World History

Sejarah Peradaban Mesopotamia

Share the knowledge!
Share on Facebook13Share on Google+0Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn0Pin on Pinterest0Email this to someoneShare on Tumblr0Share on Reddit0

3565743330_9d3d94928eMesopotamia berasal dari dua kata, yaitu mesos yang berarti tengah dan potamus yang berarti sungai. Lembah sungai Eufrat dan Tigris yang subur menjadi tempat kelahiran kota perdagangan. Sungai Eufrat dan Tigris merupakan sungai yang bersumber dari Pegunungan Armenia (Turki), dan keduanya berada di Mesopotamia.

Lembah sungai Eufrat dan Tigris terbentuk oleh daerah yang mengelilinginya, adalah gurun yang terbentang luas, yaitu Gurun Elbrus dan Gurun Hamad. Wilayah Mesopotamia secara alami terbagi ke dalam dua bagian, yaitu Mesopotamia atas dan Mesopotamia bawah atau Babilonia. Bangsa-bangsa yang pernah mengembangkan peradabannya di Mesopotamia adalah Sumeria, Akadia, Babolonia, Asiria, dan Babilonia Baru.

Mesopotamia

Lokasi Mesopotamia
Lokasi Mesopotamia

   Mesopotamia terletak diantara dua sungai, yaitu Sungai Eufrat dan Sungai Tigris, yang saat ini menjadi Republik Islam Irak. Mesopotamia adalah negara kerajaan kota yang pada zaman perunggu terdapat Kerajaan Kota Sumeria yang berpusat di Akkadia dan Kerajaan Kota Assyiria yang berpusat di Babylonia. Rumpun Semit menduduki daerah-daerah disekitar Mesopotamia. Mereka hidup secara semi nomadik. Mereka beternak dan kafilah-kafilahnya yang bergerak untuk mengangkut dagangan. Pada musim hujan tiba daerah disekitar Mesopotamia terjadi air bah, dan kemudian airnya menggenangi daerah-daerah disepanjang aliran sungai, jika mulai surut, kemudian meninggalkan lumpur yang amat subur. Di daerah-daerah itulah mereka mulai bercocok tanam.

  1. Sumeria sumeria

Bangsa yang pertama kali mendiami Mesopotamia adala bangsa Sumeria. Bangsa Sumeria berasal dari daerah sekitar Susa. Ibukotanya bernama Ur. Bangsa Sumeria membangun beberapa negara-negara merdeka. Kota-kota bangsa Sumeria yang menarik menyerupai kota-kota Mohenyo Daro-Harappa yang berada di India.

Kehidupan ekonomi bangsa Sumeria yaitu antara lain beternak, berdagang, dan juga bertani. Untuk mengairi tanahnya dibuatlah saluran air dari kedua sungai itu. Pengolahan tanah dilakukan dengan membajak menggunakan tenaga hewan yaitu keledai dan lembu. Hasil panen mereka diangkut menggunakan kereta atau gerobak. Hasil utama pertanian masyarakat Sumeria adalah gandum.

Kebudayaan yang terdapat pada bangsa Sumeria yaitu mereka sudah membuat penanggalan, yang dibagi dalam jam, menit, dan detik. Selain itu, orang Sumeria menciptakan salah satu sistem penulisan paling awal yang diketahui, yaitu cuneiform. Sejak sekitar tahun 3200 SM, mereka mulai menulis di atas lempengan yang terbuat dari tanah liat.

Selain itu, bangsa Sumeria juga membangun sebuah bangunan yang bernama ziggurat. Ziggurat tersebut dibangun dengan menggunakan batu bata, yang menjulang tinggi didirikan di kawasan lembah sungai. Kuil yang berada di bagian puncak dipersembahkan untuk dewa kota. Para raja dan pendeta melakukan upacara untuk keselamatan kota dan tanah mereka serta untuk menyenangkan para dewa. Mereka juga dapat membuat cermin yang terbuat dari logam.

Kekuasaan tertinggi kerajaan dipegang oleh seorang pendeta raja yang disebut “Patesi”. Patesi tersebut bernama Ur Nanshe. Ia adalah Raja yang membangun kota Lagash sekitar tahun 2500 SM. Raja bertanggung jawab terhadap kehidupan masyarakat baik lahir maupun batin.

Raja harus mampu mengatur kehidupan ekonomi, keamanan, atau ketentraman, hukum dan peradilan serta kehidupan keagamaan. Sistem kepercayaan bangsa Sumeria bersifat Polyteisme. Mereka menyembah banyak dewa seperti dewa udara, langit, bumi, dan lautan. Pusat keagamaan mereka berada di kota Nippur.

  1. Akkadian akkadian

Orang-orang Akkadian termasuk ke dalam rumpun Semit yang berasal dari padang pasir di utara Mesopotamia. Awalnya mereka selalu kalah dengan bangsa Sumeria. Akan tetapi setelah kemunculan Sargon, bangsa Akkadia kemudian menjadi lebih kuat dan kemudian  turun untuk menguasai Mesopotamia yang subur.

Ekonomi bangsa Akkadia bersumber pada sistem pertanian. Terdapat dua pusat utama pertanian yang terdapat pada bangsa Akkadia, yaitu:

  1. Daerah Selatan, menggunakan sistem pertanian irigasi.
  2. Daerah Utara, dikenal dengan daerah Upper yang menggunakan sistem pertanian hujan musiman.

Bangsa Akadia mengambil dan meniru semua hasil kebudayaan dari bangsa Sumeria. Bahkan mereka berintegrasi dengan penduduk yang ditaklukkan. Kota Akadia dipimpin oleh Sargon yang mendirikan kekaisaran pertama di dunia sekitar tahun 2334 SM. Kekuasaan yang baru ini dapat menciptakan ketertiban pada bangsa Akkadia yang lebih besar, tetapi sekaligus juga kekejaman dan kekerasan. Pada tahun 2100 SM, pengaruh Akkadia merosot, dan kemudian diambil alih oleh Ur sebagai kekuatan yang berpengaruh selama satu abad. Selain itu mereka juga mempunyai banyak dewa dan dongeng-dongeng kepahlawanan.

  1. Babilonia

    illustrasi peradaban Babilonia
    illustrasi peradaban Babilonia

Selain bangsa Akkadia, Babilonia juga berasal dari rumpun Semit. Ibukotanya terletak di Babilon. Bangsa Babilonia menyerang bangsa Sumeria dan Akkadia. Pada masa ini perdagangan di Babilonia tetap ramai, sungai Tigris dan Euphratlah yang menjadi pusat pelayaran Hammurabi memperbaiki penanggalan. Kehidupan ekonomi yang pokok adalah pertanian dan perdagangan.

Hasil kebudayaan dari Babilonia yaitu Stela (batu di ukir atau pilar yang digunakan untuk peringatan suatu peristiwa), yang menggambarkan Hammurabi sedang berbicara dengan dewa keadilan, Shamash, di bawahnya tertulis hukum yang di susun oleh Hammurabi untuk dilihat oleh semua orang. Selain itu terdapat batu pembatas lokal dari Babilonia, diukir dengan doa yang meminta kepada para dewa agar melindungi tanah mereka.

Bangsa Babilonia dipimpin oleh Hammurabi. Ia dikenal sebagai pemimpin yang efisien, terkenal dengan hukum yang disusunnya, dan menciptakan stabilitas di kawasan yang telah lama megalami masa pergolakan. Inti hukum dari Hammurabi adalah “mata ganti mata, gigi ganti gigi” yang dijatuhkan bagi pelaku yang melakukan kejahatan. Hukum tersebut diterapkan di Babilonia. Hukum ini melindungi kaum lemah yang beradapan dengan kaum kuat, dan mengatur masalah yang berkaitan dengan perdagangan maupun kepemilikan tanah.

  1. Assiria 1280px-assyrian_horse_archer1

Kira-kira tahun 3000 SM, di daerah pegunungan sebelah timur terdapat pula suku-suku Assiria. Bangsa Assiria adalah para pembangun yang hebat. Mereka membangun berbagai kota megah dengan banyak kuil dan istana. Kaum pria mengenakan jubah panjang dan berjanggut. Kaum wanita mengenakan gaun berlengan pendek dengan selendang sebahu. Banyak pria menjual istri dan anak sebagai budak untuk membayar utang.

Kebudayaan bangsa Assiria merupakan kebudayaan yang diambil bangsa Sumeria. Berbagai catatan kuno Sumeria dan Akadia dilestarikan dalam bentuk lembaran tanah liat, serta sejumlah catatan mengenai kesusastraan, sejarah, matematika, dan astronomi dari zaman kuno.

Selain itu, bangsa Assiria juga mempelajari astrologi yaitu kemahiran meramal nasib dan kejadian-kejadian di dunia dengan mempelajari letak bintang-bintang. Bangsa Assiria juga mengambil huruf paku dari kebudayaan Sumeria.

Bangsa Assiria juga mempunyai perpustakaan-perpustakaan, buku-bukunya terdiri dari ubin-ubin tanah liat yang bertuliskan huruf paku. Orang-orang Assiria juga membangun kota-kota, yaitu Assur dan Niniveh. Mereka juga terpaksa membayar upeti kepada para penguasa Babilon.

Orang-orang Assiria terkenal sebagai bangsa yang suka berperang, karena itu mereka mempunyai banyak lawan, yaitu bangsa Phunisia di Laut Tengah. Bangsa ini hidup sebagai pedagang. Selain bangsa Phunisia, bangsa Yahudi juga menjadi lawan dari Assiria. Banyak orang-orang Israel yang dipaksa untuk pindah ke Assiria.

Penguasa paling kuat yang terdapat pada bangsa Assiria yaitu, Raja Adadnirari I (1770-1750), ia memperluas wilayah Assiria dan mendapat gelar “Raja atas Segalanya”. Ia dan para penggantinya tidak membiarkan jika negara lain merdeka.

  1. Babilonia Baru

    illustrasi Babilonia baru
    illustrasi Babilonia baru

Tahun 626 SM, seorang raja Kaldea yang bernama Nabopolassar mengambil alih kekuasaan, ia memproklamasikan kemerdekaan Babilonia, dan menyingkirkan kekuasaan orang Assiria. Kemudia ia mengalahkan orang Assiria tahun 612 SM. Kemudian anaknya yang bernama Nebukadnezar mengusir orang Mesir agar kembali ke Mesir dan merebut Suriah.

Nebukhadnezzar membangun dinding besar di sekeliling kota, dan menamakan gerbang utama menurut nama dewi Ishtar. Ia juga membangun Taman Gantung, yaitu taman yang berada di atas kota. Kemudian ia juga membangun jembatan besar di atas Sungai Eufrat, dan ziggurat raksasa yang diberi namaKuil Marduk atau Baal (Menara Babel).

Nebukhadnezzar merupakan salah satu raja Babilonia yang sangat terkenal. Ia mulai berkuasa sekitar tahun 605 SM. Pemerintahannya bertahan selama 43 tahun. Ia menyerang banyak bekas daerah kekuasaan orang Assiria maupun daerah gurun di barat Bailonia.

Setelah wafatnya Nebukhadnezzar, Kerajaan Babilonia hanya bertahan selama enam tahun. Kemudian digantikan oleh anaknya yang bernama Awil-Marduk yang memerintah selama tiga tahun sebelum ia terbunuh. Kemudian pangeran Suriah Nabu-Na’id merebut kekuasaan di Babilonia, dan kemudian ia membujuk penduduk setempat untuk menyembah dewa Sin, yaitu dewa dari Nabu-Na’id.

Sementara itu, ada seorang raja yang masih muda, Koresy (Cyrus) II, mulai menunjukkan kehebatannya setelah berkuasa di Persia tahun 557 SM. Ia berambisi untuk mengambil alih Mesopotamia dan kemudian mendirikan Kerajaan Persia. Kemudian Koresy menyerbu Babilonia dan kemudian merebut kota Babel tahun 539 SM. Babilonia kemudian diperintah oleh bangsa Persia selama lebih dari dua abad, hingga kemudian ada seorang raja yang masih muda yang bernama Alexander Agung dapat mengalahkan bangsa Persia dan merebut Babel tahun 331 SM, dan kemudian menjadikannya menjadi ibukota.

BIBLIOGRAFI

Bauer, Susan Wise. 2010. Sejarah Dunia Kuno: Dari Cerita-Cerita Tertua sampai Jatuhnya Roma. Terj. Aloysius Prasetya. Jakarta: Elex Media Komputindo.

Gifford, Clive. 2009. Ensiklopedia Sejarah dan Budaya : Sejarah Dunia Jilid III. Terj. Nino Oktorino. Jakarta: Lentera Abadi.

Kutojo, Sutrisno. 1976.  Sejarah Dunia Untuk SMA 1. Jakarta: Widjaya.

Montefiore, Simon Sebag. 2008. Tokoh Kontroversial Dunia : Mereka yang Menggores Sejarah Kemanusiaan Dunia. Jakarta: Erlangga.

Toynbee, Arnold. 2007. Sejarah Umat Manusia. Terj. Agung Prihantoro. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Share the knowledge!
Share on Facebook13Share on Google+0Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn0Pin on Pinterest0Email this to someoneShare on Tumblr0Share on Reddit0

No Comments Found

Leave a Reply