Sejarah Peradaban Mesopotamia

Mesopotamia merujuk pada “tanah di antara sungai,” yang berakar dari kata Yunani: “mesos” yang berarti tengah dan “potamos” yang berarti sungai. Tempat ini dipandang sebagai tempat lahirnya peradaban karena sungai Eufrat dan Tigris yang subur dan produktif.

Lembah sungai Eufrat dan Tigris, yang memiliki sumber di Pegunungan Armenia di Turki, menjadi cikal bakal peradaban Mesopotamia. Namun, sekitarnya adalah gurun yang luas, seperti Gurun Elbrus dan Gurun Hamad.

Secara geografis, Mesopotamia terbagi menjadi dua bagian: Mesopotamia atas dan Mesopotamia bawah atau Babilonia. Berbagai peradaban telah berkembang di wilayah ini, termasuk Sumeria, Akadia, Babylonia, Assyria, dan Babilonia Baru, yang semuanya memberikan kontribusi besar terhadap sejarah dan perkembangan peradaban manusia.

Mesopotamia

Lokasi Mesopotamia
Lokasi Mesopotamia. Sumber: sejarahars.blogspot.com

Mesopotamia, yang saat ini merupakan bagian dari wilayah Irak modern, adalah pusat dari negara-negara kota pada zaman perunggu, termasuk Kerajaan Kota Sumeria di Akkadia dan Kerajaan Kota Assyria di Babylonia.

Di sekitar wilayah Mesopotamia, terdapat populasi Rumpun Semit yang hidup secara semi-nomaden. Mereka menggeluti kegiatan beternak dan bergerak dengan kafilah untuk memperdagangkan barang.

Pada musim hujan, wilayah sekitar Mesopotamia sering mengalami banjir, dan saat air surut, meninggalkan endapan lumpur yang sangat subur. Inilah yang menjadi titik awal bagi pertanian, di mana orang-orang mulai menanam tanaman di daerah ini. Tanah yang subur akibat endapan lumpur sungai-sungai tersebut memberikan dasar bagi pertumbuhan dan perkembangan pertanian yang makmur di Mesopotamia.

Sumeria

Bangsa Sumeria, yang pertama kali mendiami Mesopotamia, berasal dari daerah sekitar Susa dengan ibu kota mereka, Ur. Mereka membangun beberapa negara merdeka dan kota-kota mereka menyerupai kota Mohenjo Daro-Harappa di India.

peradaban mesopotamia
Peradaban sumeria. Sumber: world-history-median.fandom.com

Pertanian, peternakan, dan perdagangan menjadi aktivitas ekonomi utama bagi bangsa Sumeria. Mereka memanfaatkan sistem irigasi dari kedua sungai utama, Eufrat dan Tigris, untuk mengairi tanah mereka. Proses pertanian melibatkan pengolahan tanah dengan menggunakan hewan kerja seperti keledai dan lembu, sementara hasil panen diangkut dengan kereta atau gerobak. Gandum adalah salah satu hasil utama pertanian mereka.

Bangsa Sumeria dikenal karena pencapaian kebudayaan dan perkembangan intelektual mereka. Mereka menciptakan sistem penanggalan yang membagi waktu menjadi jam, menit, dan detik. Sistem penulisan cuneiform, yang terdiri dari tanda-tanda pada lempengan tanah liat, adalah salah satu sistem penulisan tertua yang diketahui sejak sekitar tahun 3200 SM.

Ziggurat, struktur yang menjulang tinggi yang dibangun dari batu bata, menjadi salah satu ciri khas arsitektur mereka. Kuil yang berada di puncak ziggurat dipersembahkan untuk dewa kota dan menjadi tempat upacara oleh para raja dan pendeta untuk keselamatan kota dan tanah mereka serta untuk menyenangkan para dewa.

Kekuasaan tertinggi dipegang oleh seorang pendeta raja yang disebut “Patesi,” di antaranya adalah Ur Nanshe, yang membangun kota Lagash sekitar tahun 2500 SM. Tugas raja tidak hanya terbatas pada aspek fisik masyarakat tetapi juga pada aspek spiritual dan keagamaan.

