Perang Dunia 1 (Total War) 1914-1918

Perang Dunia 1 merupakan salah satu perang paling besar dan paling menghancurkan dalam sejarah umat manusia. Perang yang melibatkan 25 negara ini dibagi menjadi dua kekuatan, yaitu kekuatan sentral dan kekuatan sekutu. Perang ini tidak hanya melibatkan pasukan terlatih, melainkan warga sipil juga ikut terlibat di dalamnya, tidak mengherankan perang ini mendapat sebutan sebagai “Total War”. Pada pembahasan kali akan mengulas latar belakang perang dunia 1, jalannya perang, dan akhir dari perang tersebut.

Latar Belakang Perang Dunia 1

Perang dunia 1 dipicu oleh beberapa sebab, salah satu yang menjadi sebab-sebab dasar adalah  pembentukan Aliansi negara-negara Eropa. Rivalitas antara negara-negara Eropa memaksa mereka untuk membuat suatu sistem aliansi diantara mereka. Pembentukan aliansi ini diprakarsai oleh Negarawan Jerman Otto von Bismarck memulai membentuk aliansi pada tahun 1870. Pada tahun 1914, Eropa mempunyai dua aliansi, aliansi sentral yang terdiri dari Jerman, Austro Hungaria, Italia (sebelum menarik diri dan digantikan Turki Utsmani), dan aliansi sekutu yang terdiri dari Inggris, Prancis, dan Rusia.

Sebab lain yang menjadi pemicu perang dunia 1 adalah konflik yang terjadi di wilayah Balkan atau yang disebut sebagai krisis Balkan. Krisis Balkan ini dipicu oleh keinginan Austro-Hungarians untuk memperluas wilayahnya di daerah Balkan, tujuan dari ekspansi Austro-Hungarian sendiri adalah untuk melemahkan gerakan-gerakan nasionalisme etnis minoritas wilayah mereka. Keinginan ini dipicu oleh ketakutan mereka akan terlepasnya daerah-daerah imperium mereka, menyusul sentimen nasionalisme yang dimulai dari kemerdekaan Serbia. Serbia sendiri awalnya adalah daerah yang dikuasai Turki Utsmani, namun revolusi Serbia 1817 dan pengakuan de facto 1867 membuat Serbia menjadi negara yang indipenden.

Ternyata, keinginan perluasan wilayah tersebut membawa Austria-Hungaria menuju konflik dengan Rusia, yang sejak lama mendambakkan untuk memberikan pengaruh dan ekspansi di Balkan. Rusia telah mengalami dua kali peperangan terbatas untuk mencapai tujuan mereka selama pertengahan kedua abad ke-19. Krisis Balkan yang pertama terjadi pada tahun 1908, ketika Austria-Hungaria tiba-tiba mencaplok dua provinsi di Balkan, yaitu Bosnia dan Herzgovina. Kedua provinsi tersebut merupakan rumah untuk orang-orang Serbia, Kroasia dan lainnya. Serbia yang juga menginginkan untuk merebut wilayah ini, Serbia kemudian meminta bantuan ke Rusia, dan Rusia mengancam Austria-Hungaria. Kemudian, Jerman bergabung ke dalam aliansi dan memaksa Rusia untuk mundur.

Krisis Balkan yang kedua terjadi antara 1912-1913. Beberapa negara di wilayah Balkan mengalahkan Turki Utsmani dan kemudian merebut wilayah Turki Utsmani di wilayah Eropa hingga hanya tersisa kota Istambul. Kemudian pada tahun 1913 negara-negara Balkan terlibat peperangan antara mereka untuk memperebutkan pembagian wilayah. Kemenangan Serbia  memperluas wilayahnya. Austria Hungaria menghalangi negara kecil tersebut untuk meluaskan wilayahnya ke laut Adriatic dan mengancam akan menghancurkan Serbia. Sekali lagi Serbia meminta bantuan ke Rusia, sekali lagi pula Jerman menekan Rusia untuk mundur.

Pada 28 Juni 1914, seorang pemuda berumur 19 tahun bernama Gavrilo Princip, memegang pistol dan meunggu sepanjang rute parade di Sarajevo, ibu kota dari provinsi Bosnia. Princip merupakan anggota dari organisasi nasionalis Bosnia yang telah dilatih oleh the Black Hand, sebuah organisasi teroris Serbia. Dia tidak sendiri, pada hari itu Pangeran Franz Ferdinand, pewaris tahta dari Austro-Hungarian mengunjungi Sarajevo. Princip menunggu dengan beberapa konspirator, merencanakan membunuh  Pangeran untuk menyerukan kebebasan Slavic dari kontrol Austro-Hungarian.

perang dunia 1
Ilustrasi terbunuhnya Archduke Franz Ferdinand

Ketika mobil terbuka Pangeran Ferdinand melintas, salah satu rekan Princip gugup dan tidak menembak. Kemudian, sopir berbelok ke arah yang salah, menyadari hal tersebut ia memutuskan untuk memberhentikan mobil dan kebetulan membelakangi posisi Princip. Princip memegang pistolnya dengan jarak sangat dekat dari penumpang yang berada di mobil tersebut. Melihat bahaya tersebut pangeran Ferdinand bergerak melindungi istrinya, Sophie. Princip kemudian menembak dan membunuh keduanya.

Pembunuhan Pangeran Ferdinand pada 28 Juni 1914, memperceepat krisis ketiga Balkan. Pemerintah Austria-Hungaria menuduh Serbia terlibat dalam pembunnuhan tersebut, memutuskan untuk menyerang Serbia dan menegakkan kekuasaanya di Balkan sekali lagi. Tetapi rencana itu membutuhkan dukungan Jerman, karena Rusia mungkin datang untuk mendukung aliansi Serbia dan mempertahankan kepentingan mereka di Balkan.

Pada konfrensi penting di Berlin delapan hari pasca penembakan di Sarajevo, pemerintah German mendukung rencana Austria-Hungaria dengan cek kosong untuk dukungan penuh.  Jerman mendukung dan memberi saran agar bertindak cepat. Pada 23 Juli, Austria-Hungaria mengajukan ultimatum yang dapat memicu perang kepada Serbia, ultimatum ini harus dijawab dalam waktu 48 jam. Mendengar tuntutan Austria-Hungaria terhadap Serbia, menteri luar negeri Rusia mengatakan “you’re setting fire to Europe.” Pada 28 Juli, bahkan setelah Serbia telah menyetujui semua kecuali satu syarat ultimatum (memperbolehkan Austria untuk menginvestigasi keterlibatan Serbia dalam rencana pembunuhan), karena ultimatum tersebut tidak dapat dipenuhi Austria menyatakan perang pada 28 Juli 1914. Dalam waktu seminggu dari deklarasi ini hampir seluruh Eropa terlibat perang.

Jalannya Perang Dunia 1

Perang dunia 1
Aliansi  Perang Dunia 1

Dalam membahas perang dunia 1, akan membingungkan jika langsung membahas keseluruhan perang tanpa memperhatikan kronologinya. Maka  untuk  memudahkan pembahasan mengenai pertempuran yang terjadi, maka penulis membagi peperangan tersebut berdasarkan tahun terjadinya.

Perang Selama 1914

Pada 29 Juli, Rusia mendekati perbatasan Austria-Hungaria dan Jerman, dengan maksud menjaga agar Serbia tidak dihancurkan oleh aliansi sentral.  Rusia juga mempunyai rencana untuk mencaplok wilayah imperium Turki Utsmani dengan menguasai konstantinopel dan merebut selat-selat mulai dari laut mati hingga laut Aegean. Namun, rencana dari Rusia tersebut dihalang-halangi oleh aliansi Sentral.

Pada tanggal 31 Juli, Jerman memberi ultimatum agar Rusia menghentikan pergerakan perangnya dan menyampaikan ultimatum kepada Prancis agar netral dalam menghadapi permasalah Rusia dan Jerman. Rusia dan Prancis mengabaikan ultimatum dari Jerman. Pertempuran dimulai di perbatasan Rusia-Jerman pada tanggal 1 Agustus. Kemudian, Jerman mendeklarasikan perang terhadap Prancis pada 3 Agustus 1814.

Pada dasarnya semua kekuatan aliansi mempunyai rencana perang  yang dirancang untuk kemenangan cepat, tidak ada rencana untuk perang dalam jangka waktu lama. Ketika kedua aliansi saling berhadapan, pada tahun 1914 Panglima tertunggi Jerman Helmuth von Moltke akan menerapkan rencana Jenderal von Schlieffen dengan sedikit perubahan. Rencana itu mengharuskan sayap kiri tentara Jerman menahan pasukan Prancis di Sungai Rhine. Sayap kanan menyapu melalui Belgia dan Prancis Uara menuju Paris. Rencana von Moltke akan memakan waktu enam minggu untuk menaklukkan Prancis dan sekutu.

Ketika tentara Jerman melanggar perbatasan Belgia, inggris menyatakan perang terhadap Jerman pada 4 Agustus 1914. Hal ini disebabkan pada 1838 Inggris, Jerman, dan Prancis telah menandatangani suatu perjanjian yang menjamin kemerdekaan dan kenetralan Belgia. Pada tanggal 1 September 1914, tentara Jerman berhasil memukul mundur tentara Prancis hingga lima belas mil dari Paris. Akibatnya pemerintah Prancis menyingkir ke Bordeux.

Kemenangan 1 September tersebut, telah melecut semangat tentara Jerman. Karena Jerman kemudian berencana menggerakkan pasukannya dengan cepat melalui kereta api menuju ke timur untuk mengalahkan Rusia. Karena Prancis menghirmati kenetralan Belgia, maka Prancis tidak melalui Belgia untuk melakukan serangan balasan ke Jerman. Sebagai gantinya Prancis berusaha memusatkan pasukannya di tengah dan sayap kanan.

Rusia mempunyai rencana untuk menimbulkan perpecahan di aliansi sentral, untuk kemudian melancarkan serangan langsung ke Berlin, meskipun pada akhirnya rencana itu gagal. Rencana Schlieffen Jerman mendekati keberhasilan. Pada permulaan September Sayap kanan Jerman hampir mencapai Paris, namun sebelum mampu bergerak cepat merebut kota itu, Prancis menyerang sayap kanan Jerman yang terbuka. Serangan balik Prancis ini berhasil memukul mundur Jerman dalam pertempuran pertama di Marne (6-10 September 1914). Perlu dicatat pertempuran ini merupakan salah satu pertempuran yang menjadi titik krusial dalam perang Dunia 1.

Pertempuran di Marne menghilangkan harapan akan perang singkat, dan merubah pertempuran di front Barat menjadi pertempuran di parit perlindungan. Kedua aliansi membuat parit-parit dari sungai Aisne sampai perbatasan Swiss, diperpanjang sampai enam ratus mil. Setelah pecahnya perang Inggris memblokade kegiatan perdagangan dari Jerman ke luar perbatasannya. Blokade ini menandai kampanye kapal selam Jerman pada Oktober 1914. Kapal-kapal selam Jerman datang untuk memutus suplai untuk Inggris, kemunculan kapal-kapal selam Jerman ini juga merubah strategi perang secara keseluruhan.

Perang dunia 1
Kapal selam Jerman pada perang dunia 1

Pada 29 Oktober 1914, Turki Utsmani menyatakan bergabung ke dalam aliansi sentral. Bergabungnya Turki Utmani ini dilatar belakangi oleh beberapa faktor. Pertama, Bantuan ekonomi dan militer Jerman, kecemasan pemerintahan Utsmani terhadap  rencana Rusia yang ingin menguasai wilayahnya, dan keinginan untuk mengembalikan kekuasaan Utsmani terhadap sejumlah provinsi yang telah terlepas sehingga mendorong Turki Utsmani untuk bergabung ke dalam aliansi sentral.

Dengan bergabungnya imperium Utsmani, maka komunikasi laut antara Rusia dan sekutu dapat diputus. Pasukan Utsmani kemudian bergerak ke selatan dan mengancam merebut Terusan Suez, tentara Utsmani berencanamemutus komunikasi Inggris dengan Timur jauh. Untuk menjaga tersuan terusan itu, sekutu terpaksa menempatkan pasukan dengan jumlah besar di ujung timur dekat laut Mediterania.

Perang Selama 1915

Pada tahun ini Jerman dan Austria-Hungaria masih menjadikan Rusia sebagai sasaran utama untuk dikalahkan, aliansi  sentral melakukan usaha-usaha yang besar untuk dapat mengalahkan Rusia. Di awal tahun ini Rusai sudah memulai peperangan dengan menyerbu Hungaria. Kemudian, Jerman membalasnya pada 2 Mei dalam pertempuran yang berpusat di Brestlitovsk, pada pertempuran ini Jerman menerobos bagian tengah front Rusia.

Akibat dari pertempuran Brestlitovsk, pasukan Rusia dipukul mundur kembali hingga ke Pinsk. Jerman juga mengambil 750 ribu tawanan, tetapi Rusia masih terus melakukan perlawanan. Pada tahun ini terlihat kebuntuan terjadi di Front Barat, yang disebabkan oleh kurangnya pasokan selongsong meriam. Pada bulan April, Jerman menggunakan gas beracun klorin untuk membinasakan pasukan Prancis di Ypres. Segera perang berubah menjadi peperangan menggunakan berbagai tipe gas beracun dengan efek yang sangat menghancurkan.

Tahun ini juga menjadi tahun kampanye kapal selam Jerman. Hal ini ditandai dengan semakin hebatnya blokade jerman atas Britania selama 1915. Pada bulan Februari, Jerman mengumumkan bahwa perairan di sekeliling Britania, masuk ke dalam zona perang. Selain itu, Jerman memperingatkan kapal-kapal perdagangan yang ditemukan di zona ini akan dihancurkan termasuk kapal-kapal milik bangsa yang netral.

Pada tanggal 7 Mei 1914, tepatnya di sekitar Kinsalehead, Irlandia, Jerman menghancurkan kapal penumpang mewah Lusitania dengan torpedo. Serangan torpedo ini memakan korban 1.198 orang dan 120 orang diantaranya adalah warga negara Amerika. Akibat serangan-serangan yang dilancarkan kapal selam Jerman ini, Inggris mulai khawatir akan terpaksa keluar dari perang akibat banyaknya kerugian yang terus berlanjut khususnya di bidang pengiriman laut.

Pada April 1915, Italia menandatangani suatu perjanjian rahasia dengan aliansi sekutu, perjanjian ini berisi tawaran kepada Italia bagian Austria sebagai upah ikut perang melawan aliansi sentral. Perlu diketahui sebelum Italia menandatangani perjanjian ini sudah banyak tokoh-tokoh Italia yang mendukung sekutu, karena keinginan mereka untuk mendapatkan wilayah-wilayah di Austria yang banyak dihuni orang-orang keturunan Italia. Tanggal 23 Mei Italia menyatakan perang terhadap Austria-Hungaria, namun baru menyatakan perang terhadap Jerman pada Agustus 1916.

Sir Ian Hamilton mendaratkan pasukan Anzacs (korps tentara Australia dan Selandia Baru) di semenanjung Galipolli, pada 25 April 1914. Masuknya pasukan tersebut di Galipolli direncanakan untuk melawan Istambul melalui darat dan laut. Namun, Ekspedisi di Gallipolli ini gagal total. Pasukan tersebut kemudian ditarik untuk melindungi Terusan Suez, yang mendapatkan ancama dari Turki Utsmani.

Pada 11 Oktober, salah satu kekuatan Balkan yaitu Bulgaria bergabung aliansi Sentral. Bulgaria kemudian bergabung dengan Jerman dan Austria-Hungaria untuk menyerbu Serbia dan Montenegro. Serangan ini membuka jalan menuju Istanbul, untuk membantu imperium Utsmani menghadapi sekutu.

Perang Selama 1916

Perlu diketahui armada  Jerman di permukaan air, tidak menantang kekuasaan sekutu atas perairan hingga pertempuran Jutland pada tanggal 31 Mei 1916, serangan Jerman di perairan sebelumnya selalu menggunakan kapal selam. Pertempuran Jutland awalnya didominasi oleh Jerman, namun pada akhirnya dimenangkan oleh Inggris. Pertempuran Jutland dianggap sebagai pertempuran angkatan laut di permukaan air yang paling penting, karena memungkinkan berlanjutnya blokade terhadap Jerman.

 Pada tahun ini diadakan dua kampanye besar, serangan Jerman atas Verdun Februari 1916, dan serangan sekutu atas Jerman di dekat sungai Somme. Di front Barat, Jerman melancarkan serangan besar ke Prancis di Verdun. Sebelum serangan itu, Jerman menghujani Prancis dengan tembakan meriam yang mempunyai daya hancur paling kuat yang pernah digunakan dalam perang dunia. Prancis berusaha menahan laju tentara Jerman, pertempuran ini terus berlanjut selama beberapa bulan.

perang dunia 1
Tank pada perang dunia 1

Pada bulan Juli, Inggris datang membantu Prancis dengan melakukan serangan di wilayah sungai Somme. Inggris menyerang Jerman dengan kendaraan lapis baja mereka, kendaraan lapis baja itu diberi nama kode “Tank”. Tank merupakan persenjataan yang dikembangkan Inggris secara rahasia, perang ini merupakan pertama kalinya Inggris memperkenalkan Tank. Akibat dari serangan kendaraan lapis baja Inggris ini, ketika musim dingin mengakhiri perang untuk sementara, pasukan sekutu berhasil mendesak barisan Jerman sejauh 14 kilometer.

Perlombaan teknologi persenjataan terus berlangsung pada perang Dunia 1 ini, dengan diperkenalkannya senjata-senjata baru dari kedua aliansi. Aliansi Sentral dan Sekutu berlomba untuk membuat pesawat yang mempunyai kemampuan untuk menembak pesawat musuh. Para pilot pesawat tempur tersebut bertarung untuk menguasai wilayah udara selama perang.

perang dunia 1
Zeppelin pada Perang Dunia 1

Tidak hanya pesawat tempur, pesawat model balon udara (Zeppelin) juga digunakan untuk melakukan pemboman dari udara. Penggunaan Zeppelin ini banyak dilakukan oleh Jerman, setidaknya Zeppelin melancrkan serangan sebanyak 51 kali. Namun, pesawat Zeppeliin sangat rentan hancur karena badai atau serangan sekutu, hal ini terbukti dengan hancurnya 77 kapal Zeppelin selama perang tersebut.

Pada tahun ini aliansi sekutu berusaha mengadu domba Umat Muslim untuk semakin melemahkan kekuatan Utsmani. Dimulai dengan tercetusnya perjanjian rahasia aliansi sekutu, mengenai pembagian wilayah Utsmani yang diprediksi akan kalah dalam perang ini, perjanjian ini dinamai Sykes-Picot. Prancis mendapatkan wilayah di Libanon, bagian barat-laut Turki, Syiria Utara, dan Irak Utara, sedang Inggris mendapatkan wilayah Irak, Arabia yang berbatasan dengan teluk Persia, dan Transjordan. Palestina ditujukan menjadi hak rezim internasional. Rusia mendapatkan Istambul dan beberapa bagian timur Anatolia. Italia dijanjikan wilayah selatan Anatolia.

Untuk melancarkan ambisi sekutu untuk menjadi penguasa Timur Tengah, Inggris memulai konspirasi dengan menjanjikan kepada Syarif Husain di Makkah, kemerdekaan negara Arab. Namun, dengan syarat Syarif Husain harus berperang menghadapi Utsmani, dan mengusir Utsmani dari wilayah-wilayah yang dikuasainya di daerah Timur Tengah. Syarif Husain kemudian menerima tawaran tersebut, dan mulai mengorganisir pasukan untuk menyerang daerah-daerah kekuasaan Turki Utsmani.

Perang Selama 1917

Peperangan periode ini diwarnai dengan beberapa peristiwa besar dunia. Pertama, revolusi yang terjadi di Rusia dan kedua adalah keikutsertaan Amerika dalam perang Dunia 1. Kita akan membahas revolusi yang terjadi di Rusia terlebih dahulu. Pada 11 Maret 1917, revolusi pecah di Rusia. Revolusi ini diprakarsai oleh kaum nasionalis pimpinan Aleksandr Krensky, akibatnya kekaisaran Romanov dengan rajanya Tsar Nicholas II terpaksa turun tahta.

Pemerintahan republik Rusia dibawah pimpinan Aleksander Kerensky menyatakan akan meneruskan perang. Namun, rakyat Rusia sudah muak dengan peperangan terebut. Para Revolusionis komunis membentuk partai Bolshevik, untuk menjadi penentang pemerintahan. Pada 9 November 1917, terjadi revolusi kedua di Rusia yang menumbangkan pemerintahan nasionalis.

Bergabungnya Amerika Serikat dalam perang Dunia 1 dilatar belakangi oleh beberapa faktor. Seperti yang diketahui Amerika Serikat pada awalnya adalah bangsa netral ketika Perang Dunia 1 dimulai pada 1914. Amerika tidak ingin mencampuri urusan negara-negara Eropa. Di bawah hukum Internasional, sebagai negara yang netral seharusnya AS mempunyai hak untuk melanjutkan perdagangan dengan setiap bangsa yang sedang berperang. Amerika juga berusaha mengajak bangsa-bangsa yang sedang berperang untuk berunding damai.

Namun muncul peristiwa-peristiwa yang mengubah sikap Amerika terhadap perang di Eropa. Pertama, adalah kebrutalan Jerman yang menembaki seluruh kapal yang melintasi perairan, tidak peduli itu kapal sekutu atau kapal perdangan biasa, hal tersebut tentu saja melanggar hukum internasional. Kedua, penggunaan gas beracun dalam peperangan, ini sangat ditentang opini publik Amerika.

Tetapi pemicu perang yang sebenarnya adalah penerbitan telegram Zimmerman di koran Amerika pada 1 Maret 1917. Telegram ini berisi pengungkapan tawaran Jerman terhadap Meksico untuk mendung perang melawan AS. Sebagai imbalannya, Jerman akan memberikan wilayah Amerika bagian barat daya kepada Meksiko. Orang-orang Amerika menjadi percaya jika Jerman memenangkan perang, maka pemerintahan Amerika akan memperoleh ancaman. Dengan adanya tuntutan publik untuk berperang, maka dengan terpaksa presiden Woodrow Wilson menyatakan ikut berperang pada 6 April 1917.

Kembali kepada peperangan. Di Prancis muncul suatu pemberontakan yang dipimpin oleh Jenderal Robert Nivelle pada April 1917. Kemudian Nivelle digantikan oleh Jenderal Philippe Petain sebgai panglima perang Prancis. Petain menjaga pasukannya untuk sementara waktu tidak mengikuti pertempuran besar, hal ini untuk menguatkan kembali semangat pasukannya.

Pada tahun 1917, Pasukan Inggris melakukan sebagian besar pertempuran besar di Front Barat. Kehilangan pasukan yang mereka derita sangat besar, contohnya di pertempuran Yepres yang menelan korban hampir seperampat juta pasukan Inggris. Kekhawatiran perang juga membawa bencana di Front Italia. Pada Oktober 1917 Austria-Hungaria dan Jerman melakukan serangan dadakan di Caporreto. Serangan ini mengakibatkan tentara Italia berliarian mundur, dan 265 ribu orang ditawana.

Perang Selama 1918

Ketika aliansi Sekutu sudah diambang kekalahan, Amerika muncul sebagai penyelamat mereka. Pada 21 Maret 1918, Jerman melancarkan besar-besaran ke wilayah Sungai Somme. Serangan ini dirancang oleh Jenderal Hiddenburg dan Ludendroff untuk memenangkan perang. Dalam beberapa hari Jerman terus maju menguasai wilayah itu. Serangan berkahir setelah Jerman merebut 56 km dari wilayah sejauh 56 km. Di sini Amerika memerankan peran penting untuk mempertahankan pasukan sekutu, dua ribu orang Amerika berperan besar mencegah serangan besar Jerman memukul jauh pasukan sekutu.

Pada tanggal 27 Mei, Jerman kembali menyerbu dengan pasukan besar, kali ini di sepanjang Sungai Aisne. Terlihat Jerman begitu bernafsu untuk segera menyudahi peperangan ini dengan kemenangan. Selama satu minggu Prancis mundur dari wilyaha itu. Medan pertempuran kembali lagi di Sungai Marne di Chateau Thierry, yang berjarak hanya 71 km dari Paris.

Untuk menghentikan serangan besar Jerman tiga divisi AS diterjunkan untuk beraksi di Chateau Thierry, Cantigny, dan Belleau Wood. Divisi ini ditugaskan untuk bertahan ataupun melakukan serangan balsan ke Jerman. Usaha yang dilakukan tiga divisi tempur AS yang dibantu pasukan veteran Prancis Inggris menghasilkan hasil, dengan berhentinya serangan gencar Jerman pada 6 Juni 1918.

Pada tanggal 15 Juli, Jerman memulai kembali serangan gencarnya. Akan tetapi, pertempuran ini keadaannya berbalik. Pasukan Prancis yang dibantu pasukan Amerika berhasil menghancurkan sayap barat Barat barisanJerman dari utara Chaeteau Tierry. Pasukan Jerman kemudian berlair ke wilayah Aisne untuk menghindari direbutnya tempat itu.

Akhir Perang Dunia 1

Bergabungnya Amerika ke dalam aliansi Sekutu ternyata berhasil membalikkan keadaan perang. Pasukan sentral yang awalnya mendominasi, perlahan-lahan dapat disaingi oleh pasukan sekutu.  Meskipun kekuatan sekutu sudah dikurangi oleh Rusia yang pada 3 Maret menarik diri dari peperangan, akibat dari penarikan diri ini Rusia kehilangan wilayah Polandia dan hampir semua wilayahnya yang berbatasan dengan Laut Baltik.

Pada tanggal 8 Agustus, Inggris memulai serangan di sepanjang Somme. Korps Kanada kemudian mendesak 13 km pada hari pertama. Ini merupakan salah satu kemajuan terbesar sekutu dalam melawawn pasukan sentral. Sebulan lebih sekutu mendapatkan 100.000 tawana dan mengakibatkan Jerman mundur secara penuh.

Ketika Jerman telah berhasil dipukul mundur, aliansi sekutu mempersiapkan serangan besar terakhir untuk menyudahi perlawanan aliansi sentral. Bulan September 1918,pasukan Amerika merebut St.Mihiel. suatu serangan melalui hutan Argonne, dilakukan sekutu yang kemudian berlanjut ke arah Utara di sepanjang Meuse dari Verdun menuju Sedan, serangan ini dimulai tanggal 26 September dan diteruskan hingga November.

Saat Jerman menerima serangan balasan dari Sekutu, secara mengejutkan aliansi sentral juga runtuh. Bulgaria menandatangani gencata senjata pada 30 September, kemudian disusul oleh Turki Utsmani pada 31 oktober. Italia yang berhasil bangkit dari kekalahan Ca[orretp dapat mengalahkan Austria-Hungaria, yang akibatnya Austria Hingaria diberi genjatan senjada pada 3 November 1918. Gencatan senjata yang diberikan kepada Austria-Hungaria ini mengharuskan pembuabaran pasukan, menyerahkan wilayah yang luas, dan menyerahkan sebagaian angkatan lautnya. Ini juga menandai keruntuhan imperium Austria-Hungaria.

perang dunia 1
Before and After World War 1

Front dalam negeri Jerman runtuh ketika tentaranya mundur dari semua front pertempuran. Pada 3 Oktober penguasa Jerman memohon gencjatan senjata. Armada Jerman di Kiel melakukan pemberontakan. Para sosialisIndipenden di Berli waktu itu menolak mendukung kembali pemerintah. Para penguasa kerajaan Bavaria dan Wurttenberg turun tahta. Kaisar Jerman turun dari tahntanya pada 9 November dan melarikan diri ke Belanda. Pada 11 November Jerman menandatangani genjatan senjata umum.

Syarat-syarat yang diminta oleh Sekutu untuk mengabulkan permintaan genjatan senjata Jerman sangatlah berat. Tentara Jerman harus menyerahkan seluruh kapal selam dan persediaan militer keapda sekutu. Jerman harus menyerahkan tawanan mereka dan mengganti seluruh kerugian perang. Konferensi perdamaian Paris menyusun rencana untuk mengakhiri Perang Dunia 1 pada 1 Januari 1919. Semua negeri yang ikut berperang mengirimkan perwakilannya. Salah satu keputusan dalam konferensi tersebut adalah pembentukan liga Bangsa-bangsa.

perang dunia 1
Perjanjian Versailles

Pernjanjian diberikan kepada delegasi Jerman di Versailles pada 7 Mei 1919, salah satu isi perjanjian ini merupakan pernyataan penerimaan syarat yang diberikan sekutu kepada Jerman untuk mengganti seluruh kerugian perang. Meskipun sempat menolak, akhirnya pada 28 Juni 1919 pernjanjan itu ditandatangani delegasi Jerman. Perjanjian dengan Austria ditandatangani pada 10 September 1919, di St. German. Perjanjian dengan Bulgaria pada 27 November 1919, dan dengan imperium Utsmani di Severs pada 10 Agustus 1920.

Demikian pembahasan jalannya Perang Dunia 1 yang begitu panjang, tidak mengherankan perang ini disebut sebagai salah satu perang yang paling menghancurkan dalam sejarah umat manusia.  Semoga menambah wawasan sejarah kita.

BIBLIOGRAFI

Lapidus, Ira, M. 2000. Sejarah Sosial Ummat Islam Bagian Ketiga. Jakarta:RajaGrafindo Persada.

Pasaribu, Saut (Ed). 2009. Sejarah Perang Dunia: Awal Mula dan Berakhirnya Perang Dunia I dan II. Yogyakarta: Locus.

Pusponegoro, Marwati Joned. 1982. Tokoh dan Peristiwa dalam Sejarah Eropa 1815-1945. Jakarta: Erlangga.

Sherman, Dennis. 2006. The West in The World Second Edition. New York: McGraw Hill.

 

5 Comments

  1. informasi ini dapat membantu saya dalam menambah wawasan mengenai sejarah Perang dunia diindonesia…..terima kasih

    Perkenalkan nama saya robiyun (1722500111) dari kampus Stmik atmaluhur pangkal pinang

    jangan lupa ya kunjungi website kampus saya (https://www.atmaluhur.ac.id)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *