Dinasti Mughal 1526-1857: Imperium Islam di India

Peradaban Islam periode klasik-pertengahan merupakan peradaban yang agung. Saat itu tidak ada peradaban lain yang mampu menandingi kebesarannya. Kejayaan Islam dirasakan di berbagai daerah, salah satunya adalah India. Di India, Islam pernah berjaya terbukti dengan banyaknya dinasti-dinasti Islam yang pernah didirikan di sana, misalnya saja Dinasti Mamluk (1206-1290), Dinasti Khalji (1206-1320), Dinasti Tugluq (1320-1413), dan beberapa dinasti lain. Namun terdapat dinasti yang paling menonjol di India, yakni Dinasti Mughal.

Dinasti Mughal merupakan dinasti Islam yang berkuasa di India pada abad ke-16 hingga abad ke-19. Dinasti ini termasuk dalam tiga dinasti besar ( Mughal, Turki Utsmani, dan Safawiyah) yang muncul pada masa pertengahan.

Dinasti Muhgal memiliki peranan besar dalam pengembangan agama Islam di India, mulai dari sastra hingga arsitektur.dinasti ini memiliki beberapa daya tarik untuk dibahas, misalnya saja karena di India merupakan tempat lahir dan berkembangnya kebudayaan Hindu Buddha yang dapat dikatakan sudah mengakar kuat dalam masyarakat. Untuk itulah penulis tertarik untuk membahas bagaimana perkembangan Dinasti Islam Mughal ini.

Dinamika Politik Dinasti Mughal

Dinasti Mughal merupakan dinasti yang diperintah oleh raja-raja yang berasal dari daerah Asia Tengah, keturunan Timur Lenk. Timur Lenk adalah seorang muslim yang fanatik. Ia mengadakan ekspansi ke India tahun 1398 M. Namun pada saat itu Ia tidak berambisi menguasai India sepenuhnya, jadi Ia hanya mengangkat seorang gubernur untuk memimpin Multan, India.

dinasti mughal
Wilayah Dinasti Mughal

Sementara generasi kelima dari Timur Lenk, yakni Zahiruddin Babur-lah yang berusaha ingin menguasai India secara menyeluruh. AwalnyaIamenguasai Punjab, kemudian Delhi. Akan tetapi gerak ekspansinya sempat dihadang oleh Dinasti Lody, hingga akhirnya pecahlah Perang Panipat I tahun 1526 M. Lody pun terbunuh dan Babur berhasil menguasai sebagian besar daerah di India.

Babur berkuasa hingga tahun 1530 M, kemudian digantikan oleh putranya, Nashiruddin Humayun (1530-1540 dan 1555-1556). Sepanjang pemerintahannya kondisi negara tidak stabil karena terjadi banyak perlawanan dari musuh-musuhnya.

Pada tahun 1540 terjadi pemberontakan yang dipimpin oleh Sher Khan di Qanuj.Dalam pertempuran ini Humayun kalah dan akhirnya melarikan diri ke Qandahar dan dilanjutkan ke Persia. Atas bantuan raja Persia,Iamenyusun kekuatannya kembali. Setelah merasa kuat,Iamelakukan pembalasan dan menguasai India lagi pada tahun 1555 M.

Kekuasaan Humayun dilanjutkan oleh anaknya Akbar Khan dengan gelar Sultan Abdul Fath Jalaluddin Akbar Khan. Sewaktu naik tahta ia masih berumur 15 tahun, karena dianggap masih terlalu muda maka pemerintahan diserahkan kepada Bairam Khan.

Ketika ia memerintah banyak terjadi pemberontakan dari keturunan Sher Khan, namun pemberontakan yang paling mengancam adalah pemberontakan yang dipimpin oleh Himu yang menjadi penguasa di Gwalior dan Agra.Pasukan itu berusaha memasuki Kota Delhi. Bairam Khan menyambut kedatangan pasukan tersebut, sehingga terjadilah peperangan yang dahsyat, yang disebut perang Panipat II tahun 1556 M. Himu akhirnya dapat dikalahkan dan daerahnya jatuh ke tangan Mughal.

dinasti mughal
Sultan Akbar

Setelah dewasa Akbar menyingkirkan Bairam yang dianggap mempunyai pengaruh yang terlampau kuat. Bairam Khan melakukan pemberontakan, namun berhasil dikalahkan oleh Akbar di Jullandur tahun 1561 M.

Setelah menyelesaikan masalah-masalah dalam negeri, Akbar mulai menyusun program ekspansi. Pada masa pemerintahannya, Ia berhasil menguasai Chundar, Ghond, Chitor, Ranthabar, hingga mencapai Ahmadnagar, dan beberapa daerah lainnya. Wilayah yang sangat luas itu diperintah dalam suatu pemerintahan militeristik.Di mana kepemimpinan umum dipegang oleh raja sementara pejabat-pejabat sipil diambil dari jenjang militer.

Selama menjalankan pemerintahan, Akbar menekankan terciptanya stabilitas dan keamanan dalam negeri. Ia menyadari bahwa masyarakat India merupakan masyarakat yang plural, baik dari segi agama maupun etnis.

Untuk itu kebijakan yang ia buat salah satu tujuannya untuk mencapai persatuan dalam negeri, misalnya saja dengan adanya kebijakan Din-i Illahi yakni menjadikan semua agama yang ada di India menjadi satu. Pembahasan lebih lengkap mengenai kebijakan-kebijakan lainnya dapat dibaca di artikel kebijakan Sultan Akbar.

Agar tujuannya terwujud Akbar menikahi dua orang putri Hindu, berkhutbah dengan menggunakan simbol Hindu, tidak mewajibkan khitan dan melarang menyembelih dan memakan sapi, serta kebijakan lain yang sekiranya mampu menyatukan keberadaan semua agama.

Namun kebijakan ini berakhir ketika Akbar digantikan oleh putranya, yakni Jahangir (1605-1628 M). Ketika Jahangir berkuasa terjadi beberapa kali pemberontakan yang yang salah satunya dilakukan oleh anaknya sendiri Kurram. Dengan bantuan panglimanya, Mahabat Khan, Kurram menangkap dan menyekap Jahangir. Berkat usaha permaisurinya, permusuhan ayah dan anak ini dapat dipadamkan. Akhirnya setelah Jahangir wafat, Kurram menggantikan jabatan raja, dengan gelar Abu Muzaffar Shahabuddin Muhammad Shah Jehan Padshah Ghazi (1627-1658 M).

Masa pemerintahan Shah Jehan juga tidak lepas dari adanya pemberontakan dan perselisihan dari keluarganya sendiri. Dalam menghadapi pemberontakan dari luar,Ia dibantu oleh anaknya sendiri, yakni Aurangzeb. Bahkan di bawah kepemimpinan Aurangzeb, pasukan mampu melakukan ekspansi ke beberapa wilayah.

Keberhasilan Aurangzeb membuat iri saudaranya yakni Dara, hingga terjadi perselisihan antara keduanya. Aurangzeb berhasil unggul dan ia kemudian menangkap ayahnya untuk dimasukkan ke dalam penjara bawah tanah demi memperoleh kekuasaan. Aurangzeb berhasil naik tahta tahun 1658 hingga 1707 M dengan gelar Alamgir Padshah Ghazi.

dinasti mughal
Aurangzeb

Sistem yang diterapkan oleh Aurangzeb berbeda dengan para penguasa sebelumnya. Ia mengeluarkan kebijakan dengan melarang minuman keras, perjudian, prostitusi, dan penggunaan narkotika.

