World History

Sejarah Mata Uang

Share the knowledge!
Share on Facebook5Share on Google+0Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn2Pin on Pinterest0Email this to someoneShare on Tumblr0Share on Reddit0

Uang merupakan suatu hal yang vital dalam kehidupan ekonomi manusia. Penggunaan alat bantu mata uang dalam pertukaran barang dan jasa bertujuan untuk membedakan dengan transaksi jual beli menggunakan barter, menetapkan standar nilai, dan menghitung akumulasi kekayaan. Tetapi sebelum sebuah benda bisa digunakan sebagai uang – entah koin, uang kertas atau (dalam sistem modern) transfer elektronik – masyarakat harus menerimanya terlebih dahulu. Di artikel kali ini penulis akan mencoba menyajikan sejarah mata uang mulai dari awal kemunculannya hingga perkembangannya di era modern.

 

Pengantar: Sejarah Mata Uang

Uang dapat didefinisikan sebagai seperangkat objek yang digunakan utamanya untuk memfasilitasi pertukaran ekonomi. Identitas benda-benda ini dan berbagai fungsi yang mungkin mereka lakukan ditentukan oleh masyarakat di mana pertukaran terjadi.

Dalam masyarakat kapitalis Barat modern, koin dan uang kertas berfungsi sebagai uang resmi; mereka dikeluarkan di bawah wewenang pemerintah dan diterima untuk transaksi komersial oleh penduduk.

Sebelum zaman modern, masyarakat tradisional di Afrika, Asia, Samudra Pasifik dan India menggunakan berbagai bentuk uang yang berbeda; salah satu uang tradisional yang paling terkenal adalah kulit kerang, yang nama ilmiahnya (cypraea moneta). Biasanya kita menyebut bentuk uang sebelumnya yang bukan koin atau uang kertas sebagai “uang primitif.”

sejarah mata uang
Uang dari Kulit Kerang

Ahli antropologi Karl Polanyi berpendapat bahwa uang adalah “sistem simbol, mirip dengan bahasa, tulisan atau bobot dan ukuran”. Anggota sebuah masyarakat, sebagai pembeli dan penjual, harus memberi peran uang pada benda-benda tertentu (dan terus menerima mereka sebagai uang). Namun yang pasti tidak ada benda yang menjadikan dirinya sendiri “uang.”

Sebuah piringan logam atau selembar kertas menjadi uang karena sebuah sistem masyarakat menerima nilainya sebagai uang. Ini mudah dilihat dalam sistem mata uang modern – di mana koin dan potongan kertas hanya mewakili jumlah uang yang mereka hargai.

Pada abad kesembilan belas dan sebelumnya, koin dikeluarkan dengan bahan emas dan perak. Namun penggunaan emas dan perak sebagai uang akhirnya berhenti setelah muncul kesepakatan bahwa logam ini memiliki nilai tersendiri.

 

Uang dan Koin

Tradisi uang Eropa sangat terkait dengan sejarah mata uang. Kata bahasa Inggris uang pada akhirnya berasal dari bahasa Latin moneta, yang bisa berarti uang logam dan juga percetakan uang logam di mana koin diproduksi. Tapi uang tidak sama dengan uang logam. Fungsi utama uang tetap sama, meskipun bentuk uang dan peran mereka telah berevolusi dan berubah.

Kita harus menolak anggapan bahwa uang selalu dipahami dan digunakan saat kita memahami dan menggunakannya hari ini. Penggunaan logam mulia, sekaligus penggunaan hewan dan hasil bumi sebagai uang bisa ditelusuri kembali ke milenium ketiga SM. Beberapa potongan perak, beberapa di tembikar, ditemukan di pemukiman Sumeria dan Akkadia di Mesopotamia.

Tulisan runcing pada papan tanah liat dari Nippur, Sumeria saat ini memberikan catatan transaksi paling awal yang diketahui dengan menggunakan barang yang ditimbang. Peninggalan lain dari Nippur berisi catatan pinjaman dan pembayaran yang dinilai dari segi biji atau ternak. Pada milenium kedua SM, orang Yunani Mycenaean menggunakan ternak sebagai bentuk mata uang; Dalam puisi Homer The Iliad kita menemukan baju besi, misalnya, dan bahkan perajin terampil yang tertangkap dalam perang, dihargai dalam bentuk sapi jantan.

Penciptaan koin merupakan langkah penting dalam pengembangan uang. Koin dapat didefinisikan sebagai potongan logam yang ditandai dengan disain untuk menunjukkan otoritas di mana mereka dikeluarkan, dan yang menunjukkan bahwa mereka memiliki kekuatan hukum sebagai uang. Uang tersebut biasanya ditandai oleh penerbit uang (yang seringkali adalah pemerintah), sebagai uang yang nilainya terjamin.

Raja Lydia di Anatolia (Semenanjung Turki modern) adalah orang pertama yang menciptakan koin untuk alat perdagangan resmi pada akhir abad ketujuh SM. Uang logam pada masa itu berasal dari perpaduan perak dan emas murni serta terdapat stempel di kedua sisinya. Pada tahun 550 SM, orang-orang Lydia di bawah Raja Croesus juga bertanggung jawab dalam pembuatan koin emas dan perak pertama.

sejarah mata uang
Uang logam Kerajaan Lydia

Di Cina, sistem moneter yang menggunakan logam, hewan, hasil, dan kerang telah dikenal sejak abad ke-12 SM. Namun, penggunaan koin berbentuk piringan di Cina tidak dimulai sampai abad ketiga SM. Penggunaan mata uang kertas, bagaimanapun, dimulai di China sejak abad ke-12 SM, namun tidak diadopsi di Barat sampai abad ke-17 M. Pada waktu itu mata uang kertas mulai digunakan di Barat, sebagai solusi untuk kekurangan uang logam.

Pengenalan koin perunggu di Yunani pada akhir abad ke-5 SM juga menandai perkembangan penting di dunia Barat. Penggunaan koin perunggu memungkinkan digunakan untuk transaksi sehari-hari dengan nilai yang jauh lebih rendah daripada koin dari emas dan perak.

Di bawah Roma penggunaan  koin perunggu ikut membangun perekonomian di banyak kota dan wilayah yang secara ekstensif menghasilkan uang untuk pertama kalinya dalam sejarah dunia. Kendati Kekaisaran Romawi runtuh penggunaan koin tidak hilang begitu saja, tetapi terus berkembang seiring perkembangan sezaman.

 

Uang di Era Modern

Saat ini, perbankan elektronik adalah fitur utama penggunaan uang. Kartu kredit sama akrabnya seperti koin dan uang kertas. Studi tentang uang di dunia modern difokuskan pada sifat dan operasi sistem moneter dan faktor-faktor yang mengatur daya beli uang.

Sistem moneter mencakup kepemilikan uang oleh publik (oleh perorangan dan bisnis), bank komersial, dan bank sentral yang dioperasikan oleh pemerintah untuk memfasilitasi transaksi keuangan resmi dan kebijakan ekonomi.

Teori moneter modern berusaha menjelaskan perubahan nilai uang yang didominasi oleh teori kuantitas uang, yang berpendapat bahwa ada hubungan antara tingkat harga dan jumlah uang beredar.

Meskipun masyarakat kuno dan abad pertengahan hanya sedikit memperhatikan sifat dan peran uang, hari ini uang telah menjadi passion yang sangat menarik.

 

BIBLIOGRAFI

Cribb, J. (Ed.). 1986. Money: From Cowrie Shells to Credit Cards. London: British Museum Publications.

Vilar, P. 1969. A history of Gold and Money, 1450–1920. London and New York: New Left Books.

Williams, J. (Ed.). 1997, Money: A history. London: British Museum Publications.

Share the knowledge!
Share on Facebook5Share on Google+0Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn2Pin on Pinterest0Email this to someoneShare on Tumblr0Share on Reddit0

No Comments Found

Leave a Reply