Kerajaan Kutai Abad V M

Kerajaan Kutai Martadipura merupakan kerajaan bercorak Hindu yang eksis pada abad ke-5 M. Kutai termasuk salah satu kerajaan tertua yang ada di Indonesia.  Letak dari kerajaan Kutai berada di wilayah Kutai, Kalimantan Timur. Sebagai salah satu kerajaan tertua, tidak banyak peninggalan arca atau prasasti yang menjelaskan kehidupan masyarakat Kutai. Akan tetapi dari peninggalan-peninggalan yang ditemukan dapat diketahui aktivitas keagamaan raja Kutai pada masa lampau.

Kerajaan Kutai ada setelah penduduk Nusantara mengadakan hubungan dagang dengan India dan Cina. Hubungan ini telah berlangsung sejak abad pertama masehi. Percampuran budaya memunculkan kerajaan bercorak Hindu. Kerajaan itu dipimpin oleh seorang raja. Sebelum budaya India masuk, pemerintahan desa dipimpin oleh seorang kepala suku. Kepala suku merupakan orang terpilih yang memiliki kharisma dan mampu melindungi warganya.

Read moreKerajaan Kutai Abad V M

Kesultanan Perlak (840-1292 M)

Sumatera merupakan wilayah Nusantara yang paling awal mendapatkan pengaruh Islam melalui jalur perdagangan. Wilayah ini juga menjadi tempat kemunculan kerajaan-kerajaan Islam paling awal di Nusantara. Kerajaan Islam pertama yang muncul di Nusantara adalah Kesultanan Perlak.

Kesultanan ini muncul pada abad ke-9 dan bertahan hingga akhir abad ke-13. Terdapat bukti-bukti yang menunjukkan eksistensi Kesultanan Perlak sebagai Kerajaan Islam pertama di antaranya adalah naskah Idhar al-Haq karya Abu Ishak Makarani,  naskah Tadzkirah Thabat Jumu Sulthan As-Salathin karya Syaikh Syamsul Bahri Abdullah al-Asyi, dan naskah Silsilah Raja-Raja Perlak dan Pasai karya Sayyid Abdullah ibn Sayyid Habib Saifuddin.

Read moreKesultanan Perlak (840-1292 M)

Kerajaan Makassar (1605-1667 M)

Tidak ada habisnya jika berbicara mengenai kerajaan-kerajaan Islam di Indonesia. Hal ini karena hampir di setiap kerajaan Islam mempunyai keunikan historis yang membuatnya menjadi kajian menarik bagi para sejarawan. Berbicara tentang kerajaan Islam maka sulit melepaskannya dengan proses Islamisasi di Nusantara.  Kerajaan-kerajaan Islam berperan penting bagi tersebarnya Islam dari bagian barat hingga timur Nusantara. Salah satu kerajaan Islam yang berperan besar dalam perkembangan Islam di wilayah Timur Nusantara adalah Kerajaan Makassar.

Kerajaan Makassar merupakan salah satu kerajaan Islam di Sulawesi (selain Buton) yang menerima Islam sebagai agama resmi kerajaan.

Read moreKerajaan Makassar (1605-1667 M)

Kerajaan Pajang (1568-1587)

Perkembangan Islam di Jawa salah satunya dipelopori oleh kerajaan Islam pertama yang ada di Jawa, yaitu Kesultanan Demak. Setelah Demak runtuh, maka bergantilah kerajaan Demak tersebut dengan kerajaan Pajang. Kerajaan Pajang ini didirikan oleh Jaka Tingkir yang berhasil menyingkirkan saingannya untuk kemudian memindahkan pusat kerajaan Demak ke daerah Pajang.

Secara geografis, kerajaan Pajang terletak di daerah pedalaman. Kerajaan ini tidak berkuasa lama, hal tersebut disebabkan beberapa faktor, baik faktor intern maupun ekstern. Namun meskipun demikian, kerajaan ini nantinya juga akan  menghasilkan kemajuan-kemajuan yang signifikan terhadap perkembangan Islam di sekitar wilayah kekuasaanya.

Read moreKerajaan Pajang (1568-1587)

Kerajaan Mataram Islam (1577-1681)

mataram islam
Lambang Kerajaan Mataram Islam

Nama Mataram berasal dari nama bunga, sejenis bunga Dahlia yang berwarna merah menyala. Ada juga nama Mataram yang dihubungkan dengan Bahasa Sansekerta, Matr yang berarti Ibu, sehingga nama Mataram diberi arti sama dengan kata Inggris Motherland yang berarti tanah air atau Ibu Pertiwi. Sebelum tahun 1000 M daerah ini telah berkembang suatu peradaban yang ditinggalkan oleh kerajaan Hindu. Pada abad ke-14 sewaktu Majapahit mencapai puncak kejayaan, bumi Mataram rupanya dipandang kurang penting. tidak terdapat tanda-tanda yang menunjukkan bahwa para raja Mataram kuno yang hidup beberapa abad sebelumnya masih dikenang di Majapahit. Sampai saat ini pun belum ada data-data yang mungkin dapat menghubungkan Mataram Islam yang berdiri akhir abad 16 dengan Mataram kuno. Di cerita Babad Tanah Jawi hanya menyebutkan bahwa tanah Mentaok yang berupa hutan belukar dan kosong penduduknya oleh raja Pajang dihadiahkan kepada Ki Ageng Pemanahan untuk dibuka sebagai balas jasanya dalam mengalahkan Aria Penagsang, musuh sultan Adiwijaya Pada abad ke-16 maka berdirilah kerajaan Mataram Islam yang didirikan oleh Ki Ageng Pemanahan di Kotagede. Pada masa ini kerajaan Mataram masih di bawah kekuasaan raja Pajang. Namun pada periode Sutawijaya, Mataram akhirnya dapat menjadi Kerajaan Independent.[1]

Read moreKerajaan Mataram Islam (1577-1681)