Pada tahun 1664 ia mengeluarkan dekrit yang isinya melarang wanita melakukan satidaho, yaitu pembakaran diri seorang janda yang ditinggal mati suaminya. Kebijakan yang paling ekstrem ialah menyuruh perusakan terhadap kuil-kuil Hindu.

Kebijakan tersebut menyulut emosi orang-orang Hindu sehingga mereka melakukan pemberontakan. Pemberontakan terbesar dilakukan oleh kerajaan Maratha yang dipimpin oleh Shivaji Punsala.Pemberontakan-pemberontakan yang terjadi memang dapat dipadamkan oleh Aurangzeb, namun sepeninggal Aurangzeb semangat pemberontakan ini diwujudkan dengan memisahkan diri dari kekuasaan Mughal.

Penguasa-penguasa setelah Aurangzeb tidak mampu mengembalikan supremasi Mughal. Masa pemerintahan yang pendek dan banyaknya pemberontakan serta lemahnya kekuatan menjadi faktor penyebab kemunduran dinasti Mughal.

Penguasa Mughal setelah Aurangzeb antara lain: Bahadur Syah (1707-1712), Jihandar Syah (1712-1713), Azim-us-Syah (1713), Farukh Syiyar (1713-1719), Muhammad Syah (1719-1748). Pada masa Muhammad Syah terjadi terjadi invasi dari Nadir Syah, penakluk Iran dari suku Asfar.

Pada awal abad ke-18 M terjadi disintegrasi wilayah. Nizam al-Mulk menjadi penguasa Hyderabad, Marata dikuasai Shivaji, Rajputh di bawah kekuatan Jat Singh, Punjab dikuasai kelompok Singh, Audh dipegang oleh Sadath Khan dan Bengal menjadi wilayah Suja’ al-Din. Pengganti Muhammad Syah adalah Ahmed Syah (1748-1754), diteruskan Alamgir II (1754-1759), Syah Alam (1759-1806). Pada tahun 1761 M Dinasti Mughal yang sudah tidak berdaya diserang oleh Ahmad Syah Durrani dari Afghan pada pertempuran Panipat III.

Sepeninggal Syah Alam II, ada dua raja terakhir yang berkuasa yaitu Muinuddin Akbar II dan Sirajuddin Bahadur Syah II. Muinuddin naik tahta pada tahun 1806 M, namun hingga wafatnya pada tahun 1837 M, Muinuddin tidak mampu melepaskan diri dari cengkeraman Inggris dan tidak berhasil menghadapi penguasa suku di India.

dinasti mughal
Silsilah Dinasti Mughal

Begitu pula pelanjutnya, Sirajuddin Bahadur Syah II (1837-1858).Pada masanya pengaruh Inggris semakin besar.Bahkan raja pun berada di bawah kontrol Inggris. Sejak itu para raja digaji oleh pemerintahan Inggris.

Pemerintah Inggris juga memperlakukan penduduk secara semena-mena, baik yang beragama Islam maupun Hindu. Pada tahun 1857 terjadi perlawanan umum perang kemerdekaan untuk melepaskan diri dari kekuasaan Inggris.

Akan tetapi, usaha ini gagal, Sirajuddin  ditangkap dan diasingkan ke Rangoon (Myanmar) pada tahun 1858 M hingga akhirnya Ia meninggal dunia di sana. Sejak saat itulah dominasi Inggris semakin kuat, sehingga kekuasaan Mughal pun semakin melemah dan akhirnya hancur.

Perkembangan Ilmu dan Peradaban pada Masa Dinasti Mughal

Kemunculan peradaban Islam di suatau wilayah, turut berkontribusi pada pembangunan wilayah itu. Begitu juga yang terjadi di anak benua India, khususnya pada masa pemerintahan Dinasti Mughal.

Sejak kemunculan Islam, peradaban di wilayah itu mengalami perkembangan pesat. Perkembangan ini tercermin dalam berbagai bidang seperti bidang sastra, seni lukis, seni musik, seni bangunan (arsitektur), dan ilmu pengetahuan. Dalam bidang lain yang tak kalah maju yakni dari segi ekonomi, dan politik serta militernya.

Kesusastraan berkembang di Mughal, hal ini terbukti dengan adanya penyair-penyair yang dipekerjakan oleh istana. Salah seorang sastrawan sufi yang terkenal adalah Muhammad Jayazi dengan karyanya yang terkenal yakni Padmavat.Karya tersebut merupakan sebuah karya alegoris yang mengandung pesan kebajikan jiwa manusia.

Seni lukis juga menjadi salah satu bidang kesenian yang berkembang pada masa Mughal, hal ini terbukti ketika Raja Babur berkuasa. Ia sangat menyukai lukisan pemandangan air terjun, telaga, bunga, dan taman. BahkanIamemiliki sejumlah pelukis di istana.

Sementara pada masa Akbar dibentuklah sebuah lembaga bagi para pelukis yang salah satu agendanya mengundang pelukis seluruh dunia tanpa membedakan agama dan ras untuk bersama-sama menciptakan berbagai lukisan.Salah satu karya yang monumental pada masa ini adalah karya Abdus Samadyang berhasil menulis Surah al-Ikhlas di atas sebutir biji opium (khashkhash).

Selain itu banyak juga pelukis terkenal pada masa Jahangir, yakni Farukh Beg, Muhammad Nadir Khan, Aqa Reza, dan yang lainnya.Namun sayang pada masa Aurangzeb, para pelukis istana diusir karena dianggap tidak sesuai dengan ajaran agama.

Seni musik merupakan salah satu kesenian yang menarik perhatian para raja Mughal.Pada masa Humayun terdapat seorang penyanyi yang terkenal yakni Baccu. Sementara pada masa Akbar tercatat ada 36 penyanyi istana yang berasal dari berbagai daerah seperti Iran, Kashmir, dan Asia Tengah.

Raja-raja lain seperti Jahangir dan Syah Jehan juga memiliki kesamaan yakni menyukai seni musik sehingga istana selalu dihiasi dengan suara-suara merdu dari penyanyi istana. Namun Raja Aurangzeb sangat bertolak belakang,Iabahkan mengusir para penyanyi istana karena dianggap bertentangan dengan ajaran Islam.

Tingginya peradaban Islam di India masih terlihat jelas terutama dari seni bangunan yang sampai saat ini pun masih berdiri kokoh. Ketika Babur berkuasa,ia lebih banyak membangun gedung yang memiliki corak bangunan Iran. Hal ini dikarenakanIatidak menyukai corak bangunanIndia. Bangunan yang dibangun pada masanya yakni sebuah masjid di Kabul Bagh, di Panipat, dan masjid Agung di kota Sanbhal.

Arsitektur yang indah juga dapat dilihat dari Istana Agra dan Fatehpur Sikri. Kedua bangunan ini dibangun pada masa Akbar dengan menggunakan corak Hindu-Islam.Selain bangunan masjid dan istana, terdapat juga bangunan yang berupa benteng seperti Benteng Agra, Lahore, Attak, dan Skandarah.Ada juga bangunan makam yang terkenal yakni makam Jahangir dan ayah mertuanya di Syahidarah.Makam tersebut dihiasi dengan ukiran ayat-ayat Alquran.

Hal lain yang menarik ialah bahwa Raja Syeh Jehan mendapat gelar bapak pembangunan karena banyaknya bangunan yang dibangun pada masanya, seperti Taj Mahal, Masjid Agung Delhi, dan bangunan lainnya.

Dinasti Mughal juga banyak memberikan sumbangan di bidang ilmu pengetahuan.Sejak berdirinya, banyak ilmuwan yang datang ke India untuk menuntut ilmu.Hal ini karena adanya dukungan dari penguasa dan bangsawan serta ulama.Pada masa Aurangzeb misalnya, memberikan sejumlah besar uang dan tanah untuk membangun pusat pendidikan di Lucknow.

Masjid dijadikan lembaga pendidikan dasar.Pada masa Syeh Jehan didirikan sebuah perguruan tinggi di Delhi. Tokoh yang muncul dari bidang keilmuan sejarah yakni Abu Fadl dengan karyanya Akhbar Nama dan Aini Akhbari. Dalam karyanya tersebut, Abu Fadl memaparkan sejarah Dinasti Mughal berdasarkan figur pemimpinnya.

Para penguasa Mughal juga memberi perhatian dalam pembuatan karya-karya yang berkaitan dengan keagamaan. Misalnya pada masa Akbar ada sejumlah buku yang sangat popular yakni Tuzk-i Baburi, Tarikh-i Alfi, Akbar Nameh, Ain-i Akbari, dan beberapa karya lainnya.

Pada masa Alamgir, terdapat buku keagamaan yang sangat popular yakni Fatawa-i Alamgiri.Karya ini berisi fatwa, perintah, atau seruan Alamgir.Selain itu Alamgir juga menulis sebuah karyanya sendiri yang berjudul Ruqaat-i Alamgiri, yang isinya juga berupa fatwa-fatwanya sendiri.Karya-karya tersebut menjadi salah satu koleksi yang disimpan dalam perpustakaan yang dibangun oleh Mughal.Misalnya saja tahun 1641, terdapat perpustakaan di Agra yang mengoleksi sekitar 20.000 buku.

Kemajuan Dinasti Mughal juga dapat dilihat dari bidang ekonomi yakni majunya pertanian terutama untuk tanaman padi, kacang, tebu, rempah-rempah, tembakau, dan kapas.Pemerintah membangun lembaga khusus untuk mengelola pertanian. Dibentuk pula komunitas-komunitas pertanian yang dipimpin oleh seorang mukaddam.Melalui mukaddam inilah pemerintah dapat berhubungan dengan petani.

Sementara bidang industri yang terkenal adalah industri tenun yang sudah diekspor hingga ke Eropa, Arab, Asia Tenggara, dan sekitarnya. Selain itu ada sekitar 70 pabrik yang didirikan demi memenuhi kebutuhan masyarakat, misalnya pabrik uang, pabrik peralatan dapur, pabrik wangi-wangian, pabrik amunisi, dan lain sebagainya.

Bidang politik yang menonjol adalah sistem politik Silh-e-Kulatau toleransi universal.Sistem ini dianggap tepat karena mayoritas masyarakat IndiaberagamaHindu sedangkan Mughal adalah dinasti Islam.Di bidang militer, Mughal terkenal memiliki pasukan yang kuat.Mereka terdiri dari pasukan gajah, berkuda, dan meriam.Wilayahnya dibagi menjadi distrik-distrik dan setiap distrik dipimpin oleh sipah salar.Sementara sub distrik dipimpin oleh faudjar. Melalui sistem inilah pasukan Mughal berhasil menaklukkan daerah-daerah di sekitarnya.

Persebaran Islam pada Masa Dinasti Mughal

Sebagai salah satu dinasti Islam di India, Mughal memiliki peran yang cukup signifikan dalam mengembangkan Islam di daerah tersebut.Hal yang mendorong perkembangan Islam adalah dalam bidang pendidikan.Pihak kerajaan memberi perhatian besar terhadap bidang pendidikan dengan membangunkan sejumlah masjid yang tidak hanya sebagai tempat beribadah semata, tetapi juga dijadikan tempat belajar agama.

Di masjid juga disediakan ulama yang siap memberi pengajaran agama dalam berbagai cabang ilmu keagamaan. Hal ini menarik perhatian masyarakat sehingga mereka pun mengikuti kegiatan pengajaran ini. Bahkan bagi mereka yang memang sungguh-sungguh ingin menuntut ilmu juga disediakan ruang khusus untuk tinggal selama proses pengajaran.

Pengajaran ilmu agama ini mengalami perkembangan, bahkan masjid raya berkembang sedemikian rupa sehingga menjadi sebuah universitas.Adanya masjid sebagai tempat menuntut ilmu Islam ini ditujukan bagi masayrakat umum, sementara pendidikan Islam bagi orang kaya, pihak Mughal telah menyediakan madrasah-madrasah khusus.

Selain masjid, terdapat pula khanqah(pesantren) yang dipimpin oleh wali atau ulama.Pesantren ini umumnya didirikan di daerah pedalaman. Di khanqah diajarkan beberapa cabang keilmuan yang ternyata bukan hanya di bidang keagamaan tetapi juga menyangkut ilmu umum seperti matematika, mantik (logika), filsafat, sejarah, geografi, dan lain sebagainya. Sementara keilmuan agama yang dikaji antara lain tafsir Alquran, hadis, fikih. Bahasa pengantar yang digunakan adalah bahasa Persia.Khanqah ini dibuka untuk laki-laki maupun perempuan.

Selain dengan adanya lembaga pendidikan, keilmuan Islam juga berkembang berkat didirikannya perpustakaan yang bisa diakses oleh siapa saja. Pada masa ini juga dilakukan penerjemahan beberapa karya ke dalam bahasa Persia, misalnya saja kisah Mahabarata dan Ramayana karya Badayuni, Athar Veda yang diterjemahkan oleh Ibrahim Sirhindi, Leila Wati yang diterjemahkan oleh Hanifi.

Pada masa Akbar, perkembangan agama Islam di Kerajaan Mughal mencapai suatu fase yang menarik, di mana pada masa itu Akbar memproklamasikan sebuah cara baru dalam beragama, yaitu konsep Din-i-Ilahi. Karena aliran ini Akbar mendapat kritik dari berbagai lapisan umat Islam.Bahkan Akbar dituduh membuat agama baru.Pada prakteknya, Din-i-Ilahi bukan sebuah ajaran tentang agama Islam.Namun konsepsi itu merupakan upaya mempersatukan umat-umat beragama di India.Sayangnya, konsepsi tersebut mengesankan kegilaan Akbar terhadap kekuasaan dengan symbol-symbol agama yang di kedepankan.

Di sisi lain perbedaan kasta di India membawa keuntungan terhadap pengembangan Islam, seperti pada daerah Benggal, Islam langsung disambut dengan tangan terbuka oleh penduduk terutama dari kasta rendah yang merasa disiasiakan dan dikutuk oleh golongan Arya Hindu yang angkuh.

Sebelum dinasti Mughal, muslim India adalah penganut Sunni fanatik. Tetapi penguasa Mughal memberi tempat bagi Syi’ah untuk mengembangkan pengaruhnya.Pada masa ini juga dibentuk sejumlah badan keagamaan berdasarkan persekutuan terhadap mazhab hukum, thariqat Sufi, persekutuan terhadap ajaran Syaikh, ulama, dan wali individual.Mereka terdiri dari warga Sunni dan Syi’iah.

 

Reaksi Kaum Muslim di India (Dinasti Mughal) Terhadap Kehadiran Bangsa Eropa

India tidak lepas dari adanya kolonialisasi yang dilakukan oleh bangsa Eropa. Sejak tahun 1498 M bangsa Eropa (Portugis, Belanda Perancis, dan Inggris) melakukan penetrasi terhadap kerajaan Mughal. Hal ini terlihat dari banyaknya sumber daya alam yang telah mereka angkut ke negeri mereka.

Awalnya bangsa eropa membuka jalur Ro’su ar-Rojaus Shalih yang menghubungkan secara langsung perdagangan India dengan Eropa. Portugis mengawalinya dengan menguasai beberapa tempat di India selama 1 abad (1500-1600 M). Kemudian disusul oleh Belanda dan Perancis, hingga akhirnya tinggal Inggris yang menjadi penguasa satu-satunya.

