Heinrich Himmler: Otak di Balik Peristiwa Holocaust

Heinrich Himmler merupakan otak utama di balik peristiwa genosida terhadap ribuan orang Yahudi atau yang lebih dikenal dengan peristiwa Holocaust.

Ia memiliki kekuasaan sangat besar sebagai Reichsfuhrer-SS, ketua polisi dan menteri dalam negeri. Kekuasaan ini menempatkannya di posisi orang terkuat nomor dua setelah Adolf Hitler.

Himmler tidak hanya menjadi otak utama Holocaust, namun juga pembantaian terhadap orang-orang Gipsi, homoseks, dan Slavia.

Perjalanan Heinrich Himmler Menuju Kekuasaan

Heinrich Himmler
Heinrich Himmler. Sumber: Smithsonianmag

Himmler lahir pada 7 Oktober 1900 di Munich, Jerman dari seorang ibu bernama Anna Maria dan Ayah Gebhard Himmler. Ayahnya adalah seorang kepala sekolah Katolik dan guru bagi keluarga bangsawan Wittelsbach. Ia memiliki postur agak kurus dan memiliki hobi bermain catur serta mengoleksi prangko. Dapat dikatakan ia adalah antitesis dari seorang ras Arya yang ideal.

Meskipun demikian Himmler sejak kecil telah mempunyai cita-cita untuk tumbuh besar dan menjadi seorang prajurit. Pada umur 17 tahun ia menjadi pasukan sukarelawan dan menjalani pelatihan di Regensburg.

Setelah Perang Dunia I, Himmler bertemu dengan calon anggota Nazi di Freikorps, paramiliter sayap kanan Jerman. Sejak awal ia menyukai gagasan anti semit Hitler dan memutuskan bergabung dengan Partai Pekerja Nasional-Sosialis Jerman (Nazi) pada tahun 1925.

Loyalitas tinggi, didukung kemampuan administrasi dan ketegasannya, mengantarkan Himmler menjadi kepala dari Schutzstaffel (SS), bodyguard elit Hitler dan tokoh Nazi. Sebagai kepala SS, Himmler mengembangkan keanggotaan organisasi paramiliter itu hingga mencapai 50.000 orang.

Setelah Hitler menjadi Kanselir Jerman pada tahun 1933, Himmler membentuk badan intelijen tanpa seragam, Sicherheitsdienst (Sd).

Di tahun 1934, ia mengorganisir Night of the Long Knives, sebuah operasi untuk menghabisi tokoh-tokoh Sturmabteiling (SA) yang dipimpin Ernst Rohm. Setelah terbunuhnya tokoh-tokoh SA, Himmler kemudian mulai membangun SS menjadi badan bersenjata paling kuat di Jerman di samping angkatan bersenjata.SS digunakan Nazi untuk melenyapkan pesaingnya dan memaksa penduduk Jerman agar patuh.

Pada tahun 1936, ketika kekuasaan Nazi semakin absolut, Himmler mengontrol polisi rahasia Jerman (Gestapo).

Operasi Genosida Heinrich Himmler

Menjelang Perang Dunia II atau tahun 1939, Himmler diangkat menjadi Komisioner Konsolidasi Ras Jerman yang bertugas menghabisi ras-ras inferior dari wilayah Jerman. Dalam menjalankan tugasnya, ia memperluas kamp-kamp konsentrasi dengan menangkapi para lawan, ras-ras inferior, orang-orang Slavik dan Yahudi. Ribuan orang dikirim ke kamp-kamp konsentrasi di Polandia, akibatnya banyak yang terbunuh, kelaparan, atau meninggal karena penyakit.

Pada bulan Mei 1940, Himmler memaparkan sebuah  rencana genosida terhadap orang-orang Yahudi kepada Adolf Hitler. Rencana itu adalah solusi final untuk membersihkan Yahudi dari Eropa.Hitler yang sejak awal memang sangat membenci Yahudi segera menyetujui rencana tesebut.

Keberhasilan encana tersebut semakin besar, setelah Himmler didelegasikan untuk membentuk pasukan pembunuh khusus SS Einsatzgruppen. Pasukan itu bertugas untuk melaksanakan pembunuhan terhadap jutaan orang Yahudi, Gipsi, dan Komunis. Agar pembunuhan lebih efisien, Himmler memerintahkan kamp konsentrasi dilengkapi kamar-kamar gas beracun.

Di tahun 1941, orang-orang Yahudi dideportasi ke kamp-kamp pembunuhan yang lebih modern. Kamp-kamp modern itu di antaranya Bergen-Belsen, Auschwitz-Birkenau, Belzec, dan Treblinka.

Kamp Bergen-Belsen dapat menampung lebih dari 60.000 orang Yahudi, sekitar 35.000 meninggal karena kelaparan, penyakit, dan eksperimen biologis.

heinrich himmler
Tawanan anak-anak di Auschwitz

Kamp kematian paling terkenal adalah Auschwitz-Birkenau. Kamp ini dibangung Himmler pada bulan Mei 1940 dan sejak 1942 dilengkapi tujuh kamar gas. Diperkirakan 2,5 juta orang dibunuh (sekitar 2 juta di antaranya adalah Yahudi, Polandia, Gipsi dan tawanan perang Rusia. Dari total jumlah itu hanya sekitar 200.000 orang yang selamat.

Tidak berhenti di situ, pada bulan Juni 1942 Himmler memerintahkan deportasi 100.000 Yahudi dari Prancis dan menyetujui rencana pemindahan 30 juta orang Slavia ke Siberia. Bulan berikutnya Himmler memerintahkan pembersihan total Yahudi dari pemerintah Polandia.

Akhir Hidup Heinrich Himmler

Setelah rencana Holocaustnya menuai keberhasilan, Himmler diangkat menjadi menteri dalam negeri pada tahun 1943. Kekuasaannya bertambah besar setelah Hitler membubarkan intelegen militer (Abwehr) dan menjadikan Sd pimpinan Himmler sebagai satu-satunya intelijen di Jerman pada 1944.

Meskipun demikian kekuasaan besarnya tidak bertahan lama, setelah pada tahun yang sama Sekutu memukul mundur pasukan Jerman dan mulai merangsek masuk dari barat. Peristiwa ini menandai kegagalan Himmler sebagai Komandan Militer Angkatan Darat Vistula.

Himmler yang menyadari kekalahan yang di depan mata mulai menghancurkan bukti-bukti Holocaust. Pada bulan April 1945, Ia juga mencoba bernegosiasi damai dengan Sekutu dengan menawarkan membentuk aliansi untuk membendung Uni Soviet.

Akibat dari tindakannya ini, Hitler mengecapnya sebagai pengkhianat dan memerintahkan untuk menangkapnya. Dalam pelariannya ia ditangkap oleh pasukan Sekutu, namun sebelum diadili ia bunuh diri dengan meminum pil sianida pada 23 Mei 1945.

BIBLIOGRAFI

Longerich, Peter. 2012. Heinrich Himmler. Oxford: Oxford University Press.

Manvell, Roger dan Fraenkel, Heinrich. 2007. Heinrich Himmler : The SS, Gestapo, His Life and Career. London: Greenhill Books.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *