Sejarah LDK, KAMMI, dan HTI Chapter Kampus


Share the knowledge!
Share on Facebook3Share on Google+0Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn0Pin on Pinterest0Email this to someoneShare on Tumblr0Share on Reddit0

Masa Orde Baru pada kenyataannya begitu mengekang kebebasan berpendapat mahasiswa, gerakan-gerakan mahasiswa bahkan sampai dibatasi dan diawasi secara ketat. Keadaan yang seperti ini membuat gerakan-gerakan organisasi mahasiswa menjadi sulit berkembang. Demikian juga yang dialami gerakan mahasiswa Muslim, mereka hanya dapat memusatkan kegiatannya di sekitar masjid-masjid kampus karena ketatnya pengawasan dari pemerintah.

Setelah runtuhnya Orde Baru, seakan angin segar berhembus di Indonesia. Mulai bermunculan gerakan-gerakan yang membawa semangat revivalisme Islam di berbagai lapisan masyarakat. Di level politik negeri, bermunculan partai-partai Islam yang secara umum menandai euforia politik Islam. Begitu juga di lingkungan kampus, mulai bermunculan organisasi-organisasi Islam yang banyak dipengaruhi oleh ideologi trans-nasional. Pada artikel ini akan dibahas, mengenai 3 organisasi Islam di lingkungan kampus, yaitu : Lembaga Dakwah Kampus (LDK), Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI), dan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Chapter Kampus.

  1. Lembaga Dakwah Kampus

  Lembaga Dakwah Kampus (LDK) adalah sebuah organisasi kemahasiswaan  intra kampus yang terdapat di tiap-tiap perguruan tinggi di Indonesia. Organisasi ini bergerak dengan Islam sebagai asasnya. Pada pertengahan tahun 80-an ketika kebijakan orde baru menghapus kegiatan politik mahasiswa di kampus dengan NKK/BKK-nya, muncul geliat keislaman yang berpusat di masjid-masjid kampus yang awalnya dalam bentuk kelompok-kelompok kecil yang berdiskusi seputar keislaman.

Adanya tekanan terhadap umat Islam, ditambah dengan kebangkitan Islam di negara-negara timur tengah pada masa itu juga turut mempengaruhi geliat keislaman mahasiswa kala itu, kelompok kecil ini kemudian berkembang menjadi kegiatan rutin yang melembaga. Sehingga bermunculan LDK berbasis masjid dengan berbagai nama, seperti Salam UI, Salman ITB, dll. Baik dalam bentuk sayap kegiatan masjid atau mushola kampus, unit kegiatan kemahasiswaan di bawah universitas atau lembaga semi otonom di bawah Bemu bahakan ada pula yang masih kegiatan kampus.

Dari keseluruhan program LDK berbasis masjid ini , dapat diperhatikan tekanannya yang dititik beratkan pada aspek pendidikan. Program pembinaan serta pendalaman keislamann untuk berbagai kategori kelompok sasaran, muali dari anak-anak, remaja, pelajar, mahasiswa, ibu rumah tangga,dan kaum bapak pada khutbah-khutbah jum’at menunjukan tekanan program LDK ini pada bidang pendidikan. Tujuannya adalah untuk membentuk pribadi-pribadi muslim yang memiliki dasar iman, etika dan moralitas Islam.[1]

LDK semakin berkembang setelah reformasi 98 dimana terbuka bebasnya aktivitas mahasiswa, membuat semakin berkembangnya kegiatan-kegiatan ekstra mahasiswa termasuk LDK. Sehingga kegiatan-kegiatan Islam pun menemukan tempatnya di kampus.

Pola dan gerak LDK yang berkembang saat ini memiliki berbagai macam pola dan landasan. Ada yang mengikuti pola-pola gerakan para pemikir Islam seperti Hasan al Banna, atau para salafus shalih, ada yang berbasis organisasi kemahasiswaan seperti HMI, IMM, PMII atau pun KAMMI, bahkan ada pula yang bergerak tanpa pola pembinaan yang jelas.

Satu hal yang patut dicatat di sini adalah bahwa gerakan LDK ini juga dipengaruhi oleh banyak kepentingan. Ismail Yusanto aktivis LDK Jamaah Shalahuddin yang sejak awal 80-an sudah agak condong ke Hizbut Tahrir juga berusaha membawa LDK ke arah HT.17 Beberapa alumni universitas di Saudi Arabia juga ingin mempengaruhi dan membawa LDK ke arah salafi puritan.18 Namun dalam perjalanannya, pengaruh gerakan Islam tarbiyah ala Ikhwanul Muslimin (IM) Mesir yang lebih dominan. Di sini tampak bahwa LDK yang ada di berbagai kampus pada sejak tahun 1980-an merupakan cikal bakal berdirinya berbagai gerakan Islam kampus lain yaitu KAMMI dan juga kemudian HTI.[2]

LDK saat ini sejatinya adalah lembaga atau institusi yang berada di kampus yang menjadikan dakwah sebagai aktivitas utamanya. Karena pada dasarnya LDK merupakan gerakan mahasiswa Islam yang berbasis sosial dan moral. Pada intinya Lembaga Dakwah Kampus (LDK) merupakan sumber rekruitmen generasi Islam Intelektual-Mandiri yang secara tidak langsung mendukung suksesnya perkembangan Islam, Ilmu pengetahuan, dan teknologi.

  • Terdapat beberapa tahapan untuk menjadi anggota LDK, antara lain :
  1. Perkenalan ( ta’aruf )
  2. Pembentukan ( takwin )
  3. Penataan / Pengorganisasian ( Tandzhim )
  4. Mentor ( pembina )
  5. Penentu kebijakan strategis ( syura )
  6. Pelaksana operasional ( teknis )
  7. Akademik
  8. Eksekusi dan peralihanobjek kaderisasi menjadi subjek kaderisasi ( Tanfidzh )
  • Kedudukan LDK

  1. LDK sebagai pembinaan Umat. Dalam hal ini, LDK memiliki kedudukan strategis mengingat jangkauannya untuk melakukan aktifitas pembinaan umum kepada sivitas  akademika secara luas dan masyarakat sekitar kampus.
  2. LDK sebagai Artikulato LDK dapat berperan sebagai penyambung aspirasi umat, baik dalam hal menyerukan yang ma’ruf maupun menghilangkan yang munkar.
  3. LDK sebagai Mediato LDK dapat berperan sebagai mediator antara umat pada satu sisi agar aspirasinya kesampaian, dengan pengambil keputusan di pihak lain.
  4. LDK sebagai Fasilitator. Dengan ide, akses, fasilitas yang dimiliki, LDK dapat berperan sebagai fasilitator dalam berbagai kegiatan demi tercapainya aspirasi umat, baik dalam kegiatan artikulasi, mediasi ataupun aksi.
  1. Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI)
    suara-jakarta-logo-kammi

   Organisasi mahasiswa Muslim ini lahir di era reformasi tanggal 29 Maret 1998 di Malang. KAMMI muncul sebagai salah satu kekuatan alternatif Mahasiswa yang berbasis mahasiswa Muslim dengan mengambil momentum pada pelaksanaan Forum Silahturahmi Lembaga Dakwah Kampus (FS-LDK) X se-Indonesia yang diselenggarakan di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM).

Acara ini dihadiri oleh 59 LDK yang berafiliasi dari 63 kampus (PTN-PTS) diseluruh Indonesia. Jumlah peserta keseluruhan kurang lebih 200 orang yang notabenenya para aktivis dakwah kampus. Lebih detailnya KAMMI lahir pada ahad tanggal 29 Maret 1998 pukul 13:00 wib atau bertepatan dengan tanggal 1 Dzulhijah 1418 H, yang kemudian dituangkan dalam naskah Deklarasi Malang.

KAMMI lahir didasari sebuah keprihatinan yang mendalam terhadap krisis nasional tahun 1998 yang melanda Indonesia. Krisis kepercayaan terutama pada sektor kepemimpinan telah membangkitkan kepekaan para pimpinan aktivis dakwah kampus di seluruh Indonesia yang saat itu berkumpul di UMM – Malang.[3]

Pemilihan Nama

Pemilihan nama Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) mengandung makna pada beberapa hal yaitu :

  • KAMMI adalah sebuah kekuatan terorganisir yang menghimpun berbagai elemen Mahasiswa Muslim baik perorangan maupun lembaga yang sepakat bekerja dalam format proyek gerakan bersama KAMMI.
  • KAMMI adalah sebuah gerakan yang berorientasi kepada aksi real dan sistematis yang dilandasi gagasan konsepsional yang berdasar AL-Qur’an dan Sunnah mengenai reformasi dan pembentukan masyarakat Islami (berperadaban).
  • Kekuatan inti KAMMI adalah kalangan mahasiswa pada berbagai stratanya yang memiliki komitmen perjuangan keislaman dan kebangsaan yang jelas dan benar.
  • Visi gerakan KAMMI dilandasi pemahaman akan realitas bangsa Indonesia dengan berbagai kemajemukannya, sehingga KAMMI akan bekerja untuk kebaikan dan kemajuan bersama rakyat, bangsa dan tanah air Indonesia.Logo KAMMI

Tafsir lambang KAMMI pertama kali di bahas di Muktamar Lampung. Pembuat draft tafsir lambang KAMMI adalah Yuli Widy Astono, ketika itu masih menjabat ketua KAMMI Bogor.

  • Warna Dasar Putih melambangkan kesucian.
  • Globe Warna Biru Laut melambangkan da’wah universal yang mencakup bumi Allah di manapun kita berada.
  • Tangan Kanan yang Mengangkat Globe melambangkan da’wah KAMMI menggunakan kekuatan dalam mengemban da’wah ini.
  • Lima Bunga Mawar Warna Merah yang Mengelilingi Tangan melambangkan kelembutan dalam berda’wah dan jumlah Lima Kuntum Bunga Mawar melambangkan Rukun Islam.
  • Gradasi Warna Hijau melambangkan tahapan – tahapan da’wah KAMMI dalam membumikan ajaran Islam di Bumi Allah.[4]

Jumlah Organisasi KAMMI

Sampai saat ini KAMMI terdiri dari 17 KAMMI Wilayah, 72 KAMMI Daerah, 500 komisariat di seluruh propinsi di Indonesia, dan 3 KAMMI Luar Negeri.

Model Kaderisasi KAMMI:

  • Kaderisasi KAMMI sebagai bentuk piramida yang sudah dituangkan dalam manhaj kaderisasi terdiri dari AB1, AB2 dan AB3 sebagai lulusan dari Daulah Markhalah1, Daulah Markhalah 2, dan Daulah Markhalah 3
  • Bacaan dalam mantuba untuk membentuk pemahaman awal sudah sangat mumpuni.
  • Model pembinaan disini ialah, model yang berdasarkan pada spesifikasi ataupun minat kader. Misalnya, ketika ada kader berminat terhadap kewirusahaan, model pembinaan kader pun disesuaikan dengan minat mereka. Materi dan instrumen Kajian rutin tiap minggu (MKK) dan kajian per kelompok kecil (MK Khos) dibalut sesuai dengan minat kader.
  1. Hizbut Tahrir Indonesia (Chapter Kampus) hti4

  Pada dekade 1980-an, beberapa organisasi Internasional mulai berkembang  di Indonesia, seiring dengan berdirinya Hizbut Tahrir berskala Internasional, organisasi ini diteruskan ke berbagai negara di penjuru dunia termasuk Indonesia. Hizbut Tahrir masuk Indonesia masuk ke Indonesia pada tahun 1982-1983. Awal mula masuknya  gagasan Hizbut Tahrir ke Indonesia dilakukan secara tidak sengaja. Adalah Kiai Maman Abdullah bin Nuh, pemilik pesantren AL-Ghazali Bogor mengajak Abdurahman Albagdadi, seorang aktivis Hizbut Tahrir yang tinggal di Australia untuk menetap di Bogor pada sekitar 1982-1983. Tujuannya semata untuk membantu pengembangan pesantren Al Ghazali.

Saat mengajar di pesantren  tersebut, Abdurahman Albagdadi mulai berinteraksi dengan para aktivis masjid kampus dari Masjid Al-Ghifari, IPB Bogor. Dari sini pemikiran-pemikiran Taqiyuddin mulai didiskusikan. Dibentuk kemudian halaqah-halaqah (pengajian-pengajian kecil) untuk mengeksplorasi gagasan-gagasan HT. Pada awal 1980-an HT menyebar gagasan Khalifahnya ke berbagai kampus perguruan tinggi melalui Jaringan Lembaga Dakwah Kampus, ajaran HT kemudian menyebar ke kampus-kampus di luar Bogor seperti Unpad, IKIP Malang, Unair bahkan hingga keluar Jawa, seperti Unhas.

Karena saat itu Konstelasi Politik di bawah orde baru belum memungkinkan gerakan organisasi ini untuk muncul, karena terjadi Intimidasi dan pembubaran dari penguasa. Sehingga gerakan HTI pada masa itu hanya berpusat di Kampus-kampus dan secara sembunyi-sembunyi. Satu dekade kemudian, tepatnya pada dekade 1990-an ide-ide dakwah Hizbut Tahrir mulai disampaikan kepada masyarakat umum dengan cara door to door. Tahap pertama, penyampaian dakwah pada orang tua mahasiswa. Kedua, seiring dengan waktu lulusnya para mahasiswa, maka aktivitas dakwah mulai bergerak di perkantoran, pabrik, dan perumahan. Dakwah inipun dilakukan selama satu dekade, hingga dekade 2000-an.[5]

Setelah memasuki dekade 2000-an. HTI hampir menyebar ke seluruh kampus-kampus di Indonesia. Gerakan HTI di kampus-kampus tersebut juga dikenal dengan nama HTI Chapter. HTI chapter di sini ini berperan sebagai organisasi underbow, selain difungsikan untuk menyebarkan ideologi Hizbut Tahrih sendiri. Juga digunakan sebagai sarana rekruitment dan kaderisasi. Konsep dakwah dan rekruitment HTI chapter menggunakan dua metode : pertama melalui training dan seminar, kedua melalui rekruitmen melalui  ikatan interpersonal.

 

  • Kegiatan HTI

Untuk memahami konsep khilafah yang ditawarkan HTI (kampus) ada beberapa tahapan yang harus dilakukan yang mana tahapan itu merupakan perjalanan dan kegiatan rutin yang dilakukan anggota HTI, antara lain:

  • pembinaan dan pengkaderan (marhalah Tastqif)
  • interaksi dengan umat (marhalah Tafa’ul ma’a  al-ummah)
  • pengambilan kekuasaan (Istilam al-hukmi)
  • melalui halaqah-halaqah yang membahas seputar penerapan syari’at Islam dan penerapan sistem Khilafah Islamiyah[6]

[1] Abdul Aziz, Imam Tholkhah, Soetarman, Gerakan Islam Kontemporer di Indonesia, (Jakarta: Pustaka Firdaus,1994), hlm. 223.

[2] Muhammad Wildan, “Gerakan Islam Kontemporer di Kampus: Geliat Gerakan Mahasiswa Islam di Perguruan Tinggi”.

[3] https;//kammisoehatmalang.wordpress.com/about/sejarah/ diakses pada 28 mei 2015.

[4] Id.m.wikipedia.org/wiki/kesatuan-aksi-mahasiswa-muslim-indonesia diakses pada 28 mei 2015.

[5] http://www.nu.or.id/a,public-m,dinamic-s,detail-ids,4-id,32205-lang,id-c,kolom-t,Hizbut+Tahrir-.phpx diakses pada 28 mei 2015.

[6] http://hizbut-tahrir.or.id/2014/01/03/metode-sahih-menegakkan-khilafah-2/ diakses pada 28 mei 2015.

Related Post

Share the knowledge!
Share on Facebook3Share on Google+0Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn0Pin on Pinterest0Email this to someoneShare on Tumblr0Share on Reddit0

if you want to know more about me just ask me

You may also like

LEAVE A COMMENT