Melalui perdagangan, bangsa Eropa mulai menguasai daerah-daerah pesisir dan melakukan politik adu-domba kepada penguasa-penguasa lokal di sana. Hasilnya bangsa Eropa memperoleh hak istimewa dari penguasa lokal terutama dalam bidang perdagangan. Dengan cara ini Eropa berhasil menanamkan jasa sekaligus men-campuri urusan pemerintah lokal. Selanjutnya daerah yang dikuasai Eropa ini mulai membangkang dari Dinasti Mughal, bahkan Iran dan Afghanistan melancarkan perlawanan.

Meskipun tujuan awalnya adalah berdagang melalui British East India Company (EIC), akhirnya Eropa (Inggris) berusaha menguasai keseluruhan wilayah India.EIC merupakan sebuah perusahaan yang bergerak di bidang perdagangan.

Untuk menunjang usahanya, EIC mendirikan beberapa pabrik seperti di daerah Surath (1612), Madras (1640), Bombay (1674), dan Calcutta (1690).Pabrik tersebut memproduksi kain sutra, sutra kasar, kain tenun dan lain-lain.selain itu mereka juga mengekspor nila dan rempah-rempah, serta mengimpor emas, perak dan logam lainnya.

Ketika orang-orang india menyadari bahwa gerakan perdagangan inggris telah menjelma menjadi bentuk penjajahan yang nyata, terjadilah banyak revolusi di india, yang mayoritas dipimpin oleh orang-orang Islam. Pemuka-pemuka kaum yang ingin memberontak kepada inggris kemudian meminta bahadur syah (raja Mughal) untuk memimpin pemberontakan untuk mengembalikan kemerdekaan dan kebesaran india.

Tahun 1857 M, berkobarlah pemberontakan yang dikenal dengan nama Pemberontakan Sipahi. NamunInggris dapat meredam pemberontakan tersebut karena dibantu oleh beberapa maharaja Hindu dan raja-raja Islam lain yang tidak suka akan kekuasaan dinasti Mughal. Setelah itu inggris tidak segan-segan membunuh penduduk india yang membangkang tersebut dan juga menangkap Bahadur Syah untuk dipenjarakan. Bahadur akhirnya dibuang ke Rangoon dan wafat di sana.

Revolusi ini yang mendorong inggris segera mengumumkan ketundukan india di bawah kepemimpinan inggris secara langsung pada tahun 1885 M. Adapun maharaja india Brahmana dan sultan-sultan Islam yang tinggal dan memberi jasa besar kepada inggris diberikan kemegahan dan kekuasaan.

Ratu Victoria dilantik menjadi kaisar di india, kemudian maharaja dan sultan di india tadi berduyun-duyun menuju London sebagai pengawal kaisar baru mereka. Hingga akhirnya di kemudian hari india mendapat kemerdekaannya dan wilayahnya terbagi menjadi dua, yakni negara india sendiri yang mayoritas hindu dan Pakistan yang mayoritas muslim.

BIBLIOGRAFI

Al-Usairy, Ahmad. 2013. Sejarah Islam: Sejak Zaman Nabi Hingga Abad XX. Jakarta: Akbar Media.

Hamka. 1975. Sejarah Ummat Islam, jilid III. Jakarta: Bulan Bintang.

Iqbal, Zafar. 2002. Ensiklopedi Tematis Dunia Islam, Jilid 2 Khilafah. Jakarta: PT Ichtiar Baru Van Hoeve.

Maryam, Siti, dkk. 2009. Sejarah Peradaban Islam: Dari Masa Klasik Hingga Modern. Yogyakarta: LESFI.

Yatim, Badri. 2011. Sejarah Peradaban Islam: Dirasah Islamiyah II. Jakarta: Rajawali Press.

2 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *