Perang Dunia II (1939–1945 M.)

Perang Dunia II dianggap sebagai salah satu konflik terbesar dan paling mematikan dalam sejarah umat manusia. Perang tersebut melibatkan banyak negara dan bertempur di medan perang di Eropa, Afrika Utara,  Asia, dan Pasifik. Secara garis besar perang dibagi menjadi dua blok, blok Sekutu (Inggris Raya, Uni Soviet, dan Amerika Serikat) melawan kekuatan blok Poros (Jerman, Italia, dan Jepang).

Latar Belakang Perang Dunia II

Benih-benih Perang Dunia II berasal dari resolusi timpang pasca-Perang Dunia I. Konferensi Perdamaian dan Perjanjian Versailles yang mengakhiri Perang Dunia I menghasilkan keuntungan besar bagi pemenang (Sekutu), sementara pihak yang kalah (poros sentral) memperoleh perlakuan yang tidak adil. Jerman menjadi negara yang paling dirugikan akibat Perjanjian Versailles.

Secara khusus, ketidakstabilan politik dan ekonomi di Jerman akibat Perjanjian Versailles mendorong naiknya Adolf Hitler dan Partai Nasional Sosialisnya (Nazi) ke tampuk kekuasaan Jerman.

perang dunia ii
Adolf Hitler

Setelah menjadi Kanselir Jerman pada tahun 1933, Hitler dengan cepat mengkonsolidasikan kekuasaan. Ia menggelari dirinya sendiri dengna gelar Führer (pemimpin tertinggi) pada tahun 1934.

Hitler sangat terobsesi dengan gagasan superioritas ras murni Jerman yang disebut ras Arya. Ia percaya bahwa perang adalah hanya cara untuk mendapatkan  ruang hidup yang diperlukan agar ras itu berkembang.

Pada pertengahan 1930-an, ia mulai mempersenjatai kembali Jerman secara diam-diam dan melanggar Perjanjian Versailles. Setelah menandatangani aliansi dengan Italia dan Jepang untuk melawan Uni Soviet, Hitler mengirim pasukan untuk menduduki Austria pada tahun 1938 dan tahun berikutnya mencaplok Cekoslovakia.

Di saat agresi Hitler semakin tidak terkendali, Amerika Serikat dan Uni Soviet justru disibukan dengan masalah dalam negeri, sehingga masalah Jerman sedikit terabaikan. Sementara itu Perancis maupun Inggris (dua negara lainnya yang paling hancur akibat Perang Dunia I) ingin menghindari konfrontasi, sehingga untuk sementara lebih memilih untuk diam.

Pecahnya Perang Dunia I

Pada akhir Agustus 1939, Hitler dan pemimpin Soviet Joseph Stalin menandatangani Pakta Non-Agresi Jerman-Soviet. Perjanjian ini yang memicu kegelisahan London dan Paris.

Hitler telah lama merencanakan invasi ke Polandia, sebuah negara di mana Inggris dan Perancis telah menjamin dukungan militer jika diserang oleh Jerman. Pakta dengan Stalin menjamin Hitler tidak akan menghadapi perang di dua front ketika ia menginvasi Polandia dan justru akan mendapat bantuan dari Soviet.

Pada tanggal 1 September 1939, Hitler menyerbu Polandia dari barat; dua hari kemudian, Perancis dan Inggris menyatakan perang terhadap Jerman sekaligus menandai dimulainya Perang Dunia II.

Pada tanggal 17 September, pasukan Soviet menyerbu Polandia dari timur. Di bawah serangan dari kedua belah pihak, Polandia jatuh dengan cepat. Memasuki awal 1940 Jerman dan Uni Soviet telah membagi kontrol atas Polandia.

Pasukan Stalin kemudian pindah untuk menduduki Negara Baltik (Estonia, Latvia dan Lithuania) dan mengalahkan Finlandia yang memberikan perlawanan sengit dalam Perang Russo-Finish.

