Perang Meksiko-Amerika Serikat (1846-1848 M.)

Perang Meksiko-Amerika (1846-1848) menjadi konflik bersenjata pertama Amerika Serikat yang terjadi di luar negeri. Sementara bagi Meksiko, perang tersebut merupakan bencana besar.

Dalam perang tersebut, Amerika menghadapi Meksiko yang secara politis masih terpecah dan secara militer tidak siap menghadapi kebijakan ekspansionis AS. Pada masa itu Presiden AS James K. Polk, percaya Amerika Serikat memiliki takdir nyata untuk menguasai seluruh benua di Samudra Pasifik.

Pertempuran di perbatasan sepanjang Rio Grande menandai dimulainya pertempuran sengit antara kedua negara. Ketika perang berakhir, Meksiko telah kehilangan sekitar sepertiga wilayahnya, termasuk hampir semua wilayah California, Utah, Nevada, Arizona, dan New Mexico saat ini.

Latar Belakang Perang Meksiko-Amerika

Pada 1836, Texas memperoleh kemerdekaannya dari Meksiko. Awalnya, Amerika Serikat menolak untuk memasukkannya ke dalam perserikatan, terutama karena kepentingan politik yang menentang penambahan negara budak baru.

Meskipun demikian, Amerika Serikat berubah pikiran dan memulai prosedur aneksasi (pengambilan tanah dengan paksa untuk disatukan dengan tanah sendiri) Texas setelah terpilihnya Polk pada tahun 1844. Ia mengkampanyekan bahwa Texas harus dianeksasi ulang dan wilayah Oregon harus diduduki kembali.

James Polk, aktor utama di balik Perang Meksiko-Amerika
James Polk, aktor utama di balik Perang Meksiko-Amerika

Selain kedua wilayah itu, Polk juga mengincar  California, New Mexico dan sisanya yang saat ini dikenal sebagai wilayah barat daya AS.

Polk sempat mencoba membeli wilayah-wilayah tersebut, namun tawarannya sebesar 30 juta dollar AS ditolak oleh Meksiko. Akibat penolakan ini, ia mulai memancing peperangan dengan menggerakkan pasukan AS ke zona sengketa antara Rio Grande dan Sungai Nueces yang sebelumnya diakui oleh kedua negara sebagai bagian dari negara bagian Coahuila, Meksiko.

Perang Meksiko-Amerika Dimulai

perang meksiko-amerika
Wilayah Meksiko sebelum invasi Amerika Serikat

Meksiko dikenal sangat melindungi wilayahnya dan bahkan sempat memperingatkan Amerika agar tidak mencoba melakukan aneksasi. Oleh sebab itu, ketika pasukan Amerika Serikat mulai bergerak memasuki kawasan Rio Grande, militer Meksiko segera meresponnya.

Pada tanggal 25 April 1846, kavaleri Meksiko menyerang sekelompok tentara AS yang dikomandoi Jenderal Zachary Taylor di zona yang disengketakan. Serangan itu menewaskan sekitar selusin pasukan AS.

Mereka kemudian mengepung benteng Amerika di sepanjang Rio Grande. Dihadapkan dengan pengepungan, Taylor memanggil bala bantuan. Dengan bantuan senapan dan artileri superior, mereka mampu mengalahkan pasukan Meksiko di pertempuran Palo Alto dan Resaca de la Palma.

Setelah pertempuran itu, Polk mengatakan kepada Kongres AS bahwa kesabarannya telah habis. Ia ingin mengalahkan Meksiko, sebelum tetangganya itu mulai memasuki wilayah Amerika Serikat. Dua hari kemudian, pada 13 Mei 1846 , Kongres secara resmi menyatakan perang, meskipun ada tentangan dari beberapa anggota parlemen, perang tetap terjadi.

Sementara di lain pihak, tidak ada pernyataan perang resmi yang pernah keluar dari Pemerintah Meksiko.

Pergerakan Tentara Amerika Serikat

Pada saat itu, hanya sekitar 75.000 warga Meksiko tinggal di utara Rio Grande. Akibatnya, pasukan AS yang dipimpin oleh Kolonel Stephen W. Kearny dan Commodore Robert F. Stockton mampu menaklukkan tanah tersebut dengan korban pasukan seminimal mungkin. Taylor juga hanya mengalami sedikit kesulitan saat merebut Monterrey pada bulan September.

Di tengah sengitnya perang, mantan presiden dan jenderal  Meksiko, Anonio Lopez de Santa Anna yang tengah diasingkan di Kuba menghubungi Polk.  Santa Anna meyakinkan Polk jika ia diizinkan untuk kembali ke Meksiko, ia akan mengakhiri perang dengan syarat-syarat yang menguntungkan bagi Amerika Serikat. Polk setuju dengan ide tersebut, sehingga ia segera mengirimkan kapal untuk membawa Santa Anna dari Kuba ke Meksiko.

Antonio Lopez de Santa Anna, mantan diktator yang berkiprah kembali di Perang Meksiko-Amerika

Akan tetapi ketika tiba di Meksiko, ia justru menjadi musuh baru Polk dengan mengambil kendali atas tentara Meksiko dan memimpinnya ke dalam pertempuran. Pada Pertempuran Buena Vista pada Februari 1847, banyak pasukan Santa Anna yang gugur sehingga ia dipaksa untuk mundur.

Meskipun kalah dalam pertempuran, ia justru mengambil bagian dalam pemilihan presiden Meksiko pada bulan berikutnya.

Sementara itu, pasukan AS yang dipimpin oleh Jenderal Winfield Scott mendarat di Veracruz dan mengambil alih kota. Mereka kemudian mulai berbaris menuju Mexico City, yang pada dasarnya mengikuti rute yang sama yang dilalui Hernán Cortés ketika ia menyerang kerajaan Aztec.

Orang-orang Meksiko memberikan perlawanan di Cerro Gordo dan di tempat lain, tetapi selalu dapat dikalahkan. Pada bulan September 1847, Scott berhasil mengepung Kastil Chapultepec Kota Meksiko. Selama pengepungan itu, sekelompok kadet sekolah militer yang disebut niños héroes konon melakukan bunuh diri daripada menyerah.

Akhir Perang Meksiko-Amerika Serikat: Perjanjian Guadalupe Hidalgo

perang meksiko-amerika
Pasukan Amerika menduduki Mexico City pada 1847

Serangan gerilya orang-orang Meksiko terhadap pasukan AS terus berlanjut, tetapi akhir dari perang sudah terlihat. Santa Anna telah mengundurkan diri dan Amerika Serikat menunggu pemerintah baru yang mampu melakukan negosiasi. Dengan demikian Amerika Serikat dapat dikatakan telah memenangkan peperangan.

Akhirnya, pada 2 Februari 1848, Perjanjian Guadalupe Hidalgo ditandatangani. Perjanjian ini menyepakatai Rio Grande (SebelumnyaSungai Nueces) sebagai perbatasan baru AS-Meksiko. Selain  itu, Meksiko juga mengakui aneksasi AS di Texas, serta setuju untuk menjual California dan wilayahnya yang tersisa di sebelah utara Rio Grande sebesar $ 15 juta. Nantinya wilayah yang dibeli itu menjadi negara bagian California, New Mexico, Nevada, Utah, Arizona, Colorado, Wyoming, Oklahoma dan Kansas.

Perang selama 26 bulan tersebut harus dibayar mahal. Dari 79.000 tentara Amerika yang ikut serta, 13.200 tewas selama perang. Sebagian besar adalah korban penyakit seperti disentri, demam kuning, malaria dan cacar. Di lain pihak, Meksiko juga kehilangan banyak pasukan, sebagian besar sejarawan memperkirakan sebanyak 25.000 tentara dan warga sipil menjadi korban jiwa.

BIBLIOGRAFI

Eisenhower, John S.D. 1989. So Far from God: The U.S. War With Mexico, 1846-1848. New York: Random House.

Douglas Meed. 2002. The Mexican War 1846-1848. Oxford: Osprey Publishing.

Greenberg, Amy S. 2012. A Wicked War: Polk, Clay, Lincoln, and the 1846 U.S. Invasion of Mexico. New York: ALFRED A. KNOPF.

Similar Posts:

Share the Knowledge!

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *