Tragedi Berdarah Tanjung Priok 1984

Berbagai peristiwa penting pernah terjadi di Tanjung Priok. Seiring kapal-kapal yang datang dan pergi di pelabuhannya, berbagai kisah hidup manusia pun bergulir di tempat ini. Salah satu peristiwa besar yang terjadi di Priok adalah peristiwa berdarah yang terjadi pada 12 September 1984. Sebuah peristiwa yang sampai kini masih menorehkan luka menganga dalam lembaran sejarah bangsa … Read moreTragedi Berdarah Tanjung Priok 1984

Kelahiran Abangan dan Polarisasi Islam di Jawa

Intoleransi atas nama agama dan tumbuhnya semangat keagamaan di Indonesia akhir-akhir ini kerap dikaitkan dengan kebijakan non-akomodatif pada masa Orde Baru dalam memperlakukan umat Islam. Sikap antagonis Soeharto terhadap Islam, khususnya pada masa-masa awal kekuasaannya, kerap diklaim telah mendorong tumbuhnya kelompok Islam transnasional (Said, 2016: 153; Heryanto: 2015: 44). Tekanan Soeharto yang berlebihan terhadap gerakan … Read moreKelahiran Abangan dan Polarisasi Islam di Jawa

Industri Garam di Madura Abad XIX-XX

Garam di Madura telah lama dikenal dengan kualitas mutunya. Namun sebelum terkenal ternyata garam pernah dianggap sebagai komoditas tidak menguntungkan oleh penduduk Madura. Akan tetapi, setelah modernisasi dan monopoli yang dilakukan oleh Pemerintah Kolonial Belanda, garam Madura berubah menjadi salah satu komoditas bernilai yang mendominasi perdagangan Nusantara pada akhir abad ke-19 hingga awal abad ke-20. … Read moreIndustri Garam di Madura Abad XIX-XX

Monumen dan Ingatan Sosial

Monumen adalah bangunan yang dibangun untuk menandai atau mengingatkan atas terjadinya suatu peristiwa penting (Fardilla, 2012: 1). Peristiwa tersebut dapat dikategorikan sebagai peristiwa heroik seperti perang dan proklamasi kemerdekaan atau peristiwa menyedihkan seperti tragedi pembunuhan massal atau bencana alam. Kombinasi monumen dan ingatan sosial menjadi salah satu sebab tempat ini tidak pernah sepi dari pengungjung. … Read moreMonumen dan Ingatan Sosial

Eksistensi Gerakan Wanita Indonesia (Gerwani)

Di dalam narasi besar sejarah Indonesia, Gerakan Wanita Indonesia (Gerwani) sering mendapat stigma negatif sebagai perempuan lacur dan tidak bermoral. Stigma ini dipelihara dan disebarkan oleh rezim Orde Baru selama puluhan tahun. Dalam sejarah versi Orde Baru, Gerwani digambarkan sebagai perempuan lacur yang menggelar pesta seks dan menari telanjang pada malam 1 Oktober 1965. John … Read moreEksistensi Gerakan Wanita Indonesia (Gerwani)