Sejarah Agama Shinto

simbol agama Shinto
simbol agama Shinto

Terdapat agama yang menjadi ciri khas agama di Jepang, agama tersebut dikenal dengan nama agama Shinto. Sebagai agama asli bangsa Jepang, agama tersebut memiliki sifat yang cukup unik. Proses terbentuknya, bentuk-bentuk upacara keagamaannya maupun ajaran-ajarannya memperlihatkan perkembangan yang rumit. Banyak istilah-istilah dalam agama Shinto yang sukar dialih bahasakan dengan tepat ke dalam bahasa lainnya. Kata-kata Shinto sendiri sebenarnya berasal dari bahasa China yang berarti “jalan para dewa”, “pemujaan para dewa”, “pengajaran para dewa”, atau “agama para dewa”. Dan nama Shinto itu sendiri baru dipergunakan untuk pertama kalinya untuk menyebut agama asli bangsa Jepang itu ketika agama Buddha dan agama Konfusius (Tiongkok) sudah memasuki Jepang pada abad keenam masehi.

Read moreSejarah Agama Shinto

Dinamika Perguruan Tinggi Islam dan Pesantren

ponpes-darussalam-ciamis-harapanrakyat

Pesantren atau pondok adalah lembaga yang dapat dikatakan merupakan wujud proses wajar perkembangan sistem pendidikan nasional. Dalam segi historis, pesantren tidak hanya identik dengan makna keislaman, tetapi juga makna keaslian Indonesia (indigenous). Sebab, lembaga yang serupa ini sebenarnya sudah ada sejak pada masa kekuasaan Hindu-Budha.[1] Hal ini dapat dilihat dari segi nama, “pesantren” yang sering dikaitkan dengan istilah dalam bahasa India “shastri” yang berarti orang yang mengetahui buku-buku suci agama Hindu atau orang yang ahli tentang kitab suci.

Read moreDinamika Perguruan Tinggi Islam dan Pesantren

DI / NII (Darul Islam / Negara Islam Indonesia)

Perjalanan bangsa Indonesia menuju kemerdekaan sangatlah panjang. Sejarah mencatat bahwa bangsa Indonesia telah mengalami penderitaan yang sangat luar biasa selama berada dalam masa penjajahan bangsa kulit putih selama lebih kurang 350 tahun. Seiring berjalannya waktu, keterpurukan yang dialami oleh bangsa Indonesia membangkitkan kesadaran mereka akan keinginan untuk terbebas dari para penjajah tersebut. Usaha demi usaha terus dilakukan oleh bangsa Indonesia, hingga akhirnya tepat pada tanggal 17 Agustus 1945 diwakilkan oleh Soekarno-Hatta, Indonesia berhasil memproklamasikan diri sebagai Negara yang merdeka dan berdaulat penuh serta terlepas dari penjajahan bangsa asing.

Read moreDI / NII (Darul Islam / Negara Islam Indonesia)

Turki Utsmani : Periode Kejayaan

wilayah Turki Utsmani
wilayah Turki Utsmani

Kesultanan Turki Utsmani di awal masa pertumbuhan terlebih dahulu memantapkan daerah kekuasaannya di sekitar Anatolia dan juga banyak melakukan ekspansi-ekspansi untuk memperluas wilayah pemerintahannya. Di antara ekspansinya adalah benua Eropa, seperti ke Adrianopel, Macedonia, Bulgaria, Serbia, Bosnia, Herzik dan lain-lain.

Meskipun pada awal pertumbuhannya pernah terjadi serangan Timur Lenk, yakni pada masa Sultan Bayazid I, yang menyebabkan daerah-daerah yang telah dikuasai Utsmaniyah melepaskan diri, namun hal tersebut dapat diperbaiki oleh Sultan Muhammad I dan Sultan Murad II dengan cara mengonsolidasi pemerintahan, membuat perjanjian damai dengan Eropa, dan sebagainya.

Read moreTurki Utsmani : Periode Kejayaan

Kesultanan Aceh

lambang bendera aceh

Proses Islamisasi di Asia Tenggara khususnya di Nusantara ditandai dengan munculnya kerajaan-kerajaan Islam, yang pertama kali muncul di Pulau Sumatera dan lebih spesifiknya di daerah yang sekarang disebut Daerah Istimewa Aceh (DI. Aceh). Di sanalah muncul kerajaan-kerajaan berbasis Islam seperti di antaranya adalah yang paling masyhur yaitu Kerajaan Perlak, Kerajaan Samudera Pasai, dan Kerajaan Aceh Darussalam.

Read moreKesultanan Aceh