Penggerak Sejarah dan Pola Gerak Sejarah – Filsafat Sejarah Spekulatif

Filsafat sejarah spekulatif, bertujuan untuk melihat peristiwa-peristiwa sejarah sebagai suatu keseluruhan. Filsafat sejarah spekulatif berusaha untuk memberikan penjelasan dan penafsiran yang luas mengenai seluruh proses sejarah, yakni proses sejarah sebagai peristiwa.

Tujuan utama dari filsafat ini adalah mengungkap faktor-faktor esensial yang menggerakkan proses sejarah, asas-asas atau hukum-hukum umum yang menguasai dan mengendalikannya, ke arah mana arus proses sejarah menuju dan bermuara dan makna atau arti proses sejarah.

Menurut Ankersmit, terdapat tiga pertanyaan mendasar yang harus dijawab dalam filsafat sejarah spekulatif. Pertanyaan-pertanyaan tersebut berkaitan dengan irama atau plot dari sejarah, motor penggerak sejarah, dan muara terakhir yang dituju oleh proses sejarah.

Read morePenggerak Sejarah dan Pola Gerak Sejarah – Filsafat Sejarah Spekulatif

Hukum Sejarah Menurut Ibnu Khaldun

Hukum sejarah adalah sifat-sifat yang beraturan tentang suatu kejadian, yang kemudian membentuk substansi filsafat sejarah. Hukum sejarah sama halnya dengan hukum-hukum alam, yakni merupakan suatu hipotesis yang sangat kuat, namun meskipun demikian, hipotesis tersebut dapat saja disingkirkan jika tidak bekerja.

hukum sejarah
Ibnu Khaldun

Ibnu Khaldun dalam karya monumentalnya, yakni muqaddimah[1], mengelompokkan hukum sejarah menjadi tiga, yakni:

  1. Kausalitas

Hukum kausalitas merupakan salah satu hukum sejarah yang termasuk dalam bagian determinisme sejarah. Dalam hukum ini, sebuah peristiwa sejarah dikaji dengan menekankan kepada kausa-kausa atau sebab-sebab yang mempengaruhi terjadinya sebuah peristiwa sejarah. Herodotus (484-425 SM), menyatakan bahwa studi sejarah merupakan usaha untuk meneliti kausa-kausa atau sebab-sebab.

Read moreHukum Sejarah Menurut Ibnu Khaldun