Kehidupan kepercayaan mereka sangat didasarkan pada politeisme, menyembah banyak dewa seperti dewa udara, langit, bumi, dan lautan. Nippur menjadi pusat keagamaan yang penting bagi mereka.

Akkadian

Bangsa Akkadia, rumpun Semit dari utara Mesopotamia, pada awalnya kalah dengan Sumeria, tetapi dengan munculnya Sargon, mereka menjadi lebih kuat dan akhirnya menguasai wilayah subur Mesopotamia. Sistem ekonomi mereka berpusat pada pertanian, dengan dua pusat utama pertanian yang berbeda metode: irigasi di daerah selatan dan pertanian hujan musiman di daerah utara.

peradaban mesopotamia
Peradaban akkadian. Corbis

Mereka mewarisi dan meniru banyak aspek kebudayaan Sumeria dan berintegrasi dengan penduduk yang ditaklukkan. Kekaisaran pertama di dunia didirikan oleh Sargon sekitar tahun 2334 SM di kota Akadia. Kekuasaan baru ini membawa ketertiban yang lebih besar tetapi juga kekejaman.

Pada sekitar tahun 2100 SM, pengaruh Akkadia mulai menurun dan digantikan oleh kekuatan dari Ur, yang memegang pengaruh penting selama satu abad. Kebudayaan Akkadia juga mencakup banyak dewa dan cerita-cerita kepahlawanan yang menjadi bagian penting dari warisan budaya mereka.

Babilonia

Bangsa Babilonia, yang juga berasal dari rumpun Semit dan berpusat di Babilon. Bangsa ini berhasil meruntuhkan dominasi bangsa Sumeria dan Akkadia. Meskipun demikian, perdagangan tetap ramai di Babilonia, terutama melalui sungai Tigris dan Euphrat. Hammurabi, salah satu penguasa terkenal Babilonia, memperbaiki penanggalan dan memainkan peran penting dalam kehidupan ekonomi yang berfokus pada pertanian dan perdagangan.

illustrasi peradaban Babilonia
Illustrasi peradaban Babilonia

Kehidupan ekonomi di Babilonia diwarnai oleh perdagangan yang tetap aktif dan pertanian sebagai sumber utama pendapatan. Bangsa Babilonia meninggalkan warisan kebudayaan berupa Stela, sebuah pilar atau batu yang diukir, yang menggambarkan Hammurabi sedang berbicara dengan dewa keadilan, Shamash. Di bawah gambar tersebut tertulis hukum yang disusun Hammurabi agar dapat dilihat oleh semua orang. Masyarakat Babilonia juga menggunakan batu pembatas lokal yang diukir dengan doa yang memohon perlindungan dari para dewa bagi tanah mereka.

Hammurabi dikenal sebagai pemimpin yang efisien dan terkenal dengan hukum yang disusunnya, yang menciptakan stabilitas di wilayah yang sebelumnya bergolak. Inti dari hukum Hammurabi adalah prinsip “mata ganti mata, gigi ganti gigi,” yang diterapkan bagi pelaku kejahatan. Hukum ini bertujuan untuk melindungi kaum lemah dari kaum kuat, serta mengatur masalah yang terkait dengan perdagangan dan kepemilikan tanah.

Assiria

Perkembangan budaya di wilayah pegunungan timur pada sekitar tahun 3000 SM melibatkan bangsa Assiria. Mereka dikenal sebagai bangsa pembangun yang cakap, menciptakan kota-kota megah dengan banyak kuil dan istana. Kebudayaan Assiria secara signifikan dipengaruhi oleh budaya Sumeria, menyimpan berbagai catatan kuno dalam bentuk lempengan tanah liat yang mencakup berbagai topik, mulai dari sejarah hingga matematika.

Bangsa Assiria juga tertarik pada astrologi, praktik meramal kejadian-kejadian dunia dengan mempelajari bintang-bintang. Mereka menggunakan huruf paku dari kebudayaan Sumeria dan mengembangkan perpustakaan dengan buku-buku yang terdiri dari lempengan tanah liat berhuruf paku.

peradaban mesopotamia
pasukan assyrian

Kota-kota penting seperti Assur dan Niniveh dibangun oleh bangsa Assiria, meskipun mereka terkadang terpaksa membayar upeti kepada penguasa Babilon. Bangsa Assiria dikenal sebagai bangsa pejuang yang berperang dan memiliki sejumlah lawan, termasuk bangsa Phunisia di Laut Tengah yang terkenal sebagai pedagang. Mereka juga berkonflik dengan bangsa Yahudi, dengan banyak orang Israel yang dipaksa untuk pindah ke wilayah Assiria.

Salah satu pemimpin paling kuat di kalangan bangsa Assiria adalah Raja Adadnirari I (1770-1750 SM). Ia memperluas wilayah Assiria dan dikenal sebagai “Raja atas Segalanya.” Dia dan penerusnya tidak membiarkan negara lain merdeka, mempertahankan kendali yang ketat atas wilayah mereka.

Babilonia Baru

Perjalanan Babilonia selama abad keenam dan kelima SM mencakup banyak peristiwa penting. Pada tahun 626 SM, Nabopolassar dari Kaldea mendeklarasikan kemerdekaan Babilonia dan mengusir kekuasaan orang Asiria. Anaknya, Nebukadnezar, menjadi salah satu raja yang paling terkenal. Dia membangun dinding besar di sekitar kota, membangun Taman Gantung, jembatan di Sungai Eufrat, dan ziggurat raksasa bernama Kuil Marduk.

Nebukadnezar berkuasa sekitar tahun 605 SM selama 43 tahun, menyerang banyak bekas wilayah Asiria dan daerah lainnya. Setelah kematiannya, kekuasaan Babilonia sempat terganggu. Awil-Marduk memerintah singkat sebelum digantikan oleh Nabu-Na’id, yang memperkenalkan penyembahan kepada dewa Sin.

illustrasi Babilonia baru
illustrasi Babilonia baru

Di Persia, Koresy II mulai menunjukkan ambisinya pada tahun 557 SM. Ia berusaha mengambil alih Mesopotamia dan mendirikan Kekaisaran Persia. Koresy menyerbu Babilonia pada tahun 539 SM dan merebut kota Babel. Babilonia kemudian diperintah oleh bangsa Persia selama lebih dari dua abad.

Tetapi pada tahun 331 SM, Alexander Agung dari Makedonia berhasil mengalahkan bangsa Persia, mengambil alih Babel, dan menjadikannya ibukota baru. Ini mengakhiri dominasi Persia di Babilonia dan membuka babak baru dalam sejarah kuno.

BIBLIOGRAFI

Bauer, Susan Wise. 2010. Sejarah Dunia Kuno: Dari Cerita-Cerita Tertua sampai Jatuhnya Roma. Terj. Aloysius Prasetya. Jakarta: Elex Media Komputindo.

Gifford, Clive. 2009. Ensiklopedia Sejarah dan Budaya : Sejarah Dunia Jilid III. Terj. Nino Oktorino. Jakarta: Lentera Abadi.

Kutojo, Sutrisno. 1976.  Sejarah Dunia Untuk SMA 1. Jakarta: Widjaya.

Montefiore, Simon Sebag. 2008. Tokoh Kontroversial Dunia : Mereka yang Menggores Sejarah Kemanusiaan Dunia. Jakarta: Erlangga.

Toynbee, Arnold. 2007. Sejarah Umat Manusia. Terj. Agung Prihantoro. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

5 Comments

  1. 3565743330_9d3d94928eMesopotamia berasal dari dua kata, yaitu mesos yang berarti tengah dan potamus yang berarti sungai. Lembah sungai Eufrat dan Tigris yang subur menjadi tempat kelahiran kota perdagangan. Sungai Eufrat dan Tigris merupakan sungai yang bersumber dari Pegunungan Armenia (Turki), dan keduanya berada di Mesopotamia.
    1.Sumeria
    2.akkadian
    3.Babbilonia
    4.Assiria
    5.Babilonia Baru

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *