Sejarah Perkembangan HAM

Sejarah Perkembangan HAM

Share the knowledge!
Share on Facebook0Share on Google+0Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn0Pin on Pinterest0Email this to someoneShare on Tumblr0Share on Reddit0

human rights

Seperti yang telah kita ketahui bersama, bahwa hak asasi manusia (HAM) sangat berperan penting dalam kehidupan manusia di dalam suatu negara. Karena berlandaskan HAM, manusia bisa memperoleh hak mereka sebagai warga negara yang layak diperlakukan secara adil dan manusiawi. Hak asasi Manusia telah melekat dalam diri manusia sejak mereka lahir. Latar belakang sejarah hak asasi manusia, pada hakikatnya muncul karena adanya inisiatif dalam diri manusia terhadap harga iri dan martabatnya, sebagai akibat tindakan sewenang-wenang dari penguasa, penjajahan, perbudakan, ketidakadilan, dan kezaliman. Proses perkembangan hak asasi manusia berjalan secara perlahan. Perkembangan hak asasi manusia dimulai sudah sejak zaman dahulu.

Hak asasi manusia adalah hak-hak yang dimiliki oleh seseorang sejak ia dalam kandungan. Menurut Musthafa Kemal Pasha, hak asai manusia ialah hak-hak dasar yang dibawa manusia sejak lahir yang melekat pada esensinya sebagai anugerah Allah SWT. Ada pendapat lain yang menyatakan bahwa hak asasi manusia yaitu hak-hak dasar yang dibawa sejak lahir dan melekat dengan potensinya sebagai makhluk dan wakil Tuhan. Dalam Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia, disebutkan bahwa hak asasi manusia adalah seperangkat hak yang melekat pada hakikat dan keberadaan manusia sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa dan merupakan anugerah-Nya yang wajib dihormati, dijunjung tinggi dan dilindungi oleh negara hukum, pemerintahan, dan setiap orang demu kehormatan serta perlindungan harkat dan martabat manusia. Hak asasi manusia telah diperjuangkan sejak abad ke-13 di Inggris. Inggris merupakan negara pertama di dunia yang memperjuangkan hak asasi manusia.

Hak asasi manusia tidak lahir secara mendadak seperti dalam universal declaration of human right 10 desember 1948, namun melalui suatu proses yang cukup panjjang dalam sejarah peradaban manusia. Upaya konseptualisasi hak-hak asasi manusia jauh sebelumnya telah muncul di tengah-tengah masyarakat umat manusia, baik di barat maupun di timur meskipun upaya tersebut bersifat lokal, partial dan sporadikal.

Sejarah Perkembangan Hak Asasi Manusia

Proses perkembangan Hak Asasi Manusia berjalan secara perlahan. Sejarah perkembangan hak asasi manusia dimulai dari masa sejarah. Perkembangannya dimulai dari masa Nabi Musa, tahun 6000 SM, yang memperjuangkan untuk membebaskan umat Yahudi dari perbudakan. Kemudian perjuangan Nabi Muhammad saw. untuk membebaskan bayi-bayi perempuan dan wanita dari penindasan kaum Quraisy. Selain itu, sejarah perkembangan hak asasi manusia lainnya antara lain :

1. Sejarah hak asasi manusia di Yunani Kuno
Sejarah hak asasi manusia di Yunani yaitu oleh filsuf Yunani, Socrates dan Plato yang meletakkan dasar bagi perlindungan dan jaminan diakuinya hak-hak asasi manusia. Mereka mengajarkan kepada masyarakat untuk melakukan sosial kontrol kepada para penguasa yang zalim dan tidak mengakui nilai-nilai keadilan dan kebenaran. Plato mengajarkan kepada warga polisnya bahwa kesejahteraan bersama akan tercapai apabila setiap warga melaksanakan hak dan kewajibannya masing-masing.

2. Sejarah hak asasi manusia di Inggris
Inggris disebut sebagai negara pertama yang memperjuangkan hak-hak asasi manusia karena tonggak pertama kemenangan hak-hak asasi manusia terjadi di Inggris. Perjuangan hak-hak asasi manusia tampak dari beberapa dokumen, sebagai berikut:
a. Piagam “Magna Charta”
Piagam Magna Charta atau piagam Agung dicetuskan pada tahun 1215. Munculnya piagam ini berawal dari pergantian Raja Richard ke Raja John. Raja Richard dikenal sebagai raja yang adil dan bijaksana. Sementara pada masa pemerintahan Raja John terjadi kesewenangan terhadap rakyat. Hal ini menimbulkan rasa ketidakpuasan dari rakyat dan kaum bangsawan yang kemudian berhasil membuat perjanjian yang disebut dengan Piagam Magna Charta. Piagam ini membatasi kekuasaan Raja John. Prinsip dasar Piagam Magna Charta adalah memuat pembatasan kekuasaan raja dan hak asasi manusia lebih penting daripada kedaulatan raja. Isi Piagam Magna Charta, yaitu:
• Raja beserta keturunannya berjanji akan menghormati kemerdekaan, hak, dan kebebasan Gereja Inggris
• Raja berjanji kepada rakyat yang bebas untuk memberikan hak-hak sebagai berikut:
– Para petugas keamanan dan pemungut pajak akan menghormati hak-hak rakyat.
– Polisi atau jaksa tidak dapat menuntu seseorang tanpa bukti dan saksi yang sah.
– Seseorang yang bukan budak tidak akan ditahan, ditangkap, dinyatakan bersalah tanpa perlindungan negara dan tanpa alasan hukum sebagai dasar tindakannya.
– Apabila seseorang tanpa perlindungan hukum sudah terlanjur ditahan, raja berjanji akan mengoreksi kesalahannya.
b. Piagam “Penition of Rights”
Piagam ini dicetuskan pada tahun 1628. Piagam ini berisi tentang hak-hak rakyat dan jaminannya. Hak-hak tersebut adalah:
1. Pajak dan pungutan istimewa harus disertai persetujuan,
2. Warga negara tidak boleh dipaksakan menerima tentara di rumahnya,
3. Tentara tidak boleh menggunakan hukum perang dalam keadaan damai.
c. Undang-Undang Habeas Corpus Act
Undang-undang ini dibuat tahun 1679. Isi undang-undang Habeas Corpus Act yaitu:
1. Seseorang yang ditahan harus segera diperiksa dalam waktu dua hari setelah penahanan.
2. Alasan penahanan seseorang harus disertai dengan bukti yang sah menurut hukum.
d. Undang-undang Bill of Rights
Undang-undang Bill of Rights dibuat pada tahun 1689. Undang-undang ini berisi tentang:
1. Kebebasan dalam pemilihan anggota parlemen.
2. Kebebasan berbicara dan mengeluarkan pendapat.
3. Pajak, undang-undang, dan pembentukan tentara tetap harus seizin parlemen.
4. Hak warga negara untuk memeluk agama menurut kepercayaan masing-masing.
5. Parlemen berhak untuk mengubah keputusan raja.

3. Sejarah hak asasi manusia di Perancis
Perjuangan hak-hak asasi manusia di Perancis diawali oleh Rousseau. Puncak perjuangan hak-hak asasi manusia ketika terjadi Revolusi Perancis tahun 1780. Dalam Revolusi Perancis ditetapkan suatu naskah yaitu Declaration des Droits de L’homme et Du Citoyen (pernyataan mengenai hak-hak asasi manusia dan warga negara) yang merupakan pernyataan ketidakpuasan terhadap pemerintahan Raja Louis XVI. dalam naskah tersebut dinyatakan bahwa hak asasi manusia ialah hak-hak alamiah yang dimiliki manusia menurut kodratnya, yang tidak dapat dipisahkan daripada hakikatnya dan karena itu bersifat suci.

4. Sejarah hak asasi manusia di Amerika
Perjuangan hak asasi manusia di Amerika didasari oleh pemikiran John Locke, yaitu tentang hak-hak alam

Hak Asasi Manusia dalam Pancasila

Hak Asasi Manusia dalam Pancasila terdapat dalam lima sila Pancasila. Nilai yang terkandung dalam lima sila Pancasila, yaitu: 1. Nilai religius, 2. Nilai kemanusiaan, 3. Nilai persatuan, 4. Nilai kerakyatan, dan 5. Nilai keadilan.
Sila pertama Pancasila yaitu Ketuhanan yang Maha Esa. Sila pertama Pancasila bermakna nilai religius. Menurut Harkristuti Harkrisnowo, kerangka pikiran utama yang dapat ditarik dari sila pertama Pancasila ini adalah:
a. Negara berkewajiban untuk menjamin hak dan kebebasan dasar pada setiap individu untuk beragama secara bebas.
b. Ketentuan perundang-undangan harus selalu mengacu pada nilai-nilai ketuhanan yang universal.
c. Semua individu dalam negara memiliki hak asasi untuk memilih dan menjalankan ibadahnya sesuai dengan kepercayaannya, dan tidak ada yang bisa memaksanya dalam hal tersebut.
Sila kedua Pancasila yaitu kemanusiaan yang adil dan beradab. Sila kedua Pancasila ini mengandung nilai-nilai kemanusiaan yang mengakui adanya harkat dan martabat manusia, mengakui bahwa semua manusia adalah bersaudara, mengakui bahwa setiap manusia berhak diperlakukan nsecara adil, dan pengakuan bahwa setiap manusia wajib mengembangkan kehidupan bersama yang semakin berbudaya. Pokok-pokok pikiran yang terkandung dalam sila kedua Pancasila ini adalah:
a. Menempatkan manusia sesuai dengan hakikatnya sebagai makhluk Tuhan.
b. Menjunjung tinggi kemerdekaan sebagai hak segala bangsa.
c. Mewujudkan keadilan dan peradaban yang tidak lemah.
Sila ketiga Pancasila yaitu Persatuan Indonesia. Nilai yang terkandung dalam sila ketiga ini adalah nilai persatuan.
Sila keempat yaitu kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan. Makna yang terkandung dalam sila keempat adalah nilai kerakyatan. Hak-hak asasi yang terkandung dalam sila keempat adalah menghargai hak setiap warga negara untuk bermusyawarah secara mufakat tanpa adanya paksaa atau tekanan.
Sila kelima yaitu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Nilai yang terkandung dalam sila ini adalah nilai keadilan. Pokok pikiran yang terdapat dalam sila kelima ini adalah kemakmuran yang merata bagi seluruh rakyat dalam arti dinamis dan meningkat, seluruh kekayaan alam dan sebagainya dipergunakan bagi kebahagiaan bersama menurut potensinya masing-masing, melindungi yang lemah agar kelompok warga masyarakat dapat bekerja sesuai dengan bidangnya.

Macam-macam Hak Asasi Manusia

Ada beberapa macam hak asasi manusia, yakni :
a. Hak asasi manusia menurut UUD 1945, yaitu:
1. Hak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak.
2. Berhak untuk hidup dan mempertahankan hidup.
3. Setiap orang berhak atas perlindungan diri pribadi, keluarga, kehormatan, martabat, dan harta benda yang di bawah kekuasaannya, serta berhak atas rasa aman dan perlindungan dari ancaman ketakutan untuk berbuat atau tidak berbuat sesuatu yang merupakan hak asasi.
4. Berhak berserikat, berkumpul serta mengeluarkan pikiran.
5. Berhak membentuk keluarga dan melanjutkan keturunan melalui perkawinan.
6. Berhak mendapatkan pendidikan, ilmu pengetahuan dan teknologi, seni dan budaya demi meningkatkan kualitas hidupnya demi kesejahteraan manusia.
7. Setiap orang berhak atas status kewarganegaraan.
8. Setiap orang berhak atas kebebasan meyakini kepercayaan, menyatakan pikiran dan sikap, sesuai dengan hati nuraninya.

b. Hak asasi manusia berdasarkan Universal Declaration of Human Right 1948, yaitu :
1. Hak untuk hidup.
2. Hak untuk kemerdekaan dan keamanan badan.
3. Hak untuk diakui kepribadiannya menurut hukum.
4. Hak untuk memperoleh perlakuan yang sama dengan orang lain menurut hukum.
5. Hak untuk mendapat jaminan hukum dalam perkara pidana.
6. Hak untuk masuk dan keluar wilayah suatu negara.
7. Hak untuk mendapat hak milik atas benda.
8. Hak untuk bebas untuk mengutarakan fikiran dan perassan.
9. Hak untuk bebas memeluk agama serta mempunyai dan mengeluarkan pendapat.
10. Hak untuk berapat dan berkumpul.
11. Hak untuk mendapatkan jaminan sosial.
12. Hak untu mendapatkan pekerjaan.
13. Hak untuk berdagang.
14. Hak untuk mendapatkan pendidikan.
15. Hak untuk turut serta dalam gerakan kebudayaan dalam masyarakat.
16. Hak untuk menikmati kesenian dan turut serta dalm kemajuan keilmuan.

Contoh-contoh pelangaran HAM dan upaya penegakan HAM

Ada banyak pelanggaran HAM di Indonesia, baik yang dialakukan pemerintah, aparat keamanan, maupun masyarakat. Salah satu contoh pelanggaran ham oleh pemerintah atau aparat keamanan yaitu kasus marsinah. Kasus ini berawal dari unjukrasa dan pemogokan yang dilakukan buruh PT CPS pada tanggal 3 sampai 4 mei 1993. Akibat aksi ini 13 buruh di PHK (putus hubungan kerja). Marsinah menuntut dicabutnya phk yang menimpa kawan-kawannya. Tanggal 5 mei 1993 marsinah menghilang dan pada 9 mei 1993 ia di temukan tewas dengan kondisi yang mengenaskan di hutan wilanggan, nganjuk.

DAFTAR PUSTAKA

Brownlie, Ian., 1993, Dokumen-dokumen Pokok Mengenai Hak Asasi Manusia, Jakarta: UI-Press.
Kaelan, 2001, Pendidikan Pancasila, Yogyakarta: Paradigma.
Sunarso dkk., 2008, Pendidikan Kewarganegaraan, Yogyakarta: UNY Press.
Winarno, 2008, Paradigma Baru Pendidikan Kewarganegaraan, Jakarta: Bumi Aksara.
SEJARAH HAK ASASI MANUSIA
http://royalcloud.blogspot.com/2012/04/makalah-pancasila-dan-hak-asasi-manusia.html

Share the knowledge!
Share on Facebook0Share on Google+0Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn0Pin on Pinterest0Email this to someoneShare on Tumblr0Share on Reddit0

One thought on “Sejarah Perkembangan HAM

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *