Peranan Ulama di Nusantara Abad ke-19

Ulama merupakan salah satu dari segment masyarakat yang ikut berjuang bersama untuk melawan adanya penjajahan di Nusantara. Peran ulama sangat vital selain sebagai penyebar agama Islam, sekaligus penggerak masyarakat untuk sadar akan butuh perjuangan untuk mengusir penjajah. Namun peran ulama tidak selalu bersentuhan langsung dengan penjajah, ada yang hanya melalui karya-karya atau pemikiran yang disampaikan melalui ceramah di muka umum yang menunjukkan ketidaksukaannya kepada penjajah. Pada abad ke- 19 ulama di Nusantara yang pernah belajar ke Mekkah rata-rata mendapat banyak pengaruh ilmu agama dan pengetahuan yang nantinya ketika kembali ke Nusantara mereka menyebarkan keilmuwan yang telah diperoleh.

ulama di nusantara
ilustrasi ulama sedang mengajar santri

Sebagaimana yang dilakukan oleh Syeikh Nawawi al-Bantani, ulama yang satu ini memang tidak berurusan langsung dengan penjajah, tetapi pengaruhnya melalui pondok pesantren dan karya yang ia buat bahkan mampu mendorong terjadinya pemberontakan Cilegon 1888.

Read morePeranan Ulama di Nusantara Abad ke-19

Sejarah Pemikiran Islam al-Farabi

Filsafat Yunani banyak memberikan inspirasi kepada umat Islam untuk mempelajari dan menggali lebih jauh mengenai pemikiran dan juga ilmu pengetahuannya. Terlebih lagi, pada perkembangannya, Islam memiliki banyak persoalan-persoalan yang memerlukan pemikiran untuk dapat menyelesaikannya. Hal ini tentu memerlukan peran akal yang optimal sehingga muncullah filsafat Islam. Filsafat Islam sendiri banyak melahirkan para filsuf muslim, salah satunya adalah Al-Farabi.

Read moreSejarah Pemikiran Islam al-Farabi

Sejarah Perkembangan HAM

Seperti yang telah kita ketahui bersama, bahwa hak asasi manusia (HAM) sangat berperan penting dalam kehidupan manusia di dalam suatu negara. Karena berlandaskan HAM, manusia bisa memperoleh hak mereka sebagai warga negara yang layak diperlakukan secara adil dan manusiawi. Hak asasi Manusia telah melekat dalam diri manusia sejak mereka lahir. Latar belakang sejarah hak asasi manusia, pada hakikatnya muncul karena adanya inisiatif dalam diri manusia terhadap harga iri dan martabatnya, sebagai akibat tindakan sewenang-wenang dari penguasa, penjajahan, perbudakan, ketidakadilan, dan kezaliman. Proses perkembangan hak asasi manusia berjalan secara perlahan. Perkembangan hak asasi manusia dimulai sudah sejak zaman dahulu.

Read moreSejarah Perkembangan HAM

Historiografi Hoesein Djajadiningrat

Perkembangan ilmu pengetahuan memang sangat mempengaruhi perkembangan penulisan sejarah. Sejak berkembangnya tradisi menulis, manusia mulai mengabadikan berbagai hal penting dalam bentuk tulisan. Penulisan peristiwa-peristiwa penting atau sejarah ini kemudian dikelompokkan menjadi beberapa periode berdasarkan cirinya masing-masing. Di Indonesia sendiri pembabakan sejarah penulisan sejarah (historiografi) dibagi menjadi tiga masa, yakni historiografi masa tradisional, kolonial, dan modern (nasional). Historiogfari masa tradisional didominasi oleh cerita-cerita mitos dan istanasentris, sementara historiografi masa colonial didominasi oleh cerita-cerita belandasentris yang isinya lebih rasional.

Read moreHistoriografi Hoesein Djajadiningrat

Sejarah Perang Tahta Jawa

 Kerajaan Mataram merupakan kerajaan Islam di Pulau Jawa yang berdiri pada abad ke-17. Kerajaan Mataram mengalami masa kejayaan pada masa kepemimpinan Sultan Agung. Setelah Sultan Agung wafat, ia digantikan oleh putranya yaitu Amangkurat I. Tahun 1703 raja Amangkurat I wafat dan kemudian digantikan oleh putranya yaitu Amangkurat II.

Dari sinilah mulai terjadi pertikaian. Pertikaian ini terjadi antara Amangkurat I dengan Pangeran Puger. Pangeran Puger meminta bantuan kepada VOC. Kemudian pada tahun 1704, Pangeran Puger dinobatkan oleh VOC sebagai raja dengan gelarnya Susuhunan Pakubuwana I. Peristiwa inilah yang disebut dengan peristiwa Perang Tahta Jawa I. Perang Tahta Jawa masih berlanjut sampai Perang Tahta Jawa III.

Read moreSejarah Perang Tahta Jawa