Uni Eropa

Share the knowledge!
Share on Facebook0Share on Google+0Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn0Pin on Pinterest0Email this to someoneShare on Tumblr0Share on Reddit0

Uni Eropa atau the European Union (EU) merupakan organisasi kesatuan politik dan ekonomi dari 28 negara negara anggota. Uni Eropa adalah blok regional  yang paling terintegrasi, beroperasi sebagai pasar tunggal dengan mata uang bersama (euro). Kesatuan ini juga mengelola berbagai kebijakan umum, termasuk perdagangan dan pertanian. Bahkan, saat ini merambah hingga ke kebijakan pertahanan bersama. Selain itu, warga UE menikmati kebebasan perjalanan dan pertukaran antara negara anggota.

Latar Belakang Historis

Setelah Perang Dunia II menghancurkan ekonomi dan pasar keuangan Eropa, negara-negara bertekad untuk membangun kembali ekonomi mereka yang hancur, memulihkan pengaruh, dan memastikan bahwa bencana semacam itu tidak akan terjadi lagi.

Proses restorasi ini dirangsang oleh Marshall Plan yang dipimpin A. S. Marshall Plan memberi negara-negara Eropa tunjangan finansial untuk mengembalikan stabilitas ekonomi.

Banyak orang mendukung gagasan Eropa yang bersatu secara politik dan mengusulkan sebuah federasi Eropa atau beberapa bentuk pemerintahan Eropa. Pada tanggal tanggal 19 September 1947, negarawan Inggris Winston Churchill memberikan pidato di Universitas Zurich yang menguraikan visinya tentang “Amerika Serikat Eropa” yang serupa dengan Amerika Serikat.

Pada kelanjutannya, gagasan ini diberlakukan dan sebuah Dewan Eropa didirikan pada tahun 1949, meskipun tetap menjadi organisasi terbatas hingga saat ini. Dewan Eropa tidak memegang kekuasaan legislatif atau hak untuk memilih.

Organisasi ini juga dapat dikatakan sebagai forum pertukaran politik untuk membela hak asasi manusia, demokrasi parlementar, dan supremasi hukum, yang menjadi salah satu konsen EU.

Tiga Komunitas

 Uni Eropa saat ini tumbuh menjadi tiga komunitas yang terpisah: European Coal and Steel Community (ESC), the European Economic Comunity (EEC), dan the European Atomic Energy Community (EAEC). Setiap  komunitas ini memliki komisi dan dewannya sendiri. Ketiga komunitas tersebut juga memiliki anggota yang sama terus menerus.

Di awal tahun 1951, Prancis, Jerman, Belgia, Luksemburg, Belanda, dan Italia mendirikan ECSC, sebuah badan administratif yang mengawasi produksi batubara dan baja. Organisasi ini diresmikan pada tahun 1952 melalui perjanjian Paris.

Sebelumnya, pada 9 Mei 1950, Menteri Luar Negeri Prancis, Robert Schuman, secara terbuka mempresentasikan rencananya untuk menggabungkan sumber daya batubara dan baja dari negara-negara anggota untuk menciptakan pasar terpadu untuk produk batubara dan baja mereka.

Rencana ini menjadi terkenal dengan sebutan “Schuman Declaration”. Yang dirancang oleh pegawai negeri Prancis Jean Monnet. Awalnya Inggris diundang untuk bergabung dengan komunitas ini, namun menolak karena alasan kedaulatan.

Pada 1954, ECSC berhasil mencabut pembatasan impor dan ekspor, mencipatakan pasar tenaga kerja terpadu dan juga seperangkat peraturan yang sama. Hasilnya, antara tahun 1952 dan 1960, produksi baja naik siginifikan sekitar 75%. Saat itu batu bara dan baja merupakan sumber utama industrialisasi.

Beberapa tahun kemudian, negara anggota ECSC berusaha untuk mengintegrasikan diri secara polits dan militer. Mereka bermaksu menciptakan Komunitas Politik Eropa dan Komunitas pertahanan Eropa (EDC), yang memiliki dinas militer Eropa di bawah kontrol bersama. Namun, terlepas dari perjanjian yang dicapai antara negara-negara anggota. Majelis Nasional Prancis gagal meratifikasi perjanjian tersebut, dan karenanya EDC gagal direalisasikan.

Segera setelah ratifikasi gagal, negara anggota ECSC mencoba mewujudkan keinginan mereka kembali untuk melakukan integrasi lebih lanjut dan mendirikan Komunitas Ekonomi Eropa bersama dengan Komunitas Engeri Atom Eropa.  EEC didirikan melalui perjanjian Roma pada tahun 1957 dan membentuk sebuah serikat bea cukai di antara enam negara pendiri pada tahun 1958. Para ahli berpikir bahwa integrasi ekonomi yang lebih dalam akan mengarah pada kesatuan politik.

EEC bekerja untuk liberalisasi aliran barang, jasa, modal, dan tenaga kerja; penghapusan perserikatan dan kartel; serta pengembangan kebijakan terhadap tenaga kerja, kesejahteraan sosial, pertanian, transportasi dan perdagangan luar negeri. EEC adalah organisasi terpenting dari ketiga komunitas tersebut.

Sementara itu, EAEC, yang juga dikenal sebagai Euratom berdiri sebagai organisasi ketiga dan juga didirikan bersamaa n dengan Perjanjian Roma pada 1958. Tujuan Euratom adalah kolaborasi antara negara-negara anggota dalam penelitian nuklir damai untuk memastikan pergerakan bebas bahan baku nuklir, peralatan, modal investasi, dan spesialisasi di dalam masyarakat. Selain itu untuk mempromosikan penelitian nuklir Eropa daripada sebagai ajang persaingan antar negara. otoritas Euratom terbatas pada penggunaan energi atom secara sipil.

Dikarenakan Inggris tidak berpartisipasi dalam salah satu dari tiga komunitas tersebut, maka diusulkan agar pasar umum diperluas ke Amerika Serikat. London memulai negosiasi Asosiasi Perdagangan Bebas Eropa (EFTA), yang diselesaikan pada 1960 dan bergabung dengan negara-negara Eropa yang bukan anggota dari komunitas di atas.

Selama tahun 1970-an, EFTA dan EEC menegosiasikan berbagai perjanjian perdagangan bebas untuk mengurangi hambatan perdagangan dan pada tahun 1979 memperkenalkan European Monetary System (EMS), yang membantu menstabilkan mata uang setelah dua krisis besar minyak pada 1973 dan 1979.

Komunitas Eropa

Perjanjian Brusel tahun 1965 menggabungkan Euratom, EEC, dan ECSC sebagai Komunitas Eropa (EC). Perjanjian tersebut juga menggabungkan tiga komisi dan dewan sebagai satu-satunya  Komisis Komunitas Erp[a dan satu Dewan Menteri Komunitas Eropa.

Presiden Prancis, Charles de Gaulle memveto keanggotaan Inggris, yang telah berlaku sejak 1963 untuk pertama kalinya. Baru setelah de Gaulle berhenti, Inggris dapat bergabung ke Komunitas Eropa pada 1973. Pada waktu yang sama, Irlandia dan Denmark bergabung dengan EC.

Keputusan tunggal Eropa pada 1987, menciptakan pasar tunggal internal Eropa dan menghapus semua hambatan perdagangan yang mungkin menghalangi arus bebas barang, jasa, dan tenaga kerja. Masyarakat juga semakin terintegrasi di dalam urusan politik dan sosial.

Hampir sepuluh tahun kemudian, Yunani bergabung dengan Komisis Eropa pada 1981. Bergabungnya Yunani, diikuti oleh Spanyol dan Portugal pada tahun 1986. Ketika Jerman bersatu kembali pada tahun 1990, bekas Jerman Timur secara otomatis diserap ke dalam komunitas.

Transformasi Menjadi Uni Eropa

uni eropa
European Union Flag

Pada tahun 1993, Komunitas Eropa berubah nama menjadi Uni Eropa. Perubahan nama tersebut ditetapkan oleh perjanjian Eropa, yang ditandatangani di Masstricht, Belanda, pada tahun 1992. Hasil perjanjian itu kemudian diratifikasi oleh negara-negara anggota EU pada tahun 1993.

Perjanjian ini menjadi dasar untuk penggunaan mata uang tunggal Eropa (euro), sebuah sistem perbankan sentral, ketentuan hukum Uni Eropa, dan integrasi lebih lanjut di bidang kebijakan seperti kebijakan luar negeri dan keamanan. Perjanjian baru ini juga sekaligus menggantikan Perjanjian Roma 1957.

Uni Eropa menyerap Uni Eropa Barat pada tahun 1999, yang secara otomatis memberi kemampuan militer Uni Eropa. Pada tahun 1995, Uni Eropa mengundang Austria, Finlandia, dan Sweden untuk bergabung, sekaligus menambah jumlah negara anggota menjadi 15.

Pada 1 Januari 2002, euro menggantikan uang kertas dan koin lama negara-negara Uni Eropa. Satu tahun kemudian, pada 2003, Komunitas Eropa memulai negosiasi dengan Estonia, Latcia, Lithuania, Polandia, Republik Ceko, Slovakia, Hungaria, Slovenia, Kepulauan Cyprus, dan Malta untuk keanggotaan Uni Eropa.  Pembesaran terbaru ini mulai berlaku pada 1 Mei 2004. Selanjutnya, Bulgaria dan Rumania menyusul bergabung dengan EU pada 1 Januari 2007. Negara terakhir yang bergabung dengan EU adalah Kroasia pada 1 Juli 2013.

Selain itu, terdapat beberapa kandidat anggota baru EU, seperti Turki, Macedonia, Serbia, dan Kosovo.

Pada bulan Desember 2007, para pemimpin Eropa menandatangani Perjanjian Lisbon, untuk menggantikan Konstitusi Eropa yang  tidak populer dan gagal. Namun, ketika Irlandia memilih menolak perjanjian tersebut pada bulan Juni 2008, masa depan perjanjian itu menjadi tidak pasti. Baru, pada jajak pendapat kedua tanggal 2 Oktober 2009, Irlandia memilih mendukung perjanjian  tersebut. Perjanjian Lisbon akhirnya diratifikasi oleh seluruh anggota EU pada 3 November 2009, dan mulai berlaku pada tanggal 1 Desember 2009.

Berkantor pusat di Brussels, Luksemburg, dan Strassbourg. Lembaga utama Uni Eropa termasuk Parlemen Eropa, Dewan Uni Eropa, Komisi Eropa, Pengadilan Eropa, Pengadilan Auditor, dan Bank Sentral Eropa berada di sana.

Pada awal abad ke-21, Uni Eropa terdiri dari sekitar 500 juta warga negara dan menghasilkan sekitar 30 persen dari PDB global. Motto Uni Eropa adalah United in Diversity, dan mungkin didasarkan oleh fakta bahwa EU memiliki dua puuluh tiga bahasa resmi.

Share the knowledge!
Share on Facebook0Share on Google+0Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn0Pin on Pinterest0Email this to someoneShare on Tumblr0Share on Reddit0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *