Mutiny tetap bertahan ditengah kekalah politik. Bahkan pasca-Mutiny muslim dapat mendirikan perguruan pembaharuan Deoband pada tahun 1867 oleh Maulana Muhammad Qasim Nanautawi. Kurikulum perguruan Deoband menggabungkan studi terhadap ilmu-ilmu Islam dengan sejumlah mata pelajaran rasional. Pada sisi lain, perguruan perguruan Deoband berorientasi Sufi dan berafiliasi dengan tarekat Chisti.

Demikian penjelasan mengenai pemberontakan Mutiny, sebuah pemberontakan yang membawa dampak besar di India. Semoga dapat pembahasan ini dapat menambah wawasan kita semua.

BIBLIOGRAFI

Lapidus, Ira. M. 2000. Sejarah Sosial Ummat Islam Bagian Ketiga. Jakarta: RajaGrafindo Persada

Ansary, Tamim. 2012. Dari Puncak Baghdad: Sejarah Dunia Versi Islam. Jakarta: Zaman.

Nasution, Harun. 1988. Pembaharuan dalam Islam: Sejarah Pemikiran dan Gerakan. Jakarta: Bulan Bintang.

Share the knowledge!
Share on Facebook3Share on Google+0Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn0Pin on Pinterest0Email this to someoneShare on Tumblr0Share on Reddit0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *