World History

Perjuangan Che Guevara Melawan Imperialisme di Amerika Latin

Share the knowledge!
Share on Facebook0Share on Google+0Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn0Pin on Pinterest0Email this to someoneShare on Tumblr0Share on Reddit0

Revolusioner kelahiran Argentina Ernesto Che Guevara terkenal di seluruh dunia atas komitmennya membela keadilan sosial internasional selama pertengahan abad ke-20. Meskipun ia dibenci dan dicintai karena taktik perang gerilnya yang dianjurkannya di Kuba, Kongo, dan Bolivia, tulisannya terus menawarkan wawasan tentang sejarah dunia dari perspektif seorang internasionalis.

Orang-orang mengidentifikasikannya dengan rasa keadilan sosial, idealisme, dan pemberontakan. Seorang Argentina yang berjuang untuk kemerdekaan di Kuba, Kongo, dan Bolivia. Guevara adalah perwakilan manusia baru tanpa negara yang berkomitmen pada sosialisme internasional. Kritik kapitalisme dan imperialisme yang diterbitkannya mencerminkan pemahaman bahwa kedua masalah dan solusi abad ke-20 ini bersifat global.

Latar Belakang Perjuangan Che Guevara

Ernesto Che Guebara lahir di Rosario, Argentina pada 1928. Ia belajar di rumah sampai usia 9 tahun, karena sakit asma yang parah. Sepanjang hidupnya, ia gemar membaca dan pada masa dewasa, ia memiliki pengetahuan tentang subjek yang mencakup sastra, puisi Amerika Latin, dan Spanyol, filsafat eksistensialis Prancis, Marxisme, psikologi, dan arkeologi.

Pada bulan Desember 1952, Guevara beristirahat selama delapan bulan dari sekolah kedokteran untuk pergi ke Amerika Selatan bersama seorang teman. Dalam perjalanannya ia menyaksikan kondisi umum masyarakat adat di seluruh Amerika Selatan dan secara khusus tergerak oleh kondisi penambang tembaga di Chili. Ia menghubungkan masalah ekonomi Amerika Latin dengan penetrasi besar oleh perusahaan asing.

Setelah lulus pada tahun 1953, Guevara melanjutkan perjalanannya ke ibu kota Guatemala, di mana Presiden Jacobo Arbenz menentang klaim United Fruit Company milik Amerika Serikat di tanah subur Guatemala. Di tempat ini Guevara bertemu Hilda Gadea, seorang aktivis Perus yang mengenalkannya dengan gagasan Mao Zedong. Bersama-sama mereka menyaksikan kudeta yang disponsoru oleh C.I.A untuk menggulingkan Arbenz pada 1954, sekaligus menjatuhkan Guatemala ke dalam masa kekerasan politik selama 4 dekade.

Kudeta Guatemala semakin meyakinkan Guevara bahwa masalah utama Amerika Latihan di tahun 1950-an adalah “Imperialisme Yankee”. Imperialisme ini dipahaminya sebagai kekuatan politik, militer, dan ekonomi gabungan yang dibuat oleh pembuat kebijakan dan perusahaan A. S serta kolaborator lokal mereka atas ekonomi kawasan Amerika Latin. Hal ini juga meyakinkannya bahwa revolusi bersenjata akan dibutuhkan untuk mengatasi masalah di sebagian besar Amerika Latin.

Perjuangan di Kuba

Che Guevara
Che Guevara

Guevara dan Gadea berpisah pascajatuhnya pemerintahan Guatemala, keduanya mencari perlindungan di kedutaan nasional masing-masing. Namun, secara kebetulan mereka bertemu kembali di Mexico City dan memutuskan untuk menikah.

Di Mexico City ini lah Guevara bertemu dengan Fidel Castro, yang baru saja gagal menggulingkan kediktatoran Fulgencio Batista pada tahun 1953. Setelah menjalani hukuman penjara kurang dari dua tahun, Castro dan orang-orang buangan Kuba lainnya bertemu kembali di Meksiko City. Pertemuan tersebut membangun hubungan antara Vsdtro dan Guevara.

Orang-orang buangan ini berbagi kepada Guevara mengenai perhatian mereka atas kekuatan Amerika Serikat  yang menyelimuti Amerika Latin dan berencana melakukan perlawanan. Akhirnya, pada 25 November 1956, delapan puluh satu orang Kuba dan Guevara melancarkan invasi mereka ke Kuba.

Awalnya, Guevara dipercaya sebagai dokter di dalam kelompok tersebut, namun ia juga membuktikan diri sebagai pejuang gerilyan yang sangat baik, dan mendapatkan peringkat tertinggi di antara para pemberontak.

Pada bulan Januari 1958, ia dan rekan-rekan seperjuangannya berhasil masuk ke Havana yang sekaligus menandai kemenangan kekuatan revolusioner di Kuba.

Selama perang, Guevara mendirikan sebuah sekolah untuk mengajarkan pejuang gerilya untuk membaca, mencetak pamflet, dan menggunakan stasiun radio. Di Kuba, ia bertemu Aleida March yang menjadi istri keduanya. Ia kemudian menerbitkan sejarah resmi pertama Revolusi Kuba dan mempopulerkan perang gerilyah foco, yang berpendapat bahwa kelompok kecil individu yang berkomitmen dapat menciptakan kondisi untuk revolusi dalam skala yang lebih luas.

Setelah perang, Guevara menjabat sebagai menteri industri dan kepala bank nasional. Namun, banyak publikasi, pidatonya dikenal di seluruh dunia sebagai wajah Revolusi Kuba membuatnya menjadi selebritis yang dicintai dan dibenci.

Sebagai prototipe manusia baru,Guevara termotivasi oleh insentif moral dan berharap bisa menghilangkan uang. Ia juga mendorong kerjasama internasional untuk membangun masyarakat sosialis. Guevara mewakili Marxisme humanis, menawarkan kemungkinan baru bagi komunis yang menentang Stalinisme.

Akhir Perjuangan Guevara

Walaupun dikenal sebagai seorang birokrat yang tekun, posisi itu tidak sesuai dengan dirinya. Pada tahun 1965, Guevara menghilang dari Kuba. Ia dengan tenang mengorganisir sebuah perang gerilya untuk kemerdekaan di Kongo.

Kendati meninggalkan kewarganegaraan Kubanya  dalam sebuah surat perpisahan dengan Castro, Guevara kembali ke Kuba pada bulan Maret 1966.

Selanjutnya ia meluncurkan kampanye gerilya terakhir yang gagal, dengan harapan dapat menginspirasi sebuah revolusi petani di Bolivia. Gerilyawannya bertempur dalam pertempuran terakhir mereka pada tanggal 8 Oktober 1967 melawan tentara Bolivia yang bekerja sama degnan C.I.A. Dalam pertempuran tersebut Guevara ditangkap dan dieksekusi keesokan harinya.

Kontroversi meliputi metode revolusioner yang diwariskan Guevara, namun analisisnya tentang imperialisme sebagai cara untuk memahami masa lalu dan masa kini menawarkan wawasan tentang sejarah dunia dari perspektif internasionalis, dan bukan berkomitmen pada negara/bangsa. Ide dan pengorbanannya terus mengilhami gerakan keadilan sosial. Sementara tempat Guevara dalam sejarah dunia sebagai revolusioner global akan selalu dikenang. Sementara kontribusinya sebagai pemikir sosial dan politik terus berlanjut.

Share the knowledge!
Share on Facebook0Share on Google+0Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn0Pin on Pinterest0Email this to someoneShare on Tumblr0Share on Reddit0

No Comments Found

Leave a Reply