Di lautan, armada laut Inggris dan Jerman terlibat pertempuran sengit. Kapal-kapal selam Jerman U-boat mulai menyerang kapal dagang yang menuju ke Inggris, akibatnya lebih dari 100 kapal tenggelam hanya dalam waktu empat bulan sejak perang dimulai.

Enam bulan setelah invasi Polandia, berita mengenai perang belum banyak dipercaya orang. Bahkan penduduk Eropa banyak yang mengira perang itu hanyalah sebuah perang palsu. Namun kondisi ini berubah menjadi kepanikan setelah perang berkobar di Eropa Barat.

Perang Dunia II di Eropa Barat (1940-1941)

Pada tanggal 9 April 1940, Jerman secara bersamaan menyerbu Norwegia dan menduduki Denmark. Serbuan Jerman ini menandai dimulainya perang yang sesungguhnya.

Pada 10 Mei, pasukan Jerman menyapu Belgia dan Belanda dalam peristiwa yang dikenal dengan nama “blitzkrieg” atau perang kilat. Tiga hari kemudian, pasukan Hitler menyeberangi Sungai Meuse dan menyerang pasukan Prancis di Sedan yang terletak di ujung utara Jalur Maginot. Perlu diketahui pertahanan di Sedan adalah sebuah rantai pertahanan rumit yang dibangun setelah Perang Dunia I dan dianggap sebagai penghalang pertahanan yang tak tertembus.

Kendati demikian Jerman menerobos barisan dengan tank dan pesawat mereka dan terus ke bergerak maju. Pasukan Ekspedisi Inggris (BEF) dievakuasi oleh laut dari Dunkirk pada akhir Mei, sementara di selatan pasukan Prancis bersusah payah mempertahankan wilayahnya.

perang dunia ii
Aliansi Hitler dan Musolini menjadi ancaman nyata bagi dominasi Sekutu di Eropa

Di saat Perancis di ambang kehancuran, tokoh fasis Italia, Benito Mussolini, mengikat perjanjian kerjasama dengan Hitler. Selanjutnya Italia menyatakan perang melawan Prancis dan Inggris pada 10 Juni 1940.

Pada tanggal 14 Juni, pasukan Jerman telah memasuki Paris. Sebuah pemerintahan baru yang dibentuk oleh Marshal Philippe Petain (pahlawan Prancis Perang Dunia I), ia lalu meminta gencatan senjata dua malam kemudian.

Prancis akhirnya dibagi menjadi dua zona, satu di bawah pendudukan militer Jerman dan yang lainnya di bawah pemerintahan Petain, yang berpusat di Vichy.

Setelah Paris berhasil dikuasai, Hitler sekarang mengalihkan perhatiannya ke Inggris. Berbeda dengan Prancis, Inggris memiliki keuntungan defensif karena dipisahkan oleh Selat Inggris.

Untuk membuka jalan bagi invasi pasukan amfibi, pesawat Jerman mulai membombardir wilayah Inggris sepanjang musim panas 1940. Usaha Jerman itu mengakibatkan banyak warga sipil menjadi korban dan kerusakan pusat-pusat industri.

Di saat kondisi Inggris terdesak, muncul kejutan dalam perang di Barat. Royal Air Force (RAF) berhasil mengalahkan Luftwaffe (Angkatan Udara Jerman) dalam Pertempuran Britania. Kekalahan Jerman ini membuat Hitler menunda rencananya untuk menduduki Inggris.

Inggris sedikit dapat bernafas lega, ketika sumber daya mereka menipis Amerika datang untuk membantu kekurangan logistik perang.

Operasi Barbarossa (1941-1942)

Pada awal 1941, Hongaria, Rumania, dan Bulgaria bergabung dengan blok Poros. Bergabungnya negara-negara itu diikuti oleh serangan Jerman atas Yugoslavia dan Yunani pada bulan April.

Penaklukan Hitler terhadap Balkan merupakan langkah awal untuk melakukan invasi ke Uni Soviet. Wilayah USSR yang luas diharapkan dapat menjadi ruang hidup untuk perkembangan ras Arya.

Selain menjadi langkah awal untuk menaklukkan Uni Soviet, penaklukan Balkan juga menjadi bagian dari strategi Hitler untuk memusnahkan Yahudi di Eropa. Banyak Yahudi Eropa yang bermukim di wilayah Uni Soviet.

Hitler menganggap Yahudi sebagai penyebab ketidakstabilan ekonomi dan politik yang melanda Eropa. Sebagai perencana rencana genosida itu, ia mempercayakan kepada Heinrich Himmler, kepala polisi Jerman.

Holocaust dijalankan bersamaan dengan serangan ke Soviet. Selama tiga tahun berikutnya lebih dari 4 juta orang Yahudi dibantai di kamp-kamp konsentrasi yang didirikan di Polandia dan Austria.

Pada 22 Juni 1941, Hitler memerintahkan invasi Uni Soviet, dengan nama sandi Operasi Barbarossa. Meskipun jumlah  tank dan pesawat Soviet jauh melebihi Jerman, namun teknologi mereka sudah kuno. Akibatya Jerman berhasil mendekati Moskow pada pertengahan Juli.

Namun, kesalahpahaman antara Hitler dan komandannya di lapangan ditambah dengan musim dingin Rusia yang dikenal keras menunda kemajuan invasi Jerman.

Perang Pasifik (1941-1943)

Di saat Sekutu di Eropa tengah kewalahan membendung invasi Jerman, Amerika Serikat menjadi satu-satunya negara yang mampu menahan agresi Jepang di Asia.

perang dunia ii
Hideki Tojo, Perdana Menteri Jepang yang bertanggung jawab atas agresi Jepang selama Perang Dunia II

Pada 7 Desember 1941, Perdana Menteri Jepang mengerahkan 360 pesawat Jepang untuk menyerang pangkalan angkatan laut AS utama di Pearl Harbor di Hawaii. Serangan itu mengejutkan Ameria dan merengut lebih dari 2.300 tentara.

Serangan terhadap Pearl Harbor ternyata berhasil menyatukan opini publik Amerika untuk mendukung bergabungnya AS ke Perang Dunia II. Pada  8 Desember Kongres menyatakan perang terhadap Jepang. Bergabungnya AS ke dalam perang, segera direspon oleh Jerman dan kekuatan Poros lainnya dengan menyatakan perang terhadap Amerika Serikat.

Setelah serangkaian kemenangan Jepang, Armada Pasifik AS berhasil memenangkan pertempuran pada Juni 1942. Kemenangan ini banyak dipercaya sebagai titik balik dalam perang.

Di Guadalcanal, salah satu Kepulauan Solomon selatan, Sekutu berhasil melawan pasukan Jepang dalam serangkaian pertempuran mulai Agustus 1942 hingga Februari 1943.

Pada pertengahan 1943, pasukan laut Sekutu mulai melakukan serangan balasan yang agresif terhadap Jepang. Serangan ini melibatkan serangkaian serangan amfibi di pulau-pulau utama yang diduduki oleh Jepang di Pasifik.

Strategi “lompat pulau” ini terbukti berhasil dan pasukan Sekutu bergerak lebih dekat ke tujuan akhir mereka untuk menyerang pulau Jepang.

Sekutu Membalikkan Keadaan (1943-1945)

Di Afrika Utara, pasukan Inggris dan Amerika telah mengalahkan Italia dan Jerman pada tahun 1943. Sekutu kemudian memukul telak Italia dengan invasi di Sisilia dan Italia. Serangan balik Sekutu menyebabkan pemerintahan Mussolini jatuh pada bulan Juli 1943.

Di Front Timur Perang Dunia II, sebuah serangan balasan Soviet yang diluncurkan pada bulan November 1942 mengakhiri Pertempuran Stalingrad yang berlarut-larut.

Dampak musim dingin, bersama dengan berkurangnya persediaan makanan dan obat-obatan, menjadi akhir bagi pasukan Jerman. Pasukan Jerman terakhir di Front Timur menyerah pada 31 Januari 1943.

Pada 6 Juni 1944-diperingati sebagai D-Day, Sekutu memulai invasi besar-besaran ke Eropa. Sekitar 156.000 tentara Inggris, Kanada dan Amerika di pantai Normandia, Prancis.

Sebagai bentuk respon, Hitler memusatkan seluruh kekuatan pasukannya yang tersisa di Eropa Barat. Pemusatan ini membuat Pasukan Soviet leluasa maju ke Polandia, Cekoslovakia, Hongaria dan Rumania. Setelah mengumpulkan pasukan, Hitler berusaha untuk mengusir Amerika dan Inggris kembali dari Jerman dalam Pertempuran Bulge (Desember 1944-Januari 1945), serangan besar Jerman terakhir dalam perang.

Sebuah pemboman udara intensif pada bulan Februari 1945 mendahului invasi darat Sekutu ke Jerman. Pasukan Jerman tidak dapat membalikkan keadaan, kondisi mereka pun semakin tidak jelas setelah Berlin dikepung.

Jerman secara resmi menyerah pada 8 Mei pasukan Soviet telah menduduki sebagian besar negara. Sementara itu pemimpin Jerman, Adolf Hitler mati setelah bunuh diri pada 30 April di bunker Berlin-nya.

Akhir Perang Dunia II

Pada Konferensi Potsdam Juli-Agustus 1945, Presiden AS Harry S. Truman (yang telah menjabat setelah kematian Roosevelt pada bulan April), Churchill dan Stalin membahas perang yang sedang berlangsung dengan Jepang serta penyelesaian perdamaian dengan Jerman.

Jerman pasca perang akan dibagi menjadi empat zona pendudukan yang akan dikendalikan oleh Uni Soviet, Inggris, Amerika Serikat dan Prancis.

Untuk masa depan Eropa Timur, Churchill dan Truman mencoba berdiskusi dengan Stalin, karena mereka masih membutuhkan bantuan Soviet dalam perang melawan Jepang.

Korban besar yang diderita Sekutu dalam perang di Iwo Jima (Februari 1945) dan Okinawa (April-Juni 1945) menyebabkan Truman mengizinkan penggunaan senjata baru dan dahsyat – bom atom – pada kota-kota Jepang Hiroshima dan Nagasaki pada awal Agustus.

Pada tanggal 10 Agustus, pemerintah Jepang mengeluarkan pernyataan yang menyatakan bahwa mereka akan menerima syarat-syarat Deklarasi Potsdam. Pada 2 September, Jenderal AS Douglas MacArthur menerima penyerahan resmi Jepang di atas kapal USS Missouri di Teluk Tokyo.

Perang Dunia II terbukti menjadi salah satu konflik internasional paling dahsyat dalam sejarah. Perang itu merengut sekitar 35 hingga 60 juta nyawa, termasuk 6 juta orang Yahudi yang meninggal di tangan Nazi. Jutaan lainnya terluka dan banyak orang kehilangan rumah dan properti mereka.

Pasca-Perang Dunia II, Komunisme dan Liberalisme menyebar ke seluruh penjuru dunia. Penyebaran dua ideologi itu diikuti dengan munculnya dua negara superpower, Amerika Serika dan Uni Soviet yang saling bersaing memperebutkan pengaruh di dunia.

BIBLIOGRAFI

Gerhard L. Weinberg. 1994. A world at arms: a global history of World War II. Cambridge: Cambridge University Press.

Glantz, D. M. 2001. Barbarossa: Hitler’s invasion of Russia. Stroud, U.K.: Tempus.

Tucker, S. C. 2004. The Second World War. New York: Palgrave MacMillan.

Similar Posts:

Share the Knowledge